eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

Tag Archives: Amenulis

Alhamdulillah hari ini saya bisa posting tulisan di komputer sekolah.

Ada waktu, niat sejak beberapa hari lalu dan kesempatan jadi tidak akan disia-siakan.

Sudahlama tidak membelai keyboard komputer. Penuh debu. Satu per satu saya pencet tombol di keyboard sekalian membuang debu yang menempel disana.

Seperti yang saya tulis kemarin, saya ada niat untuk membuat kategori baru di blog ini. Saya beri nama MEMOAR. agar mempermudah dalam penggunaan kategori tersebut saya tambah tanda “-” jadi posisi di urutan kategori menjadi paling atas.

Okelah, tidak membuang-buang waktu lagi. selesaikan tulisan ini dan saya membaca kembali 380 judul postingan yang ada di blog ini untuk di kategorikan ke MEMOAR.

Semoga buku MEMOAR juga bisa terbit di tahun ini. Amiiin *ngarep* 😀

Advertisements

Ingin rasanya menambah kategori baru di blog ini.
Kategori khusus yang berisi pilihan tulisan lama atau baru dari blog ini tentang memoar eNPe, atau tulisan ori banget tentang perjalanan hidup saya serta pengalaman sebagai pemula dalam dunia tulis menulis.

Belum ada waktu berjam-jam didepan komputer yang ada koneksi internet. Kemungkinan besar saya lakukan itu di sekolah. Karena dirumah biasa postung tulisan atau ngeblog lewat handphone android.

Perlu waktu khusus untuk memilih 375 tulisan yang telah dipublish di blog ini. Kalau semua tulisan sudah disortir, mudah untuk menambah tulisan baru dikategori tersebut.

Saya belum pasti apa nama kategori baru yang akan dibuat. Bukan eNPe, karena kategori itu sudah ada. Hhmmm…sebaiknya MEMOAR.

Tujuan membuat kategori baru ini untuk mempermudah mengumpulkan tulisan menjadi buku. Ya, menjadi sebuah buku dari tulisan-tulisan diblog. Ini impian saya.

Okelah, tunggu saja waktu yang tepat semoga bisa cepat dilaksanakan membuat kategori baru.


Menantang diri untuk posting dua tulisan per hari menjadi keasyikan sendiri untuk terus belajar dan latihan menulis.

Biasa saya publish tulisan sebelum jam 07.00 pagi. Ya, saat disekolah belum memulai kegiatan belajar mengajar. Jika hari libur, saya publish agak siang, tergantung kapan waktu luang yang bisa digunakan, kecuali tulisan terjadwal. Tulisan kedua saya publish sekitar jam 10an. Waktu istirahat pertama di sekolah. Saya berusaha untul mengatur waktu agar bisa tetap menjalankan tugas sebagai guru dan tidak lupa latihan menulis.

Terkadang siang bahkan sore hari saya belum publish satupun tulisan. Galau, gelisah dan otak terus berpikir apa yang mau ditulis hari ini. Dan diotak belum menemukan paragraf yang panjang untuk diketik. Saya berusaha menahan diri tidak tidur dulu sebelum menulis. Disaat dua balita sudah tidur, saya lebih bebas membelai android. Okelah, tentukan saja judul tulisan.

Ya, trik yang sangat manjur dan sudah sering saya lakukan.

Ketika judul tulisan telah ditentukan. Mulailah menulis kata pertama, merangkainya dengan kata-kata lain sehingga jadi kalimat pertama. Segala sesuatu memang harus dimulai dari yang pertama dan dari hal sederhana. Tanpa terasa jari begitu lancar mencari huruf yang akan disentuh.

Otak yang awalnya tidak tahu mau menulis apa, kini penuh sesak kumpulan kata yang sudah antri ingin segera dituliskan. Bahkan ada yang berdesakan, berebutan kata mana dulu yang keluar untuk ditulis. Jika hal ini terjadi, saya berhenti sejenak, tarik napas dalam-dalam lalu lanjut menulis. Semangat kata-kata yang siap dirangkai memotivasi saya untuk segera menyelesaikan tulisan. Butuh kesabaran ketika menulis dengan android layar sentuh. Kesalahan ketik huruf atau tanda baca yang disebut typo, bisa memecah konsentrasi menulis. Berharap kumpulan kata tidak pergi, hehe.

Tulisan selesai. Hati ini lega, seperti sudah membayar lunas semua hutang.

Mari segera tentukan judul tulisan agar bisa jadi sebuah tulisan.


Biasanya ketika ada rangkaian kata melintas diotak, jika ada kesempatan saya segera membelai layar sentuh android lalu jadilah tulisan yang siap dipublis atau disimpan sebagai draft. Jika belum sempat menggunakan handphone karena masih ada kesibukan lain, rangkaian kata tadi saya endapkan didalam otak. Saatnya tiba menulis, semua yang mengendap langsung dituangkan, tumpah sekalian latihan menulis cepat dalam satu menit menulis enam puluh kata.

Bagaimana jika ada kesempatan menulis tetapi tidak ada android?!

Apakah rangkaian kata hilang begitu saja tanpa jejak?!

Segera cari kertas dan pulpen. Ya, kembali ke laptop. Ups! Bukan. Bukan. Itu sih gayanya Tukul Arwana. Hehe… Maksud saya, kembali ke pulpen dan kertas sebagai alat untuk menulis.

Kertas sudah ada dan pulpen siap menari-nari di atas kertas, hehe…

Sudah lama saya tidak menulis di atas kertas. Sebelum menulis di komputer / laptop / android, saya suka menulis di buku diary, tentu saja diary menggunakan pulpen dan kertas.

Cerita yang saya tulia dibuku diary tentang pengetahuan yang saya dapat dan pengalaman yang saya alami.

Menulis dikertas secara nyata atau istilah kerennya offline, ternyata asyik. Deretan huruf yang ditulis tidak sama bentuk dan ukurannya, bahkan terkadang tidak jelas tulisannya. Hanya saya dan Allah SWT yang mengerti, lebay, hehe… karena saya menulis dengan huruf rangkai bukan huruf cetak.

Inilah seni dan asyiknya yang didapat jika menulis dengan pulpen dan kertas. Sangat berbeda tampilannya jika menulis langsung di komputer / laptop / android karena semua huruf tersusun rapi, sesuai ukuran, warna dan bentuk huruf sesuai ketentuan.

Beda cara untuk menulis, yang penting terus menulis, menulis dan menulis sehingga jadi tulisan. 🙂


Tulisan disertai gambar akan menarik perhatian pembaca.

Kehadiran gambar-gambar yang sesuai dengan tulisan, dapat membujuk agar pembaca lebih betah berlama-lama diblog. Tidak membosankan, ada variasi yang berbeda dipandang mata. Tak hanya deretan huruf yang tampil dihalaman blog.

Apalagi jika gambar yang disajikan berbentuk animasi atau bisa berinteraksi dengan pembaca. Bisa menambah jumlah pengunjung blog.

Jika postingan hanya teks tetapi bisa memberikan gambaran tentang sesuatu yang diceritakan penulis, layaknya pembaca melihat gambar.

Disinilah tantangan bagi penulis agar bisa memberikan deskripsi yang jelas bagi pembaca. Sehingga pembaca bisa memahami maksud cerita yang disampaikan penulis. Pembaca tetap betah berlama-lama melihat halaman blog yang penuh huruf. Pembaca merasa perlu meneruskan bacaannya sampai akhir cerita. Penulis bisa menyajikan tulisan yang membuat pembaca penasaran, dan menikmati cerita.

Saya masih perlu latihan agar tulisan tanpa gambar enak dibaca.


Target menulis dua postingan per hari, membuat saya sering membelai layar sentuh handphone dan keyboard komputer. Lebih sering menggunakan handphone daripada komputer/laptop.

Aplikasi note pad, office pro dan wordpress android saya gunakan untuk memudahkan publis tulisan di blog.

Jika ada waktu luang untuk menulis, saya segera merangkai kata menjadi kalimat lalu di simpan sebagai draft di note pad. Di note pad per file disediakan 1000 karakter. Setelah itu baru dipindahkan ke wordpress. Bisa langsung publis atau skejul.

Jadi saya menulis minimal 1000 karakter, sekitar 100an kata untuk satu file di note pad. Jika di office pro, menulis dalam satu file tidak dibatasi 1000 karakter.

Tetapi saya jarang menggunakan office pro. Rasanya lebih nyaman menggunakan note pad. Jika tulisan saya panjang lebih dari 1000 karakter, maka lebih dari satu file note pad saya gunakan. Di salin dan tempel satu per satu file tersebut ke wordpress.

Mari terus menulis 🙂


Di tahun 2014 saya menantang diri sendiri untuk menulis satu hari satu tulisan. Alhamdulillah, tiga bulan sudah berjalan lancar, berhasil konsisten untuk tetap menulis. Cukuplah waktu tiga bulan untuk membuktikan keseriusan saya dalam hal tulis menulis. Tiga bulan pertama saya umpamakan training atau bisa juga ujian, sebagai langkah awal untuk terus menulis..menulis dan menulis. Karena bagi saya, menulis itu bukan persoalan mampu atau tidak mampu, tetapi mau atau tidak mau. Saya telah mengambil keputusan untuk MAU MENULIS.

Memasuki bulan ke empat atau April 2014 ini, saya memberanikan diri untuk menambah target menulis. Tiga bulan pertama targetnya satu hari satu tulisan, untuk tiga bulan ke depan, targetnya satu hari dua tulisan. Menambah satu tulisan per harinya. Mulai mengatur waktu untuk menulis.

Semoga saya bisa menyelesaikan training tiga bulan ke depan yaitu di bulan April, Mei dan Juni. Amiin 🙂