Minum Kopi Instan

Kemajuan teknologi semakin mempermudah kehidupan manusia. Sebagai contoh adalah minuman instan. Ada tiga masa yang pernah saya alami untuk minum kopi :
1. Kopi hitam sudah jadi bubuk tinggal diberi gula dan air panas, diaduk sebentar lalu kopi siap diminum.
2. Kopi sachet yang sudah ada campuran bubuk kopi, gula bahkan ada yang menambahkan susu. Jika ingin minum, tinggal memberi air panas, aduk dan bisa minum kopi.
3. Kopi dalam bentuk air yang dikemas dalam botol kecil. Kopi kapan saja dan dimana saja siap diminum. Tidak repot menambah gula atau air lagi.

Begitulah tiga masa minum kopi yang berbeda. Walaupun sekarang banyak tersedia kopi siap minum dibotol tetapi saya masih suka minum kopi dengan kopi hitam bubuk, menambahkan gula dan air panas. Diminum sedikit demi sedikit. Hhmmm nikmat jika diminum ditemani pisang goreng dan cuaca dingin.

Merdeka?

Besok tanggal tujuh belas, bulan Agustus, tahun dua rinu empat belas, tepat enam puluh sembilan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kata MERDEKA sering diucapkan ketika HUT RI setiap tahunnya. Walaupun sekarang Indonesia sudah tidal dijajah aecara wilayah oleh bangsa lain, tetapi tetap saja rakyat Indonesia belum merasakan kemakmuran setelah kemerdekaan.

Merdeka bisa dilihat dari berbagai hal. Bukan hanya belenggu penjajahan negara lain yang menduduki wilayah Indonesia.

Penjajahan saat ini yang sangat dirasakan dalam hal produk atau barang yang digunakan rakyat Indonesia. Banyak barang dari luar negeri yang beredar dipasaran. Harga murah menjadi salah satu alasan konsumen. Barang produksi dalam negeri masih terus berjuang untuk menarik minat bangsa sendiri. Untuk Kota Pontianak banyak barang hasil import dari Malaysia.

Penjualan barang nasional belum “merdeka” dinegeri sendiri. Bahkan ada rakyat yang lebih bangga menggunakan barang luar negeri.

Semoga kita bisa benar-benar merdeka.

satu hari satu tulisan

Dibulan Juli 2014 terseok-seok memenuhi target 2 tulisan / posting per hari.

Berbagai alasan untuk tidak menyalurkan isi pikiran dan perasaan menjadi tulisan :'(

Awalnya memberanikan diri menantang untuk 1 tulisan / hari dan jika berhasil selama 3 bulan berturut-turut, saya naikan jadi 2 tulisan / hari. Target ini belum berhasil saya lakukan selama 3 bulan berturut-turut.

Okelah, daripada memaksa diri menulis dan hasilnya malah tidak ada tulisan yang dipublish.

Tetap dan terus latihan menulis.

Satu hari satu tulisan.

Mari terus menulis :)

Kemdikbud Buka Klinik Guru untuk Konsultasi Kurikulum 2013

Jakarta, Kemdikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan ada dua variabel utama dalam mengukur kualitas pendidikan, yaitu guru dan kurikulum. Tahun ini implementasi kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013, dilakukan secara menyeluruh. Karena itu bagi guru-guru yang telah mengikuti pelatihan namun belum sepenuhnya memahami Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka klinik guru sebagai wadah konsultasi bagi guru.

“Kita sekarang membuka klinik dan konsultasi pembelajaran, Sehingga para guru yang belum mengerti (Kurikulum 2013) bisa nanya ke klinik,” ujar Mendikbud saat diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta di kantor Kemdikbud, Jakarta, (4/8/2014). Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) pun ditunjuk sebagai pengelola klinik.

Klinik guru tersebut, kata Mendikbud, bisa dilakukan secara daring/online, baik di pusat (Kemdikbud), maupun di daerah melalui pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Selain membuka klinik guru, pendampingan pada saat proses belajar mengajar juga dilakukan. Diharapkan, dengan upaya tersebut, pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 semakin meningkat.

Mendikbud mengatakan, guru harus bisa mengajarkan materi dengan baik kepada siswa, sehingga guru harus memahami Kurikulum 2013. Menurutnya, guru yang baik adalah guru yang bisa mengajarkan materi kurikulum dengan sesuai dengan tugasnya, menguasai materi dengan baik, dan bisa menyajikan materi dengan metodologi yang baik pula.

Hingga saat ini, untuk implementasi Kurikulum 2013, Kemdikbud telah melakukan pelatihan bagi 1,3 juta guru, agar pelaksanaan kurikulum mempunyai standar yang sama. “Belum pernah ada pelatihan secara masif dengan standar yang kita tetapkan,” kata Mendikbud. Selain itu, ujarnya, hal kedua yang juga belum pernah ada adalah pencetakan sekitar 250 juta buku secara serentak untuk dibagikan secara gratis ke siswa seperti dalam implementasi Kurikulum 2013. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 139 other followers