Rajin menulis banyak rezeki

Malu bertanya sesat dijalan. Pepatah yang sering kita dengar sejak dulu. Efek dari pepatah tersebut, kita jadi sering bertanya untuk mendapatkan jawaban dari sesuatu yang belum diketahui. Padahal tidak hanya dengan bertanya kita bisa mengetahuinya, dengan membaca juga bisa mengetahui banyak ilmu. Dari kecil kita diajarkan untuk mendengarkan dongeng sebelum tidur. Dua keterampilan bahasa yang dibiasakan adalah mendengar dan berbicara. Sementara dua keterampilan bahasa lain yaitu membaca dan menulis kurang biasa digunakan. Orang pun jd lebih suka berbicara drpd menulis. Ala bisa karena biasa. Perlu pepatah tambahan untuk membiasakan membaca dan menulis. Saya mengusulkan bagaimana kalau menggunakan kalimat “rajin menulis, banyak rezeki” hehe…
Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Rajin menulis banyak rezeki

  1. Sangat menarik. Itu mungkin sebabnya manuskrip tamadun melayu kurang di tulis kerana dongeng nya banyak dari yang nyata…apabila kurang ditulis, pembacaannya juga kurang..saya setuju ‘rajin membaca & menulis…’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s