Gaya Belajar untuk FiaFiz

Standard

FiaFiz, begitu kami menyebut nama keduanya yang diambil dari panggilan nama mereka Lutfia dan Hafiz.
Memiliki dua balita yang lucu, menggemaskan, membuat suasana rumah ramai.
Ada saatnya FiaFiz bermain bersama, seperti sekolah-sekolahan, masak-masakan, mobil-mobilan, nonton video dan sebagainya. Ada saatnya salah satu atau bahakan keduanya menangis bersama karena berebut mainan atau ada yang mengganggu lainnya.
Begitulah seru dan bahagia bersama dua balita yang satu perempuan dan yang satu laki-laki.
Perbedaan usia 1,5 tahun membuat mereka bisa bermain bersama, sepantaran untuk belajar juga. Apalagi postur tubuh FiaFiz tidak beda jauh.

Sambil bermain dan belajar, saya mengamati cara atau gaya belajar FiaFiz. Untuk Fia yang berusia 4 tahun lebih menyukai gaya belajar auditory. Fia lebih suka bernyanyi. Ketika saya memintanya belajar membaca, Fia menunggu saya untuk mengajari membaca terlebih dahulu baru Fia mengikuti setelahnya. Fia tidak suka menonton dan menyukai ketenangan saat belajar, hanya bicara dan bercerita berdua ibunya bisa banyak hal yang kami pelajari. Fia sering bercerita menggunakan kata “bilang”. Hal tersebut yang meyakinkan saya bahwa Fia memiliki gaya belajar auditory karena lebih mudah menangkap segal sesuatu yang didengarnya. Saya pun membuat sebagian besar hal yang dipelajari Fia dengan nyanyian. Misalnya untuk menghapal huruf Hijaiyah, kata-kata bahasa Inggris-Indonesia, bahkan menasehati dan membangunkannya tidur di pagi hari menggunakan kata yang merdu dan bernada sesuai selera saya, hahahaha…..

Saya coba terapkan hal serupa pada Fiz (adik Fia) tetapi tidak ada pengaruh yang berarti. Karena Fiz lebih suka menonton gadget atau laptop yang berisi tayangan video atau animasi pembelajaran. Ternyata Fiz (2,5 tahun) memiliki gaya belajar dengan tipe visual. Sama dengan Fia, Fiz juga menyukai ketenangan dalam belajar. Fiz bisa betah bermain gadget animasi huruf atau video upin-ipin lalu jika ditanya apa yang telah ditontonnya maka Fiz bisa bercerita dengan detail. Walaupun belum begitu pasih menyebutkan kata-kata tertentu. Pernah kami pergi undangan di gedung A, ketika bulan berikutnya kami melewati gedung A, Fiz bisa ingat bahwa pernah undangan di gedung tersebut bahkan Fiz bisa tau ada perubahan cat pada gedung A, hehehe…

Begitulah hasil gaya belajar kedua anak saya. Belum tahu apakah gaya belajar tersebut nantinya bisa berganti atau tidak karena saat ini FiaFiz masih balita.

Tata Letak Meja dan Kursi Dalam Proses Belajar Di Kelas

Standard

TATA LETAK MEJA DAN BANGKU DALAM PROSES BELAJAR DI KELAS

Kursi dan meja siswa dan guru perlu ditata sedemikian rupa sehingga dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar yang mengaktifkan siswa, yakni memungkinkan hal-hal sebagai berikut:
1.Aksesibilitas: siswa mudah menjangkau alat atau sumber belajar yang tersedia.
2.Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak dari satu bagian ke bagian lain dalam kelas.
3.Interaksi: memudahkan terjadi interaksi antara guru dan siswa maupun antar siswa.
4.Variasi kerja siswa: memungkinkan siswa bekerjasama secara perorangan, berpasangan, atau kelompok.
Lingkungan fisik dalam ruang kelas dapat mejadikan belajar aktif. Tidak ada satupun bentuk ruang kelas yang ideal, namun ada beberapa pilihan yang dapat diambil sebagai variasi. Dekorasi interior kelas harus dirancang yang meungkinkan anak belajar aktif, yakni yang menyenangkan dan menantang.
Formasi kelas berikut ini tidak dimaksudkan untuk menjadi susunan yang permanen. Jika mubeler (meja atau kursi) yang ada di ruang kelas dapat dengan mudah dipindah-pindah, maka sangat mungkin menggunakan beberapa formasi ini sesuai dengan yang diinginkan
1.Formasi Huruf U



Formasi ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Para peserta didik dapat melihat guru dan/atau melihat media visual dengan mudah dan mereka dapat saling berhadapan langsung satu dengan yang lain. Susunan ini ideal untuk membagi bahan pelajaran kepada peserta didik secara cepat karena guru dapat masuk ke huruf U dan berjalan ke berbagai arah dengan seperangkat materi.

2. Formasi Corak tim


Mengelompokkan meja-meja setengah lingkaran atau oblong di ruang kelas agar memungkinkan anda untuk melakukan interaksi tim. Anda dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja untuk susunan yang paling akrab. Jika anda melakukan, beberapa peserta didik harus memutar kursi mereka melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat anda, papan tulis atau layar.

3. Meja Konferensi

Ini terbaik jika meja relatif persegi panjang. Susunan ini mengurangi pentingnya pengajar dan menambahkan pentingnya peserta didik. Susunan ini dapat membentuk perasaan formal jika pengajar ada pada ujung meja.

4. Lingkaran

Para peserta didik hanya duduk pada sebuah lingkaran tanpa meja atau kursi untuk interaksi berhadap-hadapan secara langsung. Sebuah lingkaran ideal untuk diskusi kelompok penuh. Sediakan ruangan yang cukup, sehingga anda dapat menyuruh peserta didik menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil.

5. Kelompok Untuk Kelompok

Susunan ini memungkinkan anda melakukan diskusi fishbowl (mangkok ikan) atau untuk menyusun permainan peran, berdebat atau observasi aktifitas kelompok. Susunan yang paling khusus terdiri dari dua konsentrasi lingkaran kursi. Atau anda dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah, dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar.

6. Workstation

Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium, aktif dimana setiap peserta didik duduk pada tempat untuk mengerjakan tugas (seperti mengoperasikan komputer, mesin, melakukan kerja laborat) tepat setelah didemonstrasikan. Tempat berhadapan mendorong patner belajar untuk menempatkan dua peserta didik pada tempat yang sama

7. Breakout Groupings

Jika kelas anda cukup besar atau jika ruangan memungkinkan, letakkan meja-meja dan kursi dimana kelompok kecil dapat melakukan aktifitas belajar didasarkan pada tim. Tempatkan susunan pecahan-pecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas sehingga hubungan diantara mereka sulit dijaga.

8. Susunan Chevroun

Sebuah susunan ruang kelas tradisional tidak melakukan belajar aktif. Jika terdapat banyak peserta didik (tiga puluh atau lebih) dan hanya tersedia meja oblong, barangkali perlu menyusun peserta didik dalam bentuk ruang kelas. Susunan V mengurangi jarak antara para peserta didik, pandangan lebih baik dan lebih memungkinkan untuk melihat peserta didik lain dari pada baris lurus. Dalam susunan ini, tempat paling bagus ada pada pusat tanpa jalan tengah.

9. Kelas Tradisional

Jika tidak ada cara untuk membuat lingkaran dari baris lurus yang berupa meja dan kursi, cobalah mengelompokkan kursi-kursi dalam pasangan-pasangan untuk memungkinkan penggunaan teman belajar. Cobalah membuat nomor genap dari baris-baris dan ruangan yang cukup diantara mereka sehingga pasangan-pasangan peserta didik pada baris-baris nomor ganjil dapat memutar jursi-kursi mereka melingkar dan membuat persegi panjang dengan pasangan tempat duduk persis di belakang mereka pada baris berikutnya.

10.Auditorium

Meskipun auditorium menyediakan lingkungan yang sangat terbatas untuk belajar aktif, namun masih ada harapan. Jika tempat duduk-tempat duduk itu dapat dengan mudah dipindah-pindah, tempatkanmereka dalam sebuah arc (bagian lingkaran) untuk membentuk hubungan lebih erat dan visibilitas peserta didik.. Jika tempat-tempat duduk itu cocok, suruhlah peserta didik agar duduk sedekat mungkin ke pusat. Berlaku asertif terhadap bentuk ini; sekalipun dianggap barisan lepas dari sisi audotorium. Ingatlah : tidak masalah seberapa besar auditorium dan seberapa banyak audien, anda masih dapat memasangkan mereka dan menggunakan aktifitas-aktifitas belajar aktif yang melibatkan pasangan-pasangan.

Sumber : http://www.blog-guru.web.id/2009/02/mengelola-ruang-kelas.html

YearBook The Expost 2014

Standard

Buku kenangan para siswa yang berisi kumpulan foto akan menjadi saksi ketika siswa telah lulus SMA.
Ini sebagian foto dari 3 halaman yearbook the expost yang saya publish ke blog ini.
Foto yang ada di dapat secara langsung memang dilakukan foto bersama tetapi ada yang sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan moment yang pas dari kejadian di the expost, hehehe…

yearbook the expost1

yearbook the expost2

yearbook the expost3

Semoga dengan adanya yearbook ini bisa mengenang masa-masa indah [putih abu-abu di kelas XII IPA 2 dengan wali kelas Nurita Putranti.

Tugas TIK dan Flash

Standard

Kepada siswa/i SMA Negeri 2 Pontianak kelas XII IPA dan IPS :
Siapkan foto-foto ekskul SMAN 2 Pontianak yang diedit dengan Photoshop.
Atur dengan ukuran 900×150.
Foto tersebut di bawa pada saat pelajaran TIK.
Pertemuan berikutnya di pelajaran Flash digunakan untuk ulangan praktik membuat banner sekolah.
Terima kasih :)

Tips Agar Anak Semangat Belajar

Standard

Berikut ini tips agar anak semangat belajar :

1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.

3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.

4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.

5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

sumber : http://www.pendidikankarakter.com/cara-jitu-menumbuhkan-semangat-belajar-pada-anak/

Empat penyebab sekolah menjadi mandek tidak berkembang

Standard

Originally posted on Agus Sampurno @gurukreatif:

BvCACd4IAAEWEQwPerubahan adalah hak setiap sekolah yang ingin berkembang. Tanpa perubahan maka sekolah akan jalan ditempat dan akan ditinggalkan oleh orang tua siswa. Namun jangan terkejut apabila ada sekolah yang inginnya langsung jadi sekolah yang besar tanpa mau berubah dan menjalani proses. Mungkin sekolah tersebut mau berkembang, hanya saja kalau boleh memilih, mereka ingin perubahannya yang murah, simpel dan langsung bisa berdampak besar bagi organisasinya serta sedikit saja tanpa mesti melibatkan orang lain.

Padahal kita semua tahu betapa berbahayanya keengganan akan perubahan, dengan kata lain sekolah masuk ke zona nyaman. Jika ada organisasi yang inginnya berubah namun jika dibiarkan memilih mereka inginnya tidak mau jauh-jauh dari zona nyaman, maka berarti siap-siap saja sekolah itu akan terasa hambar dan tanpa greget. Kegiatannya rutinitas semata, hanya melaksanakan yang sudah-sudah, itupun kalau biayanya ada, angka keluar masuk (turn over) gurunya tinggi dan muridnya pun makin lama makin sedikit.

Mengapa ada sekolah yang ‘memilih’ untuk…

View original 756 more words