Baru 60 halaman membaca buku Memoar Guru (Hope and Dream) yang dikeluarkan IGI hasil tulisan teman-teman guru. Dalam buku Memoar Guru 1 para guru bercerita tentang kisah nyata dari masa lalu mengenai cita-cita dan harapan seputar dirinya sebagai guru. Sungguh cerita yang menarik.

Buku Memoar Guru saat ini sudah terbit 2 buku. Editor Klub Guru Menulis IGI lagi mengadakan seleksi untuk menyaring tulisan-tulisan guru untuk buku Memoar Guru 3 (Beasiswa Luar Negeri) dan Memoar Guru 4 (Menghadapi Siswa Bermasalah).

Ingin menulis memoar seperti telah dilakukan teman guru lain. Saat ini saya baru menulis 1 halaman untuk Memoar Hope and Dream. Pastinya tidak akan ikut seleksi karena buku Memoar Guru 1 sudah terbit. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan mengabadikan cerita masa lalu dalam tulisan.

Buku Memoar Guru 2 belum saya baca. Rencananya, saya juga akan menulis dengan tema yang sama dengan Memoar Guru 2 yaitu kelas inspiratif, guru kreatif.

Untuk Memoar Guru 3 yang masih audisi tidak bisa saya ikuti karena temanya tentang true story beasiswa ke luar negeri.

Sedangkan Memoar Guru 4 mengenai menghadapi siswa bermasalah, sepertinya bisa saya ikuti. Bisa diambil dari salah satu kasus selama 6 tahun jadi walikelas. Tetapi saya belum percaya diri untuk menulis memoar seperti yang diterbitkan IGI. Waktu akhir penyerahan naskah mepet, 30 Jan 2014. Dasar penulis pemula, banyak alasan untuk menulis tidak akan ada tulisan.

Tunggu saja tulisan Memoar tentang Dream versi saya selesai, akan segera dipublish disini. πŸ™‚

Advertisements