30 Tahun

Tulisan ini dijadwalkan publish tepat tanggal 15 Februari 2014. Saat usia saya genap 30 tahun (semoga umur saya benar-benar sampai di usia 30). Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup sampai usia 30 tahun. Tahun (Masehi) berganti, bertambah usia berarti berkurang waktu hidup di dunia. Instropeksi diri, terus memperbaiki diri untuk bekal di akhirat. Tidak ada yang tahu kapan kita akan pergi dari dunia yang sementara ini.

Alhamdulillah di usia 30 ini, saya sudah diberi kepercayaan memiliki satu suami dan dua anak yang menambah kebahagiaan dirumah. Mbak Fia (3 Tahun 6 Bulan) dan Dik Hafiz (2 Tahun), membuat suasana rumah jadi ramai. Sebentar akur main bersama-sama, tetapi beberapa menit kemudian salah satu menangis, disebabkan berebut mainan atau satu diantaranya iseng mengganggu lainnya. Keributan tidak berlangsung lama, berpelukan lagi, main bersama lagi hehehe… Indahnya masa kecil anak-anak yang polos.

Kata orang yang telah dahulu mencapai usia 30, dimulai pada usia 30 tahun, massa otot tubuh mengalami penurunan dan lemaknya bertambah, sehingga massa otot tubuh yang tersisa harus bekerja lebih keras untuk menopang bobot tubuh dan beban aktivitas yang dilakukan. Karena bekerja lebih keras, otot tubuh kita pun mengalami kontraksi. Otomatis bergerak lebih aktif sedikit, tubuh terasa pegal-pegal. Hhmm..jaga pola makan makanan sehat, mengatur stress dengan lebih santai atau bahkan sedikit cuek, istirahat, dan olahraga teratur agar tidak mengalami pegal-pegal, hehehe.. Dengan tinggi 165cm, berat badan 50kg masih tergolong belum gemuk. Setidaknya ini sudah lebih berisi sebab sebelumnya kisaran 42-43 kg. Tidak apalah kurus, yang penting sehat.

Bersyukur..bersyukur dan bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan selama ini. Saat ini itulah yang bisa saya katakan. Terima kasih untuk orang-orang tersayang disekitar saya, suami dan dua anak yang selalu menemani hari-hari saya. Kedua orang tua dan kedua mertua yang saya cintai, semoga selalu sehat dan dilindungi oleh Allah SWT. Saudara dan keluarga besar lainnya, selalu menunggu saatnya arisan untuk menjalin silaturahim dan bercanda bersama. Rekan kerja dan para siswa/I serta teman-teman lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, terima kasih atas hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Maaf jika ada kesalahan yang saya perbuat, baik itu sengaja atau tidak. Semoga hubungan silaturahim kita semua tetap dan terus berjalan selamanya🙂

Belajar tiada hentinya untuk menghadapi masa depan dan menyikapi setiap masalah yang menghampiri dengan bijak. Tidak terhanyut pada duniawi tetapi juga mempersiapkan diri untuk menghadapi masa kekal di akhirat.

Semoga sisa umur ini menjadi barokah dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Amiin…

2 thoughts on “30 Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s