Pin BB

lKemarin siang, pulang dari sekolah saya mampir ke atm karena persediaan uang cash didompet habis untuk beli susu anak. Biasanya saya ke mesin atm tidak jauh dari sekolah di daerah Sei Jawi tetapi karena sudah kelewatan jalan jadi saya putuskan mampir ke atm daerah Kota Baru yang dekat rumah, disekitar situ juga ada mini market untuk beli susu anak.

Tetapi ditengah perjalanan tiba-tiba saya membelokkan motor dan berhenti di mesin atm dijalan Pancasila. Sebelumnya tidak pernah narik uang di atm tersebut. Masih binggung kok tiba-tiba singgah disitu hehe…Aneh! Okelah tarik saja pintu atm…

Dan…ternyata di dalam ada 2 orang cewek, salah satunya berkata : “Ya Allah,…ita apa kabar?? Berapa tahun dah kita ndak ketemu? Masih kurus nih!”. Suara itu keluar dari mulut Kaka, teman SMA saya. Kami pun bersalaman dan berpelukan.

Inilah rencana Allah SWT kenapa saya belok ke mesin atm itu, untuk mempertemukan saya dengan sobat lama.

Sambil memencet tombol atm, kami terus ngobrol. Kaka membawa anak pertamanya yang berusia 5 tahun, sudah sekolah TK. Anak kedua Kaka masih berusia 1 tahun 2 bulan. Saya pun bercerita sekarang anak saya yang tua usai 3 tahun 6 bulan dan yang kedua baru 2 tahun. Inilah percakapan awal para ibu, tentu saja bicara anak hehehe…

Kaka bercerita kalau bulan Desember tahun lalu, teman-teman SMA yang akrab ada ngumpul. “Kok ita ndak datang?”, begitu kalimat yang dikatakannya. Saya jawab : “tidak bisa, karena waktu itu anak saya yagn kecil lagi sakit”. Kaka pun memaklumi alasan ketidakhadiran saya. Setelah menikah, saya memang tidak pernah ikut reuni dan sejenisnya. Apalagi, kegiatan tersebut biasa dilaksanakan di hari minggu atau malam hari. Tentu saja, saya tidak bisa ikut. Lebih memilih bersama keluarga🙂

Trus apa hubungannya dengan judul “Pin BB” di atas?

Percakapan terakhir sebelum meninggalkan mesin atm adalah : “Minta Pin BB, ta?”, ujar Kaka sambil mengeluarkan handphonenya.  “Tidak ada Pin BB, ita ndak pake BB”, jawab saya santai. “Kalau hp android?” Kaka kembali bertanya. Saya jawab : “Iya, ita pake android, tetapi tidak instal BBM, Line, Kakao, WA, WB, WC, WD dan sebagainya hehehe”, begitu jawaban polos yang saya sampaikan. Kaka pun, pamit pulang duluan bersama anaknya.

Hari gini, ketemu teman lama atau teman baru, hal yang sering ditanyakan adalah Pin BB. Kenapa Pin BB??? Apakah semua orang wajib punya BB/android dengan aplikasi BBM? Begitulah kondisi perkembangan teknologi saat ini. Memiliki BB bukanlah hal yang mewah. Tidak lagi bertanya alamat rumah, nomor hp, email karena BBM dianggap lebih mudah untuk berkomunikasi.

Tetapi saya masih betah menggunakan hp android yang didalamnya berisi aplikasi Islami, Resep-resep, dan aplikasi pembelajaran untuk kedua balita saya. Karena sampai rumah, hp lebih sering dipakai anak-anak. Bahkan file lagu, gambar yang ada di memori card hp kebanyakan pilihan mereka. Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s