eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

Tag Archives: anak

Zaman now sudah biasa melihat balita atau anak-anak usia pelajar memegang gadget untuk bermain. Game online sangat seru dan menantang untuk terus dimainkan sampai target juara didapat. Komunikasi dengan cara chatting dengan sesama pemain game online untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Semua asyik dan tanpa sadar menyita waktu dan memaksa mata menatap layar gadget.
Baca Selengkapnya

Advertisements

Berikut ini tips agar anak semangat belajar :

1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.

3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.

4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.

5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

sumber : http://www.pendidikankarakter.com/cara-jitu-menumbuhkan-semangat-belajar-pada-anak/


Saya membuat jadwal membaca dirumah, yaitu setelah shalat magrib sampai adzan shalat isya.

Membaca apa saja, bisa Al Quran, Yasin, jika sedang berhalangan, saya membaca buku atau surat kabar atau membaca buku anak-anak sambil mengajari mereka cara membaca. Seperti waktu belajar bersama, jika anak-anak ingin belajar bernyanyi, menulis atau mewarnai maka saya bisa membaca buku atau mengaji tetapi sambil mengawasi mere. Ada juga saatnya saya membimbing mereka membaca huruf latin dan huruf Hijaiyah.

Memberikan contoh kepada anak-anak agar terbiasa membaca walaupun saat ini mereka belum pandai membaca.

Semakin banyak membaca, semakin menyadari bahwa pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masih sedikit. Dengan membaca bisa lancar berbicara dengan sabar, tutur kata yang sopan dan baik. Tidak ada kata “aaa”, “uuu”, “eee” ketika memikirkan kata apa lagi yang akan diucapkan. Begitu pula dengan latihan menulis, semakin mudah memencet deretan huruf di keyboard.

Jadi selalu memberikan input membaca sebagai proses pendewasaan diri menambah pengetahuan dan pengalaman sehingga menghasilkan output dalam berbicara atau menulis.

Saya berharap semoga jadwal yang saya buat bersama anak-anak bisa selalu dilaksanakan. Amiin 🙂

 

 

 


mendidik dengan keteladanan

Buku luar biasa karya Pak Namin AB. Ibnu Solihin. Tulisan yang disampaikan sering kita alamai dan jumpai disekitar kita.

Dibagian awal bukunya, Pak Namin menulis tentang contoh tidak baik yang sering terjadi di masyarakat. Misalnya pada judul “Kitalah yang Memperkenalkannya”, Pak Namin bercerita tentang anak kecil yang merokok, tentu saja ada orang tua yang memberikan contoh terlebih dahulu untuk merokok. Ibu yang sering mengeluh dan memarahi kelakukan anaknya juga jadi bahasan dalam tulisan Pak Namin. Sama halnya dengan cerita Ayah yang hanya shalat Tarawih, Shalat Idul Fitri dan Shalat Idul Adha. Sungguh contoh tidak baik yang diberikan kepada anak-anak. Anak hanyalah meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Selanjutnya, Pak Namin memberi contoh yang dilakukan Sekolah Akhlak, antara lain siswa menghapal Al Quran, shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah. Tulisan yang dahsyat adalah siswa bernama Muhammad Nayif Alkayyisu yang sejak usia 3.5 tahun tidak pernah ketinggalan shalat jamaah di masjid. Subhanallah.

Dibagian akhir diberikan tulisan-tulisan hebat para pendidik yang telah memenangkan Lomba Mendidik dengan Akhlak yang dilaksanakan www.guruberakhlak.com dan www.sekolah-akhlak.com.

Buku yang sangat bagus untuk instropeksi para orang tua, referensi untuk pembelajaran orang tua dalam mendidik.

Orang tua atau pendidik tidak hanya memberi perintah dan marah-marah, tetapi memberi keteladanan jauh lebih baik.

Semoga bermanfaat 🙂


poster-promo-buku

Tanggal 9 September 2014 saya membuka facebook dan ada status Pak Namin yang promosi dua buku beliau.

Saya segera inbox untuk memperoleh informasi lebih lanjut untuk pembelian buku tersebut.

Gambar di ataslah yang diberikan Pak Namin.

Oke, pulang ngajar langsung transfer dan konfirmasi ke Pak Namin.

Rencananya Jum’at kedua buku yagn saya pesan akan dikirim.

Menunggu untuk membaca buku inspiratif karya motivator kreatif 🙂


Pentingnya teladan orang tua terhadap perkembangan dan pendidikan anak. Orang tua tidak hanya memberi perintah dan marah jika anak tidak mengikuti perintahnya. Memberikan contoh atau keteladanan, perbuatan sesuai dengan yang dikatakan. Orang tua juga sebaiknya kompak, satu visi dan misi untuk pendidikan anak. Saling mendukung dan melengkapi antara ayah dan ibu.

Berbagai mainan, gadget dan materi yang lengkap bukanlah cara terbaik untuk mendidik anak. Kebersamaan orang tua dan anak jauh lebih baik. Bukan tugas utama sekolah atau lembaga bimbingan belajar atau pengasuh anak untuk mendidik anak. Tetap tugas orang tualah yang harus dan utama untuk mendidik anaknya. Karena orang tua telah diberi kepercayaan atau amanah oleh Allah SWT dengan hadirnya anak, sehingga dikemudian hari nanti akan diminta pertanggung jawaban orang tua dalam mendidik anaknya.

Bicarakan dengan anak, kapan waktu anak untuk bermain dan belajar atau kegiatan lainnya. Sehingga terbiasa disiplin, memanfaatkan waktu dengan optimal.


Pesan untuk mendidik anak yang sering saya dengar dari orang tua adalah besarkan dan didik anak sesuai dengan zamannya.

Setiap zaman ada anak yang baik dan tidak baik. Berarti, bagaimanapun lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Tetapi yang paling utama dan sangat berpengaruh adalah peran orang tua dalam mendidik anaknya. Jadi tidak hanya lingkungan dan bukan juga zaman saat anak dibesarkan.

Orang tua bukan atasan yang hanya memberi perintah dan marah. Orang tua bisa menjadi sahabat yang baik untuk anak sehingga anak mudah dan tidak segan bercerita apapun kepada orang tuanya. Sehingga orang tua tahu perkembangan dan pergaulan anaknya.

Belajar bersama anak merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Orang tua tidak melepaskan pendidikan anak pada sekolah atau tempat bimbingan belajar saja.

Di era serba digital, tidak sedikit orang tua yang belajar menggunakam gadget atau perangkat teknologi lainnya. Tidak perlu malu belajar dari anak.

Mari terus belajar 🙂