Memoar eNPe (0)

Terinspirasi dari membaca buku Memoar Guru 1-Hope and Dream yang telah dikeluarkan teman-teman guru di IGI, saya ingin mendokumentasi Dream saya ke dalam tulisan. Yang jelas tulisan ini tidak akan ikut audisi Memoar Guru, karena bukunya sudah diterbitkan, hehehe.. Hanya untuk berbagi pengalaman kepada orang lain.


Memoar merupakan catatan atau rekaman pengalaman hidup seseorang; kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yang ditulis dengan menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan pencerita atas peristiwa yg dialami dan tokoh yang berhubungan dengannya.

Berikut pengertian otobiografi dan memoar beserta dengan perbedaannya :

Otobiografi

Otobiografi berbeda dari biografi dalam hal orang yang menuliskannya. Otobiografi ditulis langsung oleh pelaku, sedangkan pada biografi, kisah hidup pelaku dituliskan oleh orang lain. Otobiografi biasanya mencakup banyak hal atau sebagian besar kisah hidup penulis. Jika Anda membaca buku tentang kisah hidup seseorang dari awal hingga akhir, maka Anda sedang membaca otobiografi.Karena berisi uraian panjang, membaca otobiografi mungkin akan terasa membosankan bagi sebagian orang.

Memoar

Memoar biasanya hanya berisi tentang subjek tertentu atau satu titik dalam kehidupan seseorang. Karena hanya bercerita tentang satu peristiwa, penulis bisa lebih berkreasi dalam hal penulisan dan penggunaan gaya bahasa.

Kemiripan

Otobiografi dan memoar merupakan karya nonfiksi yang ditulis untuk menceritakan kisah hidup seseorang. Keduanya sama-sama berbasis pada peristiwa nyata. Namun begitu, terdapat pengecualian pada karya fiksi otobiografi. Fiksi otobiografi disusun berdasarkan peristiwa nyata meskipun detail cerita bisa saja merupakan fiksi atau tidak pernah terjadi.

Perbedaan

Perbedaan antara otobiografi dan memoar memang tipis. Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, otobiografi umumnya mencakup periode waktu yang lebih lama dan dengan demikian, kadang-kadang lebih sulit untuk dibaca.

Info dari salah satu penuils hebat yaitu Nidya Meidhyana, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika menulis Memoar adalah :

  • Menulis Memoar bukanlah menulis biografi atau otobiografi. Yang kita tulis hanyalah sepenggal, boleh sebagian besar kisah hidup yang sangat menarik.
  • Mantapkanlah niat dan tekad hati untuk mentransformasikan segala situasi dan keadaan yang bisa membikin pembaca untuk betah berlama-lama dengan tulisan kita dan tak akan melepaskan sampai halaman terakhir buku yang dibacanya.
  • Penulis boleh membesar-besarkan peristiwa atau lakon dalam kehidupan seseorang tentang sebuah peristiwa memalukan atau menyedihkan, akan tetapi bersifat jujur namun berkreatif dalam merangkai kata akan lebih baik. Apalagi bila ditambah dengan pemuatan atau kutipan karya sastra misalnya berupa puisi, pembaca akan dibawa ke sebuah suasana transedental yang luar biasa. Inilah yang saya sebut dengan fiksi yang melekat di dalam sebuah karya Memoar. Ingatlah beberapa puisi yang ditulis oleh Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi, salah satunya adalah puisi tentang bidadari. Beberapa puisi Asa Putri Utami bahkan di-scan di dalam memoar Asa, Malaikat Mungilku.
  • Menulis Memoar harus datang dari hati dan jiwa. Selain itu juga dapat menjadi hal baik yang menyenangkan dan pengalaman penyembuhan, terutama bagi mereka yang mungkin memiliki tragedi atau trauma di masa lalu. Lebih dari itu, menulis memoar harus membawa misi perbaikan, menceritakan untuk pelajaran, menginspirasi dan memotivasi orang untuk berbuat lebih baik. (dikutip dari sebuah sumber).
  • Mulailah membuat catatan-catatan, siapa tahu suatu saat kita akan dituntut atau dipaksa menulis sebuah Memoar. (Pengalaman saya yang sungguh sangat berharga adalah ketika mendapati anak kedua saya menderita sakit SLE(Lupus), yang ketika di akhir hidupnya dia wasiatkan kepada saya untuk menuliskan buku tentangnya. Dan saya sangat terbantukan oleh catatan-catatan harian, baik yang saya tulis tangan di buku serta saya simpan di Hp ataupun yang mengendap dalam memori otak saya yang Tuhan berikan, Subhanallaah, saya mempunyai ingatan-ingatan yang tajam, akan masa lampau).
  • Hal yang tak terduga adalah oleh sebab kekayaan pengalaman hidup yang kita punya dan apalagi ketika kita mahir saat memainkan kata-katanya, orang akan menyangka bahwa memaoar yang kita tulis adalah fiksi belaka! Boleh-boleh saja orang berpendapat begitu akan tetapi kembali kepada sifat kejujuranlah yang mendasari dalam penulisan sebuah memoar sehingga dapat dipertanggung-jawabkan secara moral.

Okelah, ini pendahuluan untuk motivasi menulis Memoar. Sampai saat ini Memoar eNPe-Dream baru 1 halaman. Jadi tunggu saja kalau sudah selesai, segera saya publish.

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Memoar eNPe (0)

    • Sama-sama pakdhe. Hehehe..ini pertama kalinya ada yg panggil saya “jeng”, biasa panggil “mbak”. Okelah, mari menulis memoar. Ditunggu memoar pakdhe di dunia militernya. Terima kasih sudah bkunjung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s