Ujian Nasional vs Ujian Sekolah

Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/sederajat telah selesai dilaksanakan. Gembar-gembor dan kehebohan UN pun ikut reda. Para siswa/i kelas XII merasa plong alias lega. Itukah akhir dari perjuangan mereka selama 3 tahun?? Bukankah masih ada Ujian Sekolah (US). Tapi sepertinya tidak seheboh UN. Belum terdengar isu2 negatif bocoran soal atau kunci jawaban yang beredar kepada peserta ujian. Hmmm..sepertinya US ”dianaktirikan” :mrgreen:

US memiliki landasan yang kuat dalam PERMENDIKNAS Nomor 4 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa Ujian Sekolah merupakan kegiatan penilaian dalam bentuk ujian tulis dan/atau praktik untuk mengetahui pencapaian standar kompetensi lulusan pada semua mata pelajaran yang tidak diujikan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional (UN).

Guru yang mengajar mata pelajaran US diberikan tugas untuk membuat kisi-kisi, menulis soal dengan mengikuti kaidah penulisan soal sesuai dengan kompetensi yang dituntut dan materi yang sudah diajarkan, menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dan mempertimbangkan waktu pengerjaan soal. Penggandaan soal dilakukan oleh sekolah yang bersangkutan atau sekolah sub rayon.

Aturan dan sanksi pelanggaran US pun tidak jauh berbeda dengan UN. Memang ada beberapa hal teknis yang berbeda antara UN dan US, diantaranya mengenai LJK (Lembar Jawaban Komputer). Tidak semua sekolah menggunakan LJK untuk US, ada juga sekolah yang menggunakan lembar jawaban manual (masih menggunakan pulpen untuk menyilang jawaban). Selain itu, tidak ada perbedaan soal antara nomor peserta ganjil/genap dengan paket soal A atau B. Semua mendapat soal yang sama. Dan guru kelas xii yang menulis soal US tidak diikutkan dalam mengawas US.

Ada wacana menarik yang saya baca di sini, nilai rata-rata US di sekolah yang baik biasanya lebih rendah dari UN tetapi untuk sekolah yang kurang baik, nilai US para siswanya lebih tinggi dari UN. Hal ini tergantung objektivitas penilaian yang dilakukan pada masing-masing sekolah.

Mana yang lebih baik, hasil US atau UN? Atau UN lebih penting dari US??? πŸ˜†

Semoga bermanfaat πŸ™‚

Advertisements

29 thoughts on “Ujian Nasional vs Ujian Sekolah

  1. Keduanya sama2 penting… yang jelas siswa harus siap berkompetensi dalam bentuk ujian apapun… Kalo jaman qta ada kayak gini mungkin kita juga stres kali ya ta? wkwkwk

    Maju terus

  2. Sepertinya karena tidak samanya standar dalam kualitas ujian antara sekolah2 yang baik dan yang buruk kurang baik, maka diberlakukanlah ujian nasional. Di sinilah kegunaan UN untuk mengukur posisi masing2 dalam peta kependidikan nasional **halaah** agar yang mendapatkan nilai tinggi dari sekolah yang buruk kurang baik tidak cepat ge-er sementara yang mendapatkan nilai buruk dari sekolah yang baik tidak cepat putus asa dan minder…. :mrgreen:

  3. ini 2, 2nya tg bikin Ortu dan Murid :
    dag..dig..dug..
    nggak bisa tidur…
    stressssss
    nggak doyan makan…
    trus…apa lagi ya..????
    sibuk cari BOCORAN …
    h.h..h..h.h.

  4. Salam Kenal Nurita,
    Sepertinya blogger Kalbar neh dan menurut Irfan juga seorang guru.

    Versi saya US atau UN sama-sama pentingnya, tetapi saya juga tidak begitu setuju UN dijadikan patokan kelulusan siswa.

  5. UN terlihat seperti momok buad adik2 yang masih sd,smp,sma, klo US sedikit lebih friendly kelihatanya hehehe
    mereka menyikapinya dgn santai
    πŸ˜€

  6. Sejak anak-anakku SD, ulangan umum saja sudah di buat standar DKI…dan ternyata dari yang keluar diujikan, materinya belum diajarkan di sekolah.
    Sejak itu, saya turun tangan membantu anak-anak belajar.. bisa dari bacaan lain, atau bisa baca dari pengetahuan umum (lewat TV, koran dll)….

    Sebetulnya UN tak akan menjadi hantu, jika orangtua, guru dan murid mempersiapkan sejak dini…saya melatih mereka sejak kelas 1 SD…..saya bersyukur karena melihat perbedaan ulangan umum tsb, dan berpikir jika mau berhasil, maka anak-anakku tak hanya sekedar belajar yang diajarkan di sekolah namun juga mau membuka diri bagi lainnya.

    Mudah2an sharing ini berguna…supaya kita tak terpaku kawatir UN saja…bukankah suatu ketika ingin ke jenjang sekolah terbaik…misal: Taruna Nusantara…terus masuk PTN..dan syukur bisa dapat beasiswa ke LN.
    (catt: di Jepang, anakku kenalan dengan seorang gadis Dayak yang sedang ambil S2 di sana dengan beasiswa…dia berasal dari universitas di Palangkaraya)

    • Terima kasih atas sharingnya, bu. Tingkat standar yang berbeda di setiap sekolah itulah yang menjadikan UN berat. Berbeda daerah,kota,kabupaten sampai dipelosok kan tidak semuanya sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan πŸ™‚

  7. Saya kok malah pro dengan ide meniadakan ujian kelulusan sekolah. Lho? Ya, sekolah tidak perlu pake ujian-ujian segala, tapi sewaktu seorang siswa hendak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi baru dibuat ujian masuk. Jadi, ujiannya cuma ujian masuk saja, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dst. Tapi, siapa ya yang mau mendukung ide gila seperti ini?

  8. salam kenal,
    saya nulis juga tentang ujian sekolah yang sering kali dianggap kurang penting di blog saya
    yang lahir dari keprihatinan terhadap dunia pendidikan kita
    maju terus guru indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s