eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

Tag Archives: pendidikan

Blog Guru Kreatif

BvCACd4IAAEWEQwPerubahan adalah hak setiap sekolah yang ingin berkembang. Tanpa perubahan maka sekolah akan jalan ditempat dan akan ditinggalkan oleh orang tua siswa. Namun jangan terkejut apabila ada sekolah yang inginnya langsung jadi sekolah yang besar tanpa mau berubah dan menjalani proses. Mungkin sekolah tersebut mau berkembang, hanya saja kalau boleh memilih, mereka ingin perubahannya yang murah, simpel dan langsung bisa berdampak besar bagi organisasinya serta sedikit saja tanpa mesti melibatkan orang lain.

Padahal kita semua tahu betapa berbahayanya keengganan akan perubahan, dengan kata lain sekolah masuk ke zona nyaman. Jika ada organisasi yang inginnya berubah namun jika dibiarkan memilih mereka inginnya tidak mau jauh-jauh dari zona nyaman, maka berarti siap-siap saja sekolah itu akan terasa hambar dan tanpa greget. Kegiatannya rutinitas semata, hanya melaksanakan yang sudah-sudah, itupun kalau biayanya ada, angka keluar masuk (turn over) gurunya tinggi dan muridnya pun makin lama makin sedikit.

Mengapa ada sekolah yang ‘memilih’ untuk…

View original post 756 more words

Advertisements

Sumber : http://www.masilham.com/2014/06/belajar-dari-seekor-lebah.html

Lebah merupakan salah satu hewan yang bermanfaat bagi manusia. Lebah menghasilkan madu yang dapat dijadikan bahan makanan bagi manusia. Bukan hanya itu, lebah juga bermanfaat bagi kita dalam hal kepribadiannya. Mengapa demikian? Lebah memiliki keistimewaan tertentu yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita, selaku manusia yang diberi kelebihan akal dan pikiran.

Dari dulu hingga sekarang, lebah selalu memakan sari bunga yang manis. Tak pernah keliru satu kali pun lebah memakan ampas kedelai atau meminum air comberan, walau saat itu tak ada makanan satu pun ia temui.

Hal ini memberikan kita inspirasi untuk selalu memakan makanan yang baik dan jelas kehalalannya. Halal baik substansinya, maupun cara mendapatkannya. Pastikan bahwa apa yang kita makan adalah makanan yang halal dan bergizi, (dan bergizi itu tidak harus mahal). Jadi, seorang koruptor yang makan dan menghidupi keluarga dari hasil korupsinya, tidakkah ia malu dengan seekor lebah??

Tubuh lebah yang mungil, membuat ia leluasa terbang dan hinggap di mana pun tanpa merusak tempat ia berhenti. Sekecil apa pun sebuah ranting pohon, tak ada yang patah dihinggapi seekor lebah. Lebah tak pernah dapat masalah dan menjadi masalah di mana pun ia hinggap.

Hal ini memberikan kita inspirasi untuk dapat beradaptasi dengan baik di mana pun kita berada. Di mana pun kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang ada. Seperti kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Sebisa mungkin kita menebar manfaat di mana pun kita berada.

Lebah bila tidak diusik atau disakiti, maka akan bersikap bersahabat dan tidak membahayakan siapa pun. Namun, sekali lebah diusik tanpa salah, maka mereka akan mengejar musuhnya tanpa ampun. Walaupun kita sudah terjun ke sungai, tetap saja mereka menunggui kita. Sekali kepala kita muncul dari air, maka mereka akan serentak menyerang dan menyengat tanpa ampun.

Hal ini memberikan kita inspirasi untuk bersikap ksatria. Sekali harga diri kita dihina, dilecehkan, atau direndahkan, maka kita harus bangkit mengepalkan tangan membelanya. Apalagi bila harga diri atau kedaulatan bangsa dan negara kita yang jadi korban, maka kita wajib spontanitas membelanya, walau nyawa taruhannya.

Dari bahan yang berharga akan dihasilkan produk yang berharga pula. Begitu juga dengan lebah, tiada yang dihasilkannya kecuali madu. Madu lebah sangat manis dan mengandung manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan dan pengobatan. Tidak pernah kita dengar ada lebah yang error dan keliru menghasilkan limbah. Karena kelebihan lebah yang dapat menghasilkan madu inilah, Tuhan sampai mengabadikannya dalam kitab suci.

Hal ini memberikan kita inspirasi untuk tidak menghasilkan sesuatu dalam hidup ini kecuali yang berharga dan penuh manfaat bagi orang banyak. Semua profesi menghasilkan suatu produk, baik barang maupun jasa. Bila kita sudah belajar dari lebah, maka tiadalah produk tersebut tersaji melainkan dengan kualitas yang terbaik dan penuh manfaat.

Semoga kita bisa belajar kepribadian dan filosofi hidup dari hewan bernama lebah tersebut, sehingga hidup kita menjadi lebih bermakna dan sukses pun akan semakin dekat dengan kita. Semakin hidup kita bermanfaat bagi sesama, semakin terasa indah hidup ini. [sumber: ceritamotivasiterupdate]


Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com

  1. Badai Berhembus (The Great Wind Blows)

Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.

Langkah-langkah :

  • Aturlah kursi –kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.
  • Pemandu sebagai angin akan mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
  • Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.
  • Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.
  • Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘angin berhembus kepada yang …………. (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)

============================

  1. Lempar spidol

Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bisa dipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hati–hati dan cepat tanggap.

Langkah–langkah :

  • Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing.
  • Minta peserta bertepuk tangan ketika Anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol Anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali.
  • Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : “Mmmmm….!”.
  • Ulangi proses ke–3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks: spidol Anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerak tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ?
  • Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.

============================

  1. Sepatu Lapangan :

Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok.

Langkah – langkah :

  • Bagilah peserta ke dalam kelompok – kelompok kecil ( 5 – 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok.
  • Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di ‘lapangan’ dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit)
  • Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.
  • Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang – orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.
  • Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.

============================

  1. Kompak

Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim.

Langkah–langkah :

  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini
  • Bagilah peserta ke dalam 5 – 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang.
  • Mintalah masing – masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di tengah – tengah kelompoknya.
  • Katakana bahwa permainan ini untuk mnguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kea rah mana saja.
  • Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa – bisa akan memakan korban, maka jika yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran .

============================

  1. Bercermin

Langkah–langkah :

  • Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
  • Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang berdandan.
  • Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

Perihal pendidikan menjadi berbincangan yang hangat dan seru diberbagai media, baik itu media cetak maupun elektronik. Perlakukan buruk oknum dilingkungan pendidikan terhadap anak didik secara tidak langsung akan merusak pendidikan itu sendiri. Tidak hanya bagi lembaga pendidikan atau sekolah tetapi bagi pendidikan seluruh Indonesia. Karakter, sistem pendidikan dan kualitas pendidik menjadi faktor yang harus dibenahi agar pendidikan bisa menjadi eksakalator kemajuan bangsa.

Mengutip ucapan Wakil Presiden Boediono bahwa “bangsa yang maju dan berkesinambungan adalah bangsa yang mengandalkan sumber daya manusia dan pendidikan adalah kunci. Karakter melekat pada hati, sikap, dan pandangan mendasar, sehingga tidak bisa dengan menghapal atau menghitung. Namun, bisa dengan mencontoh. Oleh karena itu, tugas pendidik atau pengajar untuk mendidik dan memberi contoh. Selain karakter adalah integritas, yakni satu kesatuan antara kata-kata dan perbuatan.” Jadi pemerintah, dinas pendidikan, guru tidak hanya memberikan perintah tanpa contoh atau keteladanan yang sesuai dengan perkataan.

Jika pendidikan memiliki sistem yang otomatis maka diperlukan pendidikan yang saling sambung menyambung dari SD sampai SMA. Wajib belajar 12 tahun sudah baik tetapi peserta didik ditanamkan karakter untuk mencari dan menemukan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Bukan sekolah untuk mencari nilai ketuntasan. Untuk apa nilai tinggi tetapi tidak dibuktikan dengan pengetahuan keterampilan yang tinggi seperti nilainya. Kesetaraan kurikulum pendidikan menjadi penting bagi seluruh sekolah atau lembaga pendidikan. Biaya pendidikan sudah digratiskan tetapi belum seluruh rakyat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Beda sekolah, beda kurikulum. Sekolah swasta beda kurikulum dengan sekolah negeri. Tugas bagi pemerintah untuk menganalisis, turun langsung ke lapangan agar bisa memutuskan bagaimana kurikulum yang baik untuk bangsa Indonesia. Tidak sekedar studi banding kesana-sini. Tingkatan kurikulum disesuaikan dengan jenjang sekolah yang ada. Jadi tingkat kemudahan sampai kesulitan suatu materi benar-benar sesuai pemikiran siswa yang bersangkutan. Contohnya saja materi TIK, di SD-SMP-SMA sama ada materi pengolah kata dan pengolah angka. Itu sangat mubazir. Kembalikan mata pelajaran TIK ke kurikulum dengan pergantian materi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Faktor lain yang harus diperbaharui adalah guru atau tenaga pendidik. Kualitas guru setiap tahun ditambah, bukan sekedar ikut pelatihan untuk sertifikat tetapi guru yang bisa berinovasi, kreatif dan memotivasi anak didik. Bukan orang yang cuma transfer ilmu, karena sekarang ilmu bisa saja dicari diinternet. Bahkan sekarang anak didik bisa lebih pintar dari guru. Kesejahteraan para pendidik tetap diperhatikan, disesuaikan dengan unjuk kerjanya. Diperlukan guru dengan semangat dan jiwa pendidik untuk bersama-sama memperbaiki pendidikan Indonesia. Walaupun sekolah dalam keadaan yang tidak layak, jika ada guru yang mau dan mampu mendidik maka pendidikan bisa terus berjalan.

Mari terus belajar dan berbagi untuk perbaikan pendidikan Indonesia. Semoga 🙂


Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2014, komunitas sejuta guru ngeblog dan guru blogger indonesia mengadakan lomba menulis bagi para guru. Tulisan dipublish pada tanggal 2-3 Mei 2014 diblog pribadi. Tema yang diangkat pada lomba ini yaitu “Pendidikan sebagai eskalator kemajuan bangsa”.

Saya sendiri memutuskan untuk ikut lomba tetapi tulisan ini saya tulis tanggal 5 Mei 2014 tetapi di publish untuk tanggal 3 Mei 2014. saya ingin meminta maaf kepada OmJay karena saya tidak menepati janji menulis tanggal 2-3 Mei 2014 sesuai tema lomba karena saya sedang tidak enak badan.

Tidak masalah terlambat, dari pada tidak menulis, hehehe.. Saya akan tetap melunasi hutang, sedikit demi sedikit. Dalam satu hari ini (5 Mei 2014) memacu diri untuk memanfaatkan waktu menulis 6 posting.

Tulisan ini sendiri saya ketik tanggal 5 Mei 2014 dan di publish untuk tangal 3 Mei 2014.


Komunitas Sejuta Guru Ngeblog mengadakan lomba blog guru. Ini lomba kedua yang diadakan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog.

Lomba yang pertama bertema urgensi matpel teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan matpel keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) di sekolah. Pemenangnya pun telah diumumkan pada tanggal 25 April 2014 di blog sejutaguru.wordpress.com.

Lomba kedua ini dalam rangka memeriahkan hari pendidikan nasional, komunitas sejuta guru ngeblog dan guru blogger indonesia akan mengadakan lomba blog yang diposting teman-teman guru di blognya masing-masing pada tanggal 2 dan 3 Mei 2014. Hadiah total senilai Rp. 3.000.000,- (Tiga juta Rupiah), dan peserta tergabung dalam facebook group komunitas guru ngeblog. Tema tulisan adalah Pendidikan sebagai eskalator kemajuan bangsa. 

Cara mengikuti lomba kedua ini mudah, tinggal menulis sesuai tema lalu diposting di blog masing-masing dan link nya di share ke group facebook Komunitas Sejuta Guru Ngeblog.

Omjay selaku Founder Komunitas Sejuta Guru Ngeblog mengundang saya untuk ikut, dan saya telah meng-klik join. Artinya saya akan ikut lomba tersebut. Walaupun belum ada tulisan yang sesuai dengan tema yang dilombakan. Masih ada waktu untuk menulis karena tulisan yang mengikuti lomba diminta posting pada tanggal 2-3 Mei 2014.

Mari baca dan baca sesuai tema lomba untuk membuat tulisan 🙂