Uang Saku atau Bekal Makanan?

Perjalanan menuju sekolah pagi ini, saya melewati sekolah dimana beberapa orang tua yang mengantar anaknya sekolah berhenti di depan pagar sekolah. Setelah anaknya turun dari motor, lalu bersalaman, anak masih menunggu beberapa saat orang tua mengulurkan tangan lagi, bukan untuk bersalaman kedua kalinya tetapi untuk mengambil uang saku/jajan. Hahaha…apa di rumah tidak sempat memberikan uang saku/jajan di rumah? Lucunya itu dilakukan oleh beberapa orang tua, berarti sudah menjadi kebiasaan.

Cara yang praktis memang dengan memberikan uang kepada anak untuk jajan demi mengganjal perut selama mengikuti proses belajar di sekolah. Tetapi lebih baik orang tua memberikan bekal makanan dan minuman dari rumah.
Jajanan di sekolah belum tentu sehat. Para pedagang pastilah ingin mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk menjual dengan harga murah, pedagang cenderung memilih bahan baku yang murah. Pewarna kain itu lebih murah daripada pewarna untuk makanan. Selain itu, setiap makanan yang tidak habis dijual harus bisa dijual kembali. Makanya mereka memakai pengawet seperti formalin agar tidak merugi. Makanan yang mengandung bahan berbahaya itu bisa berdampak buruk buat kesehatan dalam jangka panjang. Penyakit gagal ginjal merupakan salah satu penyakit yang disebabkan adanya penumpukan bahan kimia berbahaya di dalam tubuh. Anak-anak juga bisa terkena kanker hati kalau memakan jajanan yang mengandung bahan berbahaya. Sementara, zat pewarna tekstil biasa ditemukan pada jajanan berupa kerupuk, sementara pemanis buatan ditemukan pada minuman berwarna.

Salah satu cara mencegahnya adalah dengan merubah perilaku orang tua pada anak-anak. Daripada memberi uang untuk jajan di sekolah, orang tua lebih baik memberikan bekal makanan kepada mereka, karena lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya. Manfaat membawa bekal ke sekolah antara lain sesuai dengan selera anak, makanan favorit; orang tua membuat bekal dari bahan makanan yang sehat dan segar; hemat waktu karena begitu bel istirahat bisa langsung makan tidak perlu antri membeli makanan.

Sekarang terserah orang tua dan anak, mau pilih yang mana. Uang saku atau bawa bekal dari rumah?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s