Masuk pada semester genap setiap tahun ajaran, pihak sekolah disibukan perihal verifikasi data siswa kelas XII yang akan mengikuti ujian nasional.

Rekapitulasi data secara berkas sudah disiapkan jauh-jauh hari. Pengumpulan data yang diperlukan antara lain, fotocopy raport semester 3-5 dan fotocopy ijasah SMP serta biodata siswa.

Selanjutnya data tersebut diinput diaplikasi yang telah disediakan dinas pendidikan. Biasanya berupa file perangkat lunak pengolah angka. Sebelum diserahkan ke dinas, data yang sudah diinput lalu dicetak dan diperlihatkan kepada masing-masing siswa untuk memeriksa datanya.

Dari file tadi dikumpulkan ke dinas pendidikan yang nantinya dipergunakan untuk kartu peserta ujian sampai ijasah SMA.

Namanya saja manusia, pasti ada salah. Begitu pula untuj pengetikan data. Misalnya pada field nama, terketik Fadli seharusnya Fadil, atau kasus nama Muhammad. Nama yang biasa dipakai untuk awalan nama siswa laki-laki. Tetapi penulisannya tidak mesti seperti diatas, ada orang tua yang memberikan nama anaknya Mohammad / Muhamad / Muchammad. Jika tidak teliti bisa salah input. Selain itu ada juga kekeliruan di field tanggal lahir. Untuk bulan ke sebelas di kalender Masehi, adalah noVember tetapi bisa saja terketik noPember, hehe…

Perlu ketelitian, kehati-hatian, kondisi tenang, lingkungan mendukung untuk input data dengan setumpuk berkas. Apalagi waktu pengerjaan yang singkat. Pikiran yang kalut ingin segera menyelesaikan kerjaan bisa memudarkan konsentrasi.

Apapun hasil data yang telah diinputkan, verifikasi data sangat penting untuk mencocokan data yang ada dengan data yang sebenarnya.

Advertisements