eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

Category Archives: guru

Saya suka menggunakan modul sendiri untuk peserta didik. Mereka bisa belajar mandiri. Kenapa saya mau membuat modul? Bukankah banyak buku cetak dan LKS yang dijual di pasaran? Buku atau LKS tersebut tidak sepenuhnya bisa digunakan peserta didik saya. Akhirnya, cara yang tepat adalah penyusunan modul sendiri yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan peserta didik. ⁣

Saya mengarahkan membaca buku ke peserta didik dari pada memberikan mereka tontonan video yang menarik. Saya mungkin dianggap bukan guru kekinian karena tidak mengikuti perkembangan kids zaman now. Mereka lebih betah nonton daripada baca buku. Tetapi dari hasil menonton pun belum tentu hasil belajarnya optimal.⁣

Modul hanya digunakan oleh peserta didik di lokasi kerja saya, jadi masih bersifat internal. Membaca dan belajar dari berbagai sumber dalam penyusunan modul, berusaha mengembangkannya dan merevisi setiap tahun pelajaran. Ditahun ajaran 2018/2019, saya berikan modul dalam bentuk file, peserta didik boleh mencetak sendiri file tersebut. Modul berisi kompetensi dasar, indikator, materi, pre test, post test teori dan praktik sudah lengkap di modul. Tugas yang ada di modul, saya mengarahkan peserta didik untuk membaca lingkungan sekitar dan menerapkannya sesuai materi yang ada.⁣

Jika ada kemauan keras untuk menulis dengan melupakan berbagai alasan lain dan mampu manajemen waktu yang baik. Perlu waktu menumbuhkan budaya menulis. Saya menyusun modul untuk memoar, menuangkan pemikiran, ide dalam tulisan yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.⁣

*Cover modul pada gambar adalah modul yang saya buat saat masih ada pelajaran TIK. Modul Bimbingan TIK ada di cerita berikutnya 😉*


Semoga bermanfaat 😊

Advertisements


“Ibu apa kabar?”⁣
“Ibu sehat?”⁣
“Masih ngajar di sekolah kamek dulu, bu?”⁣
“Rinduuu ibu…”⁣
“Gimana perkembangan sekolah, bu?”⁣
Pertanyaan-pertanyaan singkat yang saya dengar ketika bertemu alumni.⁣

Ungkapan lama tidak berjumpa kepada yang berbicara.⁣
Kata-kata tersebut diucapkan alumni saat bertemu saya, saat ketemu di luar sekolah, saat mereka berkunjung ke sekolah untuk melepas rindu suasana sekolah, saat mereka melihat kegiatam ekskul adik-adik kelasnya, saat mereka promosi jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk adik-adik kelasnya, atau saat mereka datang untuk melegalisir ijasah. ⁣

Bahagia ketika bertemu alumni yang sudah sukses melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau sudah bekerja.⁣

Ada yang saya kenal dan hapal nama lengkapnya tetapi ada juga alumni yang berpapasan ketemu di luar sekolah masih menyapa, saya mohon maaf untuk bertanya nama dan tamatan tahun berapa, hehehe…⁣

Rindu alumni yang saat sekolah dekat atau saya pernah menjadi walikelasnya. Mengenal karakter mereka.⁣
Rindu melihat kelakuan manja dan lucu atau buat geram yang bisa memancing emosi ketika mereka masih SMA.⁣
Ada saatnya bertemu dan berpisah.⁣
Setiap tahun berganti peserta didik dan ada alumni baru.⁣

“Semoga sukses kuliah dan kerjanya ya..”⁣
“Doakan ibu tetap sehat, nak.”⁣
Kalimat yang sering saya ucapkan ketika bertemu alumni.⁣

Semoga ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didapat di sekolah bisa dimanfaatkan dengan baik. ⁣
Senang masih bisa menjalin silaturahim dan semoga kesuksesan alumni bisa dibagikan ke adik-adik kelas.⁣

“Siapa yang rindu bertemu Pak Ajau dan Bu Aziz, nak?”, tanya saya ke alumni. ⁣
“Ayoo bu, kita ke ketemu mereka. Kamek jamin lah”, celetuk alumni. ⁣

Saya bukan Pak Ajau atau Bu Aziz, tapi nama tersebut akan dirindukan para alumni. ⁣

Semoga bermanfaat 🙂⁣


“Anak cowok kelas ibu main bola di kelas… “, teriak rekan guru saat memasuki ruang guru. ⁣

“Siapa bu yang main bola? “, tanyaku menanggapi info yang disampaikannya.⁣

“Ndak hapal, pokoknya ramaaai…”⁣

“Baik bu, nanti saya tanya langsung ke anak-anak di kelas. Terima kasih infonya.”⁣

–OTW ke kelas–⁣

“Siapa yang main bola di kelas, nak?”⁣

“Saya, bu”⁣
“Kamek juga maen, bu”⁣
“Same die. Die pun ikot maen”⁣

“Oke, terima kasih sudah jujur. Main bola saat jam istirahat di lapangan ya, atau saat pelajaran olahraga. Tetap mainnya di lapangan.”⁣
“Ayoo, yang tadi main bola, turun ikut ibu ke lapangan. Kita eksekusi sesi 5!!”⁣

“Buuu…ndak usah ke lapangan, lah. Kamek janji ndak maen bola agik di kelas.”⁣

“Tetap ke lapangan! Ibu mau lihat kalian main bola tapi di lapangan. Ayo turun.”⁣

“Lapangan mane, bu? “⁣

“Lapangan utama yang biasa untuk upacara.”⁣

“Alamaaaak, lapangan pensi jak bu. Lapangan utama ada kelas lain lagi olahraga. Ye bu? “⁣

“Ibu turun duluan, waktu lima menit, kalian kumpul di lapangan utama.”⁣

–tidak sampai dua menit kemudian–⁣

“Sekarang silahkan main bola di lapangan, kalian bagi dua kelompok untuk main. Durasi satu babak tiga menit.”⁣

–mereka berdiskusi memilih kelompok sambil melirik sana sini, peserta didik kelas lain yang ada di lapangan siap menjadi penonton–⁣

“Sudah bagi dua kelompok, bu. “⁣

“Oke, silahkan main.”⁣

“Mane bolanye, bu? “⁣

“Tidak ada pakai bola, kalian mainkan imajinasi seolah-olah ada bola yang ditendang. Gerak kaki pemain atau tangan kiper sesuai arah pergerakan bola.”⁣

“Alamaaaak, ibuuu. Macam apelah maen gini..”⁣

“Hitungan mundur dari 10, waktu main di mulai untuk babak pertama.”⁣

–mereka main, penonton siap menikmati permainan disertai tawa, wkwkwk–⁣

–dua bulan kemudian–⁣

Anak cowok yang main bola di kelas dan sudah terlatih dengan eksekusi sesi 5 bermain bola imajinasi, berhasil meraih juara 3 lomba futsal antar kelas saat classmeeting. ⁣

Mantul, nak. Akhir semester ganjil yang membanggakan. ⁣Siapkan diri kalian untuk mulai sesi 1 di semester genap. 😄

Semoga bermanfaat. 😊


Tidak mudah untuk menghapal semua siswa. Yang sering saya ingat adalah ketua kelas dan sekretaris.⁣

Selama delapan tahun, ada 2 pasang kakak adik yang masuk kelas saya. Pernah juga ada yang kembar tanggal lahir dan kembar nama depan, hehehe.⁣

Tahun pertama adalah kelas XI, kelas aman yang berisi peserta didik yang pintar dan banyak prestasi. Senang rasanya masih ada alumni yang sukses dibidangnya maaing-masing. ⁣
Selanjutnya 2 tahun dipercaya dikelas XI IPS. Tantangan mulai datang dengan berbagai masalah namun tetap seru. ⁣

Tahun ke empat dan lima, naik ke kelas XII IPA yang beda peran karena mempersiapkan mental peserta didik untuk kuliah/kerja. Bangga karena banyak yang lulus di perguruan tinggi negeri/swasta sesuai keinginannya.⁣

Dua tahun terakhir ini di kelas X IIS. Belajar lagi karakter peserta didik karena kelas X masa peralihan dari SMP. Manja dan kekanak-kanakan pasti ada. ⁣Ekstra kuota karena meladeni mereka di media sosial sekaligus cari info dari berbagai sumber walikelas yang bergaya detektif, hahaha..⁣

Saya mengumpulkan mereka di dunia maya dengan tujuan : saling mengenal, dan bisa motivasi yg lain, saling mengingatkan untuk kebaikan.⁣

Begitulah saya sebagai mantan walikelas.⁣

Semoga bermanfaat 😊


Screenshot_2018-04-14-15-03-47-1

Alhamdulillah 2 hari telah menyelesaikan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Bisa dikatakan sukses walaupun ada kendala teknis tetapi bisa diselesaikan dengan baik.
Baca Selengkapnya


Mengawas USBN kemarin terasa berbeda karena adanya suara kodok yang nyaring dan bunyi rintik-rintik hujan yang membasahi lingkungan sekolah. Satu jam ujian berlangsung, peserta ujian sudah ada yang terbaring dimeja, ntah karena sudah selesai atau menikmati udara sejuk hehehe.
Baca Selengkapnya