Hidup Sederhana

Mendidik dua balita dirumah perlu hati-hati dan menggunakan cara yang bisa mereka terima sesuai usianya. Keteladanan menjadi hal yang sangat penting, karena mereka lebih cepat meniru apa yang dilihat orang disekitarnya. Follower sejati, hehe..

Cerita mendidik dua balita hari ini tentang hidup sederhana. Saya membiasakan mereka menerima makanan yang disediakan dengan rasa syukur. Selalu berdoa sebelum makan, dengan bergiliran memimpin doa. Tidak memilih-milih menu makanan.

Saya mengajak mereka belanja sayur dan lauk dipasar tradisional. Melihat pasar yang ramai, terkadang jalannya tergenang air dan sedikit kotor. Mereka menyaksikan ibunya memilih sayur sambil memberikan informasi sayur yang ada, bertanya harga, tawar menawar, sampai transaksi dengan pedagang.

Cara yang sederhana untuk mendidik dua balita saya. Mereka bisa mengetahui apa saja yang perlu dibeli, harga yang mahal dan murah dari makanan. Mereka juga bisa memahami jika orang tuanya ada atau tidak ada uang, hehe…

Sebelum pergi ke pasar, saya informasikan apa yang akan dibeli sesuai keperluan. Ketika dipasar, mereka melihat ada yang jual kue-kue atau mainan, minta belikan ini itu. Kalau memang mereka perlu dan saya bawa uang lebih, maka saya belikan tetapi jika tidak perlu dibeli maka saya jelaskan barang yang perlu dibeli atau tidak.

Anak pertama saya yang berumur 3,5 tahun bilang “ibu kalau ada uang, belikan mbak ini ya”.. Kalimat yang digaris bawahi adalah “kalau ibu ada uang”, wkwkwk… Anak kecil omongannya polos dan jujur.

Mari belajar dari hal yang kecil dan sederhana 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s