Kaos Kaki

Bulan Maret 2014 ketika hendak pergi keluar rumah, saya menggunakan kaos kaki. Menyempurnakan diri untuk menutup aurat. Semenjak tahun 2005 saya menggunakan jilbab, saya tidak menggunakan kaos kaki. Alasannya karena kaki saya alergi jika menggunakan kaos kaki. Sudah coba pakai kaos kaki satu kali pakai langsung cuci tetap saja ada bintik merah-merah dan gatal. Berbagai lotion untuk kaki, saya gunakan sebelum memakai kaos kaki tetapi tidak betah lama-lama menggunakan kaos kaki.

Menutup aurat jangan tanggung – tanggung, begitu celetuk rekan kerja yang juga menggunakan jilbab. Kaki ditutup pakai kaos kaki karena perintah Allah SWT menutup aurat kan dari ujung rambut sampai ujung kaki selain muka dan telapak tangan. Berarti kaki juga ditutup. Dengan menggunakan kaos kaki, bisa menghindarkan atau meminimalisir kulit dari keadaan belang. Selain itu juga ikut membantu lawan jenis kita untuk menjaga pandangannya, hehehe…

Sudah seminggu ini belum ada masalah dengan kaki saya. Semoga tidak ada masalah untuk selamanya. Kaos kaki yang saya pilih adalah kaos kaki yang tebal, seperti pemain sepak bola. Bukan kaos kaki yang tipis seperti stocking. Pernah menggunakan kaos kaki tipis, malah gatal-gatal. Lagipula kaos kaki tipis yang warnanya sama dengan warna kulit, aurat akan tetap terlihat.

Jadi sekarang, ketika duduk, jalan, naik tangga atau mengendara motor aurat sudah tertutup.

3 thoughts on “Kaos Kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s