Streamlining (Penyederhanaan) Pelatihan Guru Sebagai Strategi Pedagogik Guru Dalam Rangka Implementasi Kurikulum. Begitu kalimat awal yang ditampilkan fasilitator dari Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Fasilitator yang mendampingi diskusi ada 2 orang yaitu Pak Darmawan dan Pak Kodrat. Kegiatan pelatihan ini diadakan di Hotel Star. Peserta ada 12 orang yang terdiri dari 4 orangvguru SD, 4 orang guru SMP dan 4 orang guru SMA. Satu hari sebelumnya, para peserta diberi angket seputar pelatihan yang pernah diikuti para guru dalam 5 tahun terakhir. Pelatihan ini menggunakan metode FGD atau Focus Group Disscussion.

Dalam pelaksanaan FGD, fasilitator memberikan pertanyaan pokok yang harus dijawab seluruh peserta yang hadir. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan pelatihan yang pernah diikuti selama 2 tahun terakhir. Adapun pertanyaan yang harus didiskusikan antara lain :

1. apa jenis pelatihan yang diikuti selama 2 tahun terakhir, tempat kegiatan, tanggal/bulan/tahun, penyelenggara pelatihan.

2. pelatihan sesuai kebutuhan?

3. kompetensi pedagogik semakin meningkat?

4. manfaat pelatihan bagi pengembangan keprofesian sebagai guru?

5. respon siswa, rekan guru, kepala sekolah dan stake holdr terhadap perubahan diri setelah menerapkan hasil pelatihan?

6. monitoring dan evaluasi terhadap penerapan hasil pelatihan?

7. lokasi, sarana dan prasarana, narasumber selama pelatihan?

8. dilema yang dihadapi guru dalam mengikuti pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme tetapi meninggalkan siswa di sekolah?

Sekitar 5 jam kami berdiskusi untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Ketika diskusi sudah melebar keluar pertanyaan pokok, fasilitator segera mengambil alih pembicaraan dan menyederhanakan atau menyimpulkan maksud pembicaraan peserta. Sebagian besar peserta mengeluhkan pelatihan kurikulum 2013.

Semoga apa yang telah disampaikan peserta kepada fasilitator bisa disikapi dengan bijak untuk perbaikan pelatihan dimasa depan.

Advertisements