RSS

Foto Keluarga

Zaman digital saat ini sangat mudah untuk berfoto. Tidak hanya ke lokasi foto studio untuk berfoto dan cetaknya. Perkembangan teknologi semakin mempermudah manusia. Kapan pun dan di mana pun bisa berfoto. Baik itu menggunakan kamera digital atau fasilitas yang ada di handphone / smartphone / tablet.

Untuk mencetak foto juga bisa dilakukan sendiri dirumah. Dengan modal printer dan kertas foto yang dijual bebas, foto bisa dicetak. Bahkan sebelum dicetak, foto bisa diedit sesuai keinginan. Banyak aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan pada komputer / laptop sampai android. Begitu mudahnya untuk hal foto, edit dan cetaknya. Kini ada istilah selfie yang berarti foto sendiri. Yakni, orang yang sebagai model ada difoto sekaligus sebagai fotografernya.

Moment penting, lucu dan bahagia sebaiknya didokumentasikan lewat foto. Bisa dalam bentuk file atau cetak. Foto keluarga biasa dipajanh diruang tamu atau ruang keluarga.

Memiliki dua balita yang menggemaskan, sering merekam aksi kucu mereka lewat foto. Hasil jepretan yang banyak dalam bentuk file, dipilih, diedit, baru dicetak dan dipajang. File-file foto yang semakin memenuhi kartu memori bisa dipindahkan ke dvd agar bisa jepret foto baru lagi. Tidak direpotkan dengan gulungab klise atau negatif foto, hehe..

Mari foto bersama keluarga tercinta dan dicetak lalu dipajang dirumah :)

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2014 in cerita, eNPe, eXPi

 

Tags: ,

Komentar Pembaca

Pada kesempatan kali ini saya mohon maaf kepada orang yang telah membaca diblog ini dan memberikan komentar. Karena komentar-komentar yang masuk belum sempat saya balas. Hiks…

Saya membuka android untuk ngeblog lalu masuk ke dashboard, add new post. Pencet sana sini pada huruf dilayar sentuh android sampai jadi tulisan. Baca lagi tulisan lalu edit dan siap dipublish. Nah…selanjutnya android sudah dikuasai dua balita, hehe… saya jadi lupa bahkan tidak ada buka blog lagi ketika telah menyelesaikan dua tulisan di blog. Makanya tidak membalas komentar yang masuk. Maaaaf :)

Memberi komentar diblog merupakan cara untuk berkomunikasi antara penulis dan pembaca. Kritik dan saran, pujian dan makian bisa disampaikan dikolom komentar sebagai tanggapan tulisan yang telah dibaca.

Saya lebih baik tidak memberi komentar, menjadi pembaca setia atau memberikan like pada tulisan daripada menuliskan komentar yang tidak sesuai tulisan.

Kadang, ada orang yang memberikan komentar sekedar say hello atau absen sebagai bukti telah berkunjung ke blog. Jadi komentar yang diberikan tidak sesuai tulisan, atau sang komentator tidak membaca tulisan.

Mari jalin komunikasi yang baik antara penulis dan pembaca :)

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2014 in belajar, blogger, cerita, eNPe

 

Tags: , , , , ,

Penulis, Pembaca, dan Komentator

Komitmen saya untuk belajar dan latihan menulis dimotivasi dengan menantang diri untuk posting 2 tulisan/hari.

Setiap hari ada saja hal yang saya tuliskan. Tema tulisan saya kebanyakan cerita dari pengetahuan yang saya ketahui dan pengalaman yang saya alami. Sesuai dengan judul blog ini. Walaupun saya seorang guru, tidak selalu menulis tentang dunia pendidikan.

Berusaha untuk menulis dari hati. Segera menyalurkan kata yang ada diotak menjadi tulisan yang mengalir begitu saja. Tidak copy paste atau salin tempel dari tulisan orang lain. Masih terus latihan untuk mencari gaya tulisan yang menjadi ciri khas eNPe.

Tulisan yang ada diblog ini bukan tulisan ilmiah, tidak juga tulisan yang panjang. Hanya tulisan ringan untuk berbagi pengetahuan dan pengetahuan kepada pembaca.

Untuk menambah keterampilan menulis agar pembendaharaan kata semakin banyak, saya perlu membaca. Tidak hanya dari buku yang tercetak dan buku digital, alam dan lingkungan sekitar bisa jadi bahan tulisan.

Stok buku yang belum dibaca sudah habis. Waktunya membeli buku baru atau pinjam buku perpustakaan. Saya biasa beli buku secara online http://www.bukukita.com. Jika ada waktu libur, beli buku di toko buku Gramedia. Tetapiiii, saat ini uang belum cukup untuk beli buku. Menabung dulu. Membaca buku diperpustakaan sekolah. Ada keinginan untuk aktif sebagai anggota perpustakaan wilayah tetapi belum sempat berkunjung secara nyata, hehe.

Membaca sebagai alat untuk terus menulis. Jika mulai galau karena kurang ide menulis, tambah banyak membaca maka terbuka pengetahuan dan pengalaman baru. Kalimat yang disampaikan penulis buku, bisa memotivasi saya untuk membuat tulisan baru versi eNPe :)

Selain jadi penulis di blog sendiri dan pembaca tulisan orang lain, saya terkadang jadi komentator. Waktu blogwalking, saya melihat judul, jika menarik, saya lanjutkan membaca sampai habis. Jika ada pesan yang ingin disampaikan, saya menulis komentar. Jadilah saya seorang komentator.

Tetapi tidak semua tulisan saya komentari, sebagai pembaca setia atau memberikan like pun bisa.

Mari terus menulis dan membaca serta ditunggu komentar untuk tulisan saya :)

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2014 in belajar, blogger, cerita, eNPe

 

Tags: , , , , , ,

Bulan Oh Bulan

Pembicaraan tentang bulan pun terjadi antara ibu (I) dan anak balitanya (A).

A : Bu, kok di atas terang, kan sudah malam. Matahari kan tadi sore udah bobok.
I : Langit malam ini terang karena ada bulan purnama.
A : Berarti bulannya dekat rumah kita ya?
I : Iya, makanya kelihatan dari rumah.
A : Kalau gitu, ada bulan Ahmad Yani?
I : Ya, tidak ada. Cuma ada bulan purnama, bulan yang bulat penuh.
A : Kasihan ya, yang rumahnya di Ahmad Yani tidak bisa lihat bulan.
I : Kok tidak bisa?
A : Karena tidak ada bulan Ahmad Yani, kata ibu kan yang ada cuma bulan purnama. Untung rumah kita di purnama ya, bu.
I : ?!@#$&*

Ternyata anak menganggap nama bulan purnama karena rumahnya dijalan purnama, haha..

Percakapan belum selesai.

A : Bu, ambilkan bulan purnama ya? Mbak mau peluk bulan.
I : Mana bisa bulan diambil. Kan tinggiiii banget.
A : Bisa kok. Kan ada kakak yang nyanyi lagu minta ambilkan bulan. Ibu ambil pakai tangga ya.u
I : @#$%&*

Kalimat anak yang jujur dan polos :)

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2014 in cerita, eNPe

 

Tags: , , ,

Kalimat Positif

Perkataan atau ucapan bisa jadi doa. Kalimat positif yang diucapkan lebih enak didengar daripada kalimat negatif. Menggunakan kalimat positif secara terus menerus bisa mengurangi hal negatif. Sugesti juga mempengaruhi perbuatan seseorang.

Contoh sederhana penyampaian kalimat positif dan kalimat negatif yang sering kita jumpai adalah :
Kalimat Positif : Buanglah sampah pada tempat yang disediakan.
Kalimat Negatif : Jangan buang sampah sembarangan.
Dari kedua kalimat di atas, jika sering dibaca atau didengar bisa saja secara tidak langsung masuk ke alam bawah sadar sehingga mudah untuk diingat.

Jadi yang diingat buang sampah pada tempatnya atau buang sampah sembarangan?! :)

Perbandingan Kalimat positif dan kalimat negatif :
Sebaiknya :
Bangun lebih awal agar besok bisa pergi ke sekolah tepat waktu.
Bukan :
Bangun siang terus jadi terlambat pergi ke sekolah.

Sebaiknya :
Duduk saat makan atau minum.
Bukan :
Jangam makan atau minum berdiri.

Mari biasakan memakai kalimat positif :)

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2014 in cerita, eNPe

 

Tags: ,

Kembali Ke Pulpen dan Kertas

Biasanya ketika ada rangkaian kata melintas diotak, jika ada kesempatan saya segera membelai layar sentuh android lalu jadilah tulisan yang siap dipublis atau disimpan sebagai draft. Jika belum sempat menggunakan handphone karena masih ada kesibukan lain, rangkaian kata tadi saya endapkan didalam otak. Saatnya tiba menulis, semua yang mengendap langsung dituangkan, tumpah sekalian latihan menulis cepat dalam satu menit menulis enam puluh kata.

Bagaimana jika ada kesempatan menulis tetapi tidak ada android?!

Apakah rangkaian kata hilang begitu saja tanpa jejak?!

Segera cari kertas dan pulpen. Ya, kembali ke laptop. Ups! Bukan. Bukan. Itu sih gayanya Tukul Arwana. Hehe… Maksud saya, kembali ke pulpen dan kertas sebagai alat untuk menulis.

Kertas sudah ada dan pulpen siap menari-nari di atas kertas, hehe…

Sudah lama saya tidak menulis di atas kertas. Sebelum menulis di komputer / laptop / android, saya suka menulis di buku diary, tentu saja diary menggunakan pulpen dan kertas.

Cerita yang saya tulia dibuku diary tentang pengetahuan yang saya dapat dan pengalaman yang saya alami.

Menulis dikertas secara nyata atau istilah kerennya offline, ternyata asyik. Deretan huruf yang ditulis tidak sama bentuk dan ukurannya, bahkan terkadang tidak jelas tulisannya. Hanya saya dan Allah SWT yang mengerti, lebay, hehe… karena saya menulis dengan huruf rangkai bukan huruf cetak.

Inilah seni dan asyiknya yang didapat jika menulis dengan pulpen dan kertas. Sangat berbeda tampilannya jika menulis langsung di komputer / laptop / android karena semua huruf tersusun rapi, sesuai ukuran, warna dan bentuk huruf sesuai ketentuan.

Beda cara untuk menulis, yang penting terus menulis, menulis dan menulis sehingga jadi tulisan. :)

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2014 in blogger, cerita, eNPe

 

Tags: , ,

Hari Pertama UN SMA 2014

Jadwal hari pertama Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA adalah :

Jam 07.30 WIB – 09.30 WIB
IPA : Bahasa Indonesia
IPS : Bahasa Indonesia

Jam 10.30 WIB – 12.30 WIB
IPA : Biologi
IPS : Geografi

Berdasarkan panduan POS UN, jadwal mengawas para guru tidak boleh sama dengan mata pelajaran yang diampuhnya.

Kalau guru bidang studi Geografi bisa dijadwalkan mengawas di ruang ujian siswa IPA. Begitu juga guru bidang studi Biologi, bisa mengawas diruang ujian IPS.

Tetapi bagaimana dengan guru Bahasa Indonesia?!

Bukankah dijurusan IPA dan IPS ada ujian Bahasa Indonesia?!

Apa guru tersebut tidak boleh mengawas?!

Hal diatas juga berlaku dihari kedua untuk guru bidang studi Matematika dan hari ketiga bagi guru bidang studi Bahasa Inggris.

Kejujuran guru sebagai pengawas sesuai bidang studinya bisa dibuktikan ketika mengawas. Saya yakin para guru seluruh Indonesia akan menjalankan amanah yang ditugaskan sebagai pengawas.

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2014 in belajar, cerita, eNPe

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 109 other followers