Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pembelajaran. Dengan mempergunakan teknologi informasi sebagai sumber belajar dalam proses belajar mengajar, dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.

Salah satu fenomena menarik dari internet ialah blog. Blog awalnya hanya berupa situs pribadi yang memuat kumpulan link situs favorit pemiliknya dan cenderung hanya sebagai tempat diary online saja. Saya sendiri awalnya menggunakan blog pribadi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar kehidupan. Namun kini manfaat blog sudah berkembang dan saya membuat blog lain khusus untuk pendidikan.

Dari searching rumah mbah google, saya menemukan beberapa blog milik guru dengan topik pendidikan. Melalui blog, setiap orang dapat : mengekspresikan diri, menuliskan berbagai hal: curhat, kegiatan sehari-hari, ilmu pengetahuan, dan sebagainya; berinteraksi dengan orang lain dengan cara saling mengunjungi blog dan menulis komentar di blog orang lain.

Blog berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran. Tulisan-tulisan dalam blog tersebut bisa memperkaya bahan ajar di luar proses belajar mengajar secara tatap muka. Selain itu, melalui blog, materi bisa tersaji lebih menarik dengan grafis, ilustrasi/gambar/foto, animasi, video.

Dengan menggunakan blog para guru dapat memberikan bahan pengajaran, memberikan alternatif cara mengakses sumber-sumber informasi lain secara tanpa batas dan menawarkan sumber pengayaan bahan dari beragam informasi yang sedang berkembang secara cepat setiap harinya. Blog juga sekaligus berfungsi sebagai media interaksi dan berdiskusi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan guru lain.
Dengan blog, proses belajar mengajar juga tetap bisa berlangsung meski guru sedang berhalangan memberikan pelajaran secara tatap muka di sekolah. Misalnya ketika ada tugas mengikuti penataran atau tugas tertentu.

Guru dapat menuliskan materi belajar, tugas, maupun bahan diskusi di blognya, kemudian para siswanya bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. Guru, yang harus memiliki blog, mengharuskan siswa memiliki blog-nya masing-masing, sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Metode ini bisa memacu iklim kompetisi antar siswa, karena tentu saja para siswa ingin blognya menjadi yang terbaik.

Siswa/i di sekolah tempat saya mengajar sudah mengajarkan para siswanya untuk memiliki blog. Sehingga guru dan siswa dapat saling berkomunikasi melalui blog, proses belajar mengajar tidak terbatas hanya pada saat jam sekolah. Daftar blog siswa/I dapat dilihat di link 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Semoga bermanfaat šŸ™‚

Advertisements