Pentingnya Komunikasi

Setiap pagi, sang anak diantar ayahnya berangkat ke sekolah, siang hari si ibu yang menjemputnya. Setiap anaknya pulang sekolah, si ibu selalu bertanya gimana pelajaran disekolah, ada tugas dan sebagainya. Dengan santunnya sang anak bercerita tentang kegiatan sekolah hari itu. Si ibu pun senang, pikirnya sang anak terbuka padanya.

Hal tersebut berlangsung terus selama 1 bulan pertama sekolah sang anak.

Tiba saatnya guru memanggil orang tua karena ada hal yang perlu dibicarakan. Menurut pengakuan guru, sang anak tidak masuk kelas selama 1 minggu. Bagai tersambar petir, si ibu sangat terkejut. Tanpa disadari air mata si ibu mengalir terus, merasa telah dibohongi sang anak yang dimatanya sangat sopan dan patuh.

Apa artinya semua cerita indah dan lucu yang diucapkan anaknya setiap pulang sekolah?! Semua hanya fiktif?? Cerita bohong untuk membahagiakan orangtuanya sehingga tidak nampak kalau tidak masuk kelas.

Semua canda tawa berubah menjadi suasana tegang karena emosi ayah yang meledak-ledak karena tahu kelakuan anaknya. Sang anak hanya menangis, entah paham atau tidak dengan semua omelan ayahnya. Si ibu terdiam tanpa sanggup melakukan apapun. T_T

Sang anak takut kepada orangtua yang terkadang kasar padanya, bentakan dan marah yang diterima sang anak membuat sang anak tertekan. Orang tua hanya menginginkan sang anak mengikuti kehendaknya, menjalankan perintah-perintah yang diucapkan orang tua. Terkadang tidak memberikan teladan. Hanya memberikan perintah dan marah-marah. Tidak ada niat sang anak untuk berbohong, hanya untuk membuat senang dan takut dimarah atau dicubit. Luka fisik mudah untuk diobati dan kelihatan mana yang sakit tetapi kalau luka batin (psikis) perlu waktu bahkan bisa saja sulit untuk diobati. Bagai papan yang telah diberi paku, walaupun paku sudah dicabut tetapi lubang bekas paku tetap tersisa. Maaf telah diucapkan tetapi belum tentu dilupakan perlakukan buruk yang telah terjadi.

Komunikasi dalam keluarga sangat diperlukan. Ayah-Ibu-Anak saling bicara tentang suasana hati masing-masing dalam kondisi yang tenang, tanpa emosi sehingga tidak ada yang merasa tekanan batin karena harus mengikuti kemauan orang lain. Orang tua dan pihak sekolah juga aktif berkomunikasi agar orang tua apa yang terjadi di sekolah, bagaimana perkembangan anaknya dan lain-lain. Begitu juga sebaliknya, pihak sekolah perlu tahu latar belakang keluarga siswanya sehingga mudah untuk menangani kelakukan siswa tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s