Di awal tahun ini Microsoft Office mengeluarkan versi beta dari MS Office 2010. Versi ini bisa didownload gratis di Internet (silahkan download disini). Kemarin saya sempet coba juga sih, namun masih belum puas lah kalau pake versi betanya saja. Nah, sekarang Microsoft 2010 yang versi trial sudah beredar di pasaran. Rencananya akhir tahun ini akan keluar juga versi retail yang mutakhir. Pertanyaannya apa sih yang membuat kita harus hijrah ke 2010?

1. Lebih Cepat
Microsoft Office 2010 di claim lebih cepat start-upnya dibandingkan 2007. Selain lebih cepat Office 2010 terbagi menjadi aplikasi 64 bit (x64) dan 32 bit (x86). Jadi kalau kalian ingin pakai Ms Ofice 2010 disarankan untuk melihat dulu jenis OS yang dipakai di komputer agar performa komputer lebih cepat saat menjalankan program. Untuk performa saat dijalankan saya nggak begitu merasakan berat, karena saya menginstall program ini di komputer yang cukup mumpuni performanya. <– tunggu reviewnya ya!

2. Ribon lebih simple
Dibandingkan tampilan ribon di 2007, menurut saya ribon di 2010 lebih simple dan enak dilihat. Sebetulnya hampir sama persis, namun pada setiap tombol-tombol di ribon tidak diberi kotak atau separator sehingga terlihat lebih lenggang dan lebih mudah dicari tombol-tombol yang kita inginkan. Beberapa blog teman juga megnatakan ada beberapa tombol yang tidak begitu berguna dihapus dari ribon, tapi sebetulnya kita bisa mengedit tombol-tombol yang ada di ribon agar sesuai dengan kebutuhan kita pada menu properties
Ribbon office 2007 dan 2010

Ribbon office 2007 (atas) dan 2010 (bawah)

3. Application Menu

Di MS Office 2007 kita menemukan application menu yang simple saat meng-klik logo ofice di pojok kiri, disini juga dapat kita temukan dengan meng-klik tombol file. Hanya saja tampilannya lebih menarik bila dibandingkan dengan 2007 yang simpel. Tapi menurut saya dari fungsibilitas saya kurang suka, justru malah ribet karena ada pilihan pilihan menu yang tidak begitu penting dipaparkan seperti permisions dan info yang nggak begitu berguna buat saya. Di aplikasi office selain word, menu ini disesuaikan warnanya dengan themes. Misalkan pada excel berwarna hijau dan power point orange kecoklatan. Dengan tampilnya application menu yang lebih atraktif saya kagum pada pemakaian pertama. Habis itu ketika memakai berkali-kali, menu yang atraktif ini buat saya nyaris nggak ada gunanya.
Application Menu ms 2010

Application Menu Office 2010

4. Artistic Effects pada image

Sepert Photoshop, kini di office pun bisa menggunakan filter artistic effects pada image yang kita gunakan di ms Word. Di dalam ribon picture tools (format) kita bisa memilih 23 effects artistik yang dapat digunakan pada image seperti sketsa lukisan pensil (pencil sketches), pastel dan cat minyak (oil paintings), maosaic dan kaca bergelombang (rippled glass). Nggak hanya sampai disitu aja, Office 2010 juga punya alat penghilang background gambar (Remove Background tool) nah, fitur yang satu ini jadi salah satu point selling penting ms Office 2010.
Artistic effects pada ms Word

Artistic effects pada ms Word

5. Smart art yang lebih editable dan beragam

Kita bisa menemukan smart art di Office 2007. Kini di Office 2010 fitur smart art memiliki lebih banyak diagram dan lebih banyak opsi untuk diedit. Namun bagi yans suka dengan persentasi menggunakan MS Power point, smart art akan membantu mempercantik bentuk persentasi anda. :)

6. Fitur video yang lebih maksimal pada Power Point

Pada power point kita bisa memasukan video HD dengan format movie file yang lebih banyak dibandingkan office 2007. dan yang paling mengesankan kita bisa menaruh kode embed code youtube pada persentasi kita. Kekurangannya ketika menaruh kode embed youtube kita harus online saat memutar video tersebut di persentasi. Disini kita juga bisa menambahkan filter pada video kita dengan mudah. Dan hebatnya lagi kita bisa menaruh video kita ini pada frame 3 dimensi. Keren bukan? buat kalian yang suka persentasi wajib nih pakai ms Office 2010.
Menaruh Frame 3D pada Video di MS Office Power Point

Menaruh Frame 3D pada Video di MS Office Power Point

Sebetulnya masih banyak perbedaan-perbedaan yang mencolok antara 2007 dan 2010, tapi saya bisa mengambil kesimpulan bahwa kali ini microsoft mencoba untuk membuat software dengan orientasi user-interface seperti halnya macintosh. Kesimpulannya, karena memiliki performa yang lebih cepat daripada Microsoft Office 2007 tentunya pasti saya memilih untuk menggunakan Microsoft Office 2010 pada pekerjaan sehari-hari. Namun secepat-cepatnya Microsoft 2010 tentunya saya lebih memilih Microsoft Office 2003 yang jadul itu karena sudah terbiasa dan jauh lebih cepat :D hehehe

Sumber : ilmuperpus

Blog bagi guru dan siswa

Posted: February 26, 2011 in baca buku, belajar, blogger, edukasi, eNPe, guru

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pembelajaran. Dengan mempergunakan teknologi informasi sebagai sumber belajar dalam proses belajar mengajar, dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.

Salah satu fenomena menarik dari internet ialah blog. Blog awalnya hanya berupa situs pribadi yang memuat kumpulan link situs favorit pemiliknya dan cenderung hanya sebagai tempat diary online saja. Saya sendiri awalnya menggunakan blog pribadi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar kehidupan. Namun kini manfaat blog sudah berkembang dan saya membuat blog lain khusus untuk pendidikan.
Baca Selengkapnya

Pustekkom Kementrian Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Komunitas Penggiat Linux Indonesia (KPLI) melakukan sosialisasi OSS kepada sekolah-sekolah di 33 propinsi di Indonesia untuk menggunakan sistem operasi dan software yang legal. Roadshow Linux yang berupa sosialisai kepada kepala sekolah SMA-SMK-SMP dan pelatihan Open Source kepada guru TIK. Untuk kota Pontianak, sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 1 Pontianak, yang diikuti kepsek&guru TIK 8 SMA, 8 SMK, 7 SMP. Tujuan dari pelatihan dan sosialisasi OSS adalah melatih dan mensosialisasikan pemanfaatan open source kepada 1.650 orang tenaga pendidik dan kependidikan di Indonesia.

Kegiatan pelatihan berlangsung selama 1 hari dengan materi : sistem operasi Linux BlankOn, pengolah kata (openoffice writer), pengolah angka (openoffice calc), pengolah presentasi (openoffice impress), pengolah gambar (inkspace) dan pengolah foto (GIMP).

Semoga pelatihan ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing sehingga dunia pendidikan menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang legal.

Berikut ini saya sertakan tips migrasi windows ke linux : Untuk persiapan awal tentu kita harus memilih distro yang cocok dengan perusahaan kita. Begitu banyak distro yang tersedia, namun saya menyarankan agar memakai 3 distro yang memang kehandalannya dan supportnya sudah terbukti, distro tersebut adalah Red Hat, suSE dan Debian atau Ubuntu. Apabila kita menginginkan tampilan GUI yang menarik tentu suSE pilihanya.. Debian dengan Ubuntunya berkembang dengan pesat dan tentu si topi merah Red Hat sudah terbukti kehandalannya sebagai komputer dekstop atau pun server.

Berikut langkah-langkah proses migrasi

1. Bagilah tim agar ada yang fokus pada melayani user selama migrasi dan tim yang mempersiapkan distribusi linux
2. Siapkan tim yang akan melayani user yang sistemnya dijadikan percobaan migrasi (pilot project). Dukungan tim ini penting karena user perlu didukung benar-benar. Tim perlu menjelaskan secara non teknis kepada user tentang migrasi, bila perlu ada tim it yang menjadi bagian departemen yang lainnya (misalnya: ada staff it yang menjadi bagian administrasi)
3. Siapkan panduan migrasi singkat, yang mungkin berupa panduan komparatif tetang fitur aplikasi, istilah yang digunakan serta cara mengakses fungsi yang sering digunakan.
4. Tim migrasi lanjutan hendaknya mulai menyiapkan distribusi linux yang telah disesuaikan (termasuk theme dekstop, kemungkinan auto login, aplikasi yang dijalankan via emulator dan lain-lain). Siapkan pula konfigurasi untuk memudahkan user mengakses media removeble, printer, scanner dan perangkat lain.
5. Migrasikan sekelompok user yang mewakili sejumlah departemen (pilot project).
6. Migrasikan secara perlahan aplikasi yang digunakan oleh end user. Aplikasi hendaknya aplikasi yang juga terdapat di Linux. Sebagai contoh berhentilah menggunakan MS Office dan gunakanlah OpenOffice.org atau berhentilah mengunakan IE mulailah menggunakan Mozilla Firefox. Untuk bagian development berhentilah menggunakan delphi, vb dan sejenisnya mulailah menggunakan php atau java. Sebisa mungkin, migrasikan juga data (termasuk address book, bookmark dan data lainnya)
7. Berilah waktu luang yang cukup banyak (misalnya: 3 bulan) untuk membuat user terbiasa dengan aplikasi baru.
8. Apabila aplikasi baru sudah mulai menyebar, maka ini merupakan langkah yang sangat bagus. Sebarkanlah kesemua anggota, tentu dengan pertimbangan yang matang untuk waktu migrasi sehingga tidak ada down time yang terlalu besar.
9. Sekali lagi, berikanlah waktu yang lebih banyak (misalnya: 6 bulan) untuk membuat semua user terbiasa
10. Apabila dari sisi aplikasi telah dimigrasikan, maka lakukan percobaan sekali lagi (dengan dukungan kepada user tertentu) untuk sistem operasi. Kemudian, berilah waktu luang dan lakukan prosedur yang sama dengan sebelumnya.

Halaman tujuh dan lima belas buku/LKS TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk SMA kelas XI semester 1 memuat sedikit tulisanku.

Buku/LKS yang berkantor redaksi dan pusat pemasaran di Solo tersebut dapat digunakan sebagai pendamping BSE (Buku Sekolah Elektronik).

Senang hati ini ternyata ada tulisan yang berhasil dicetak dan diterbitkan untuk berbagi dalam kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya pelajaran TIK. Dalam buku/LKS tersebut hanya sedikit tulisan saya yang dimuat, yaitu materi interaksi elektronis internet yang dimuat pada halaman 7 dan ISP (Internet Service Provider) yang dimuat pada halaman 15.

Impian menuliskan buku hasil pemikiran atas nama Nurita Putranti semakin termotivasi, huehehehe…

Tahun ajaran ini saya tidak menggunakan buku/LKS untuk siswa/I.  Saya lebih suka menggunakan materi dan soal yang saya buat sendiri karena disesuaikan dengan kemampuan siswa/I yang saya ajar. Penggunaan buku/LKS hanya untuk pegangan atau panduan saja, tetapi tidak mewajibkan siswa untuk memiliki buku/LKS tersebut.

Setiap pertemuan saya menggunakan bahan ajar yang didapat dari berbagai sumber dan hasil pemikiran saya serta penyesuaian kemampuan siswa/i. Begitu juga soal atau ulangan yang saya berikan.

Tidak bisa copy-paste dari buku/LKS karena beda materi, beda kemampuan siswa dsb. Bahkan setiap tahun perangkat ajar tersebut harus direvisi karena kemampuan siswa/I setiap tahunnya berbeda-beda.

Kembali cerita tentang buku/LKS di atas. Ada anjuran dari MGMP Tik Kota Pontianak untuk menggunakan buku/LKS tersebut tetapi saya menolak.

Awalnya karena saya hanya mengajar sekitar 1 bulan lalu cuti bersalin selama 3 bulan. Tetapi alasan penolakan tersebut bertambah karena materi yang ada di dalam buku/LKS tersebut kurang-lebih sama dengan materi2 yang telah saya siapkan selama ini.

Saya ucapkan terima kasih kepada penyusun buku/LKS TIK untuk SMA Kelas XI Semester 1 yang telah memuat tulisan saya.

Semoga bisa bermanfaat khususnya bagi siswa/I SMA Kelas XI. :)