Peraturan Menteri Berkaitan Kurikulum & Guru

Peraturan Menteri terkait kurikulum dan guru bisa diunduh pasa link di bawah ini :

1). Permen No. 8 Tahun 2016 Tentang Buku Yang Digunakan Oleh Satuan Pendidikan

2). Permen No. 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Sekolah Bagi Siswa Baru

3). Permen No. 19 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Pintar

4). Permen No. 20 Tahun 2016 Tentang Standar SKL
Continue reading

Advertisements

Kemdikbud Buka Klinik Guru untuk Konsultasi Kurikulum 2013

Jakarta, Kemdikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan ada dua variabel utama dalam mengukur kualitas pendidikan, yaitu guru dan kurikulum. Tahun ini implementasi kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013, dilakukan secara menyeluruh. Karena itu bagi guru-guru yang telah mengikuti pelatihan namun belum sepenuhnya memahami Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka klinik guru sebagai wadah konsultasi bagi guru.

“Kita sekarang membuka klinik dan konsultasi pembelajaran, Sehingga para guru yang belum mengerti (Kurikulum 2013) bisa nanya ke klinik,” ujar Mendikbud saat diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta di kantor Kemdikbud, Jakarta, (4/8/2014). Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) pun ditunjuk sebagai pengelola klinik.

Klinik guru tersebut, kata Mendikbud, bisa dilakukan secara daring/online, baik di pusat (Kemdikbud), maupun di daerah melalui pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Selain membuka klinik guru, pendampingan pada saat proses belajar mengajar juga dilakukan. Diharapkan, dengan upaya tersebut, pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 semakin meningkat.

Mendikbud mengatakan, guru harus bisa mengajarkan materi dengan baik kepada siswa, sehingga guru harus memahami Kurikulum 2013. Menurutnya, guru yang baik adalah guru yang bisa mengajarkan materi kurikulum dengan sesuai dengan tugasnya, menguasai materi dengan baik, dan bisa menyajikan materi dengan metodologi yang baik pula.

Hingga saat ini, untuk implementasi Kurikulum 2013, Kemdikbud telah melakukan pelatihan bagi 1,3 juta guru, agar pelaksanaan kurikulum mempunyai standar yang sama. “Belum pernah ada pelatihan secara masif dengan standar yang kita tetapkan,” kata Mendikbud. Selain itu, ujarnya, hal kedua yang juga belum pernah ada adalah pencetakan sekitar 250 juta buku secara serentak untuk dibagikan secara gratis ke siswa seperti dalam implementasi Kurikulum 2013. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Permendikbud No. 81A Tahun 2013

Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013

Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum

Lampiran 1.  Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan KTSP

Lampiran 2.  Pedoman Pengembangan Muatan Lokal

Lampiran 3.  Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler 

Lampiran 4.  Pedoman Umum Pembelajaran

Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/

Guru TIK Galau (2)

Kualifikasi pendidikan dan sertifikasi guru TIK menjadi kegalauan juga. Sesuai PerMenDikBud No. 068 Tahun 2014, guru TIK haruslah lulusan S1 atau D-IV jurusan teknologi informasi. Jika ada guru TIK yang tidak sesuai latar belakang pendidikan maka kembali mengajar pelajaran yang linier dengan ijasah S1 / D-IV.

Sedangkan guru yang bukan latar belakang pendidikan teknologi informasi tetapi sudah bersertifikasi TIK, maka harus sertifikasi ulang sesuai ijasahnya. Diberi waktu sampai 31 Desember 2016 untuk menjadi guru TIK.

Jalani dan nikmati dulu PerMenDikBud No. 068 Tahun 2014 sampai ada kebijakan baru dari pemerintahan baru, hehe…

Guru TIK Galau (1)

Guru TIK galau karena kurikulum 2013. Pemerintah telah mengeluarkan Permendikbud yang menjelaskan tugas dan kewajiban guru TIK. Walaupun pelajaran TIK dihapuskan, posisi guru TIK tetap diberi peran penting untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Begitu kiranya keinginan pemerintah. Tetapi belum tentu demikian juga keinginan para guru TIK seluruh Indonesia.

Link tentang PerMenDikBud No. 068 Tahun 2014 silahkan klik
http://hukor.kemdikbud.go.id/asbodoku/media/peruu/permen_tahun2014_nomor068.pdf

Guru TIK yang biasa mengajar dikelas atau ruang komputer secara klasikal, berubah menjadi guru Bimbingan Informasi dan Teknologi. Guru TIK diwajibkan membimbing 150 siswa yang setara dengan 24 jam mengajar.

Kegalauan guru TIK pada sekolah minim siswa menjadi susah karena bisa jadi siswa kurang dari 150 siswa. Lebih repot juga membimbing karena tidak ada masuk secara klasikal.

Nanti lagi cerita kegalauan guru TIK. Saya masih bersyukur tahun ini masih mengajar TIK dan mulok komputer 28 jam 🙂

Tes Peminatan Kelas X

Pada kurikulum 2013, penjurusan atau peminatan dilakukan saat kelas X. Untuk tahun pelajaran 2014/2015, tes penjurusan dilaksanakan tanggal 16-17 Juli 2014.

Di SMAN 2 Pontianak, ada 2 peminatan yang tersedia yaitu MIA (Matematika dan Ilmu Alam) dan IIS (Ilmu Ilmu Sosial). Istilah MIA perubahan dari istilah IPA, sedangkan IIS adalah perubahan dari istilah IPS.

Adapun jadwal tes peminatan yaitu :

Rabu, 16 Juli 2014
Jam 08.00-09.30 : Bahasa Inggris.
Jam 09.45-11.15 : IPA.

Kamis, 17 Juli 2014
Jam 08.00-09.30 : IPS.
Jam 09.45-11.15 : Matematika.

Jadi pada tanggal 16-17 Juli 2014 para siswa kelas X mengikuti tes dan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah akan dilanjutkan pada hari Jumat, tanggal 18 Juli 2014.

Semoga hasil tes peminatan bisa sesuai dengan minat yang mereka miliki. Jika tidak bisa masuk dipeminatan yang diinginkan, siswa kelas X masih ada pelajaran lintas minat. Jadi siswa MIA bisa belajar Ekonomi dan sebagainya, sebaliknya siswa IIS bisa belajar Kimia dan sebagainya.