Ganti Nilai Kognitif (2)

Melanjutkan tentang siswa yang minta tugas tambahan untuk menaikkan nilai kognitif🙂

Dari permintaan siswa mengganti nilai kognitif, yang saya ceritakan sebelumnya, lucu saja ketika anak mendapat nilai TIK pas KKM langsung protes. Nilai pelajaran lain dapat nilai yang sama, tidak masalah. Apakah TIK dianggap mudah, gampang, sudah biasa menggunakan komputer dan internet lalu dianggap bisa pelajaran TIK dan harus dapat nilai tinggi? Pemahaman yang keliru bahwa pelajatan TIK pasti mendapat nilai tinggi karena siswa sekarang sangat mahir menggunakan komputer, laptop, dan gadget lainnya. Siswa lebih pintar dari guru. Ingat, TIK ada silabus, SK, KD. Jadi siswa yang rajin main game online, facebook, twitter dan sebagainya belum tentu nilai TIK tinggi.

Dengan aturan tentang kelulusan sekolah, siswa jadi berorientasi pada hasil akhir yang tertera diraport. Tidak jarang guru pun mengatrol nilai agar melebihi batas KKM. Demi reputasi dan prestasi yang akan didapat sekolah jika nanti nilai siswanya tinggi.

Raport pun bisa dicetak ulang. Inilah salah satu kelemahan pemanfaatan IT untuk raport. Jaman dulu ketika raport masih tulis manual, tidak ada cerita ganti nilai.

Semoga siswa yang minta tugas untuk menaikan nilai kognitif, bisa lebih menghargai proses belajar mengajar. Tidak hanya mengejar nilai tinggi. Mendapat nilai tinggi TIK juga tidak jaminan bisa sukses kuliah di Jurusan Informatika. Teruslah belajar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s