Cerita UN 2010 (2)

Bagian kedua ini, saya akan ceritakan pelaksaaan UN (Ujian Nasional) dan tingkah laku peserta UN. O ya, bagi yang belum baca bagian pertama, silahkan klik di sini🙂

Apa saja yang terjadi selama kurang lebih 120 menit di ruang ujian? Mari kita bahas bersama *halaah*:mrgreen: Dua puluh menit sebelum pelaksanaan UN, dua orang pengaas dari sekolah yang berbeda memasuki ruang UN. Ada bel 3x panjang yang menandakan peserta UN dipersilahkan memasuki ruang UN. Pengawas pun membagikan LJK (Lembar Jawaban Komputer). Bel 1x pada 5 menit sebelum pelaksanaan berbunyi yang berarti soal bisa dibagikan kepada peserta UN.

Ok, sekarang saat menceritakan apa saja yang dilakukan para peserta UN. Di awal pelaksanaan, mereka serius dalam mengisi identitas pada LJK. Namun keseriusan tersebut belum tentu benar dalam pengisiannya. Masih ditemui peserta yang keliru antara nama yang tertera di kotak dengan huruf yang dibulatkannya. Apalagi bagi peserta yang namanya panjang😀 Kode paket soal dan mata pelajaran yang diujikan pun kadang tidak dibulatkan. Saya pernah menemukan peserta yang mengisi data tanggal lahir dengan mencantumkan tahun lahir 2010. Nah loh?! baru lahir kok sudah bisa ikut UN😆 Disinilah peran para pengawas untuk memeriksa identitas peserta pada LJK yang telah mereka isi.

Setelah mendapatkan soal, berbagai ekspresi diberikan peserta UN. Ada yang bengong, terpana melihat soal UN. Ada juga yang senyum-senyum sendiri bahkan wajah tanpa ekspresi pun tak lepas dari pandangan saya. Berbagai gaya mereka lakukan, posisi senyaman mungkin dalam pengerjaaan soal UN. Satu tangan menopang dagu, sambil garuk-garuk kepala, memegang jidat, membolak-balik lembar soal, menatap lagnit-langit ruang UN, mencari kesempatan lirik kiri-kanan-depan-belakang, dan parahnya ada yang memandangi para pengawas. Mungkin ada jawaban di wajah para pengawas, huehehe… ada juga yang sibuk meraut/menajamkan pensil sampai me-lap keringat di wajah😀

Salah satu pengawas mengedarkan daftar hadir untuk di tandatangani oleh peserta yang hadir. Saya pernah melihat LJK siswa sudah diberi tanda disemua nomor. Padahal baru 30 menit pelaksanaan UN. Kejadian lucu terlihat waktu ujian Bahasa Inggris. Saat sesi soal listening dilakukan pada bagian awal tetapi ada saja peserta yang tidak menyimak listening malah membuka-buka lembar soal di bagian akhir. Weleh…weleh…

Sebelum bel tanda berakhirnya pelaksanaan UN, peserta tidak diperbolehkan meninggalkan ruang ujian walaupun mereka sudah selesai mengerjakan soal UN. Lalu apa yang mereka lakukan??! Merebahkan kepala mereka di atas meja, mencari kesempatan melirik rekan seperjuangan lain untuk mengamalkan sikap saling tolong-menolong, membolak-balik lembar soal, membelai rambutnya yag panjang (peserta perempuan) bahkan asyikl memencet jerawat.

Seandainya pengawas boleh membawa/mengaktifkan hape/alat elektronik lainnya, sudah saya rekam tingkah laku mereka untuk dijadikan film dokumenter, huahahaha…:mrgreen:

Sekian cerita yang dapat saya bagikan selama mengawas UN 2010.

Semoga bermanfaat🙂

43 thoughts on “Cerita UN 2010 (2)

  1. waduh jadi inget waktu uan dulu deh… hehehe.. pada lucu2 malam belajr kilat kayak system sks (sytem kebut semalam) besoknya bablas kabeh gak ada yang muncul hhehehe..

    Makasih Kunjungannya salam sukses

    Mengamankan posisi dulu ahhh Pertamaxxxxxxxxxxxx

  2. Sebenarnya kesalahan nama dan tanggal lahir itu sudah harus diminimalisir dengan mengadakan try out berulang2. Itulah pentingnya try out, dimana siswa dilatih untuk menghadapi soal dan lembar jawaban dengan metode bulat2 yg cukup merepotkan itu.

    Kalo dulu waktu aku jd TPI UN (team pengawas independen), sebelum mulai aku mengharuskan pengawas untuk mengingatkan siswa tentang kehati2an pengisian nama dan identitas lainnya, bila perlu pengawas berkeliling dan melakukan pemantauan (ini diperbolehkan).

    Apalagi pelaksanaan UN di daerah2 terpencil ta, weleh banyak banget kisah lucunya..
    Cerita yang menarik ta… nice post😀

  3. terima kasih sharing ceritanya, bu ita. bisa jadi bekal saya utk mengawasi UN SMP mulai 29 Maret besok., Alhamdulillah, berlangsung tertib dan lancar, ya, bu, meski masih ada peserta yang salah mengisi identitas.

  4. Waduh mbak Ita….. kok metode jawaban komputer zaman sekarang masih nggak jauh beda dengan dua puluh tahunan yang lalu ya, masih menghitam2kan lembar jawaban begitu. Saya dulu juga merasakannya. Tetapi komputer zaman SMA saya dulu masih IBM PC-XT yang primitif banget, belum Intel Dual Core seperti sekarang. Tetapi biar prosesor mengalami kemajuan pesat, tetapi kok metode menjawab lembar ujian dengan menghitam2kan bulatan2 kok nggak berubah ya?? Maunya sih…. di setiap meja ujian siswa ada terminal komputer…. soal ujian ditampilkan di layar lantas siswa memilih jawaban lewat kibor komputer tersebut. Modern kan jadinya, nggak usah menghitam2kan lagi….. **halaah**:mrgreen:

    • Semua harus peduli terhadap pendidikan yang ada di Indonesia tercinta jangan hanya bisa bercerita, namun harus melibatkan diri sebetulnya apa maunya dengan ujian Nasional hari ini, kalau memang itu Ujian Nasional hanya menimbulkan kecurangan disana-sini berarti ada sistem yang tidak benar. Khususnya bagi pejabat yang berwenang jangan hanya sekedar dijadikan proyek bagi-bagi akan tetapi bangunlah pendidikan yang betul-betul membangun jiwa yang tanggung jawab terhadap bangsa dab negara. Kepada pengawas independen harus bertugas yang penuh tanggung jawab jangan hanya sekedar forlitas karena memenuhi proyek tapi lakukanlah dan catat semua kejadian dan sampaikan kepada panitia untuk perbaikan agar lulusan anak-anak kita mampu membenai kondisi negara hari ini. Kepada pengawas ruang laksanakan tugas yang penuh tanggung jawab jangan mengikuti keinginan penyelenggara ujian di sekolah, maka cek dulu lembar LJK terlebih dahulu adakah LJK yang sudah dikasih tanda, jika terjadi laporkan ke pengawas independen, jangan malah ikut mendukung. Kedepan Ujian Nasional jangan dijadikan ketentuan lulus, maksud ujian nasional tidak perlu dihapus tetapi sebagai NEM saja.

  5. Usul bu guru…

    Ga usah ada UN. Gak meningkatkan potensi dan prestasi malah menanamkan budaya lipstik, menipu diri dan gerakan kotor nasional antara elemen-elemen pendidikan… Sungguh2 mendidik generasi penerus menjadi tidak semakin baik…

    uih … maaf over semangat kritiknya,,
    salam kenal.. blogwalking.

  6. Semua harus peduli terhadap pendidikan yang ada di Indonesia tercinta jangan hanya bisa bercerita, namun harus melibatkan diri sebetulnya apa maunya dengan ujian Nasional hari ini, kalau memang itu Ujian Nasional hanya menimbulkan kecurangan disana-sini berarti ada sistem yang tidak benar. Khususnya bagi pejabat yang berwenang jangan hanya sekedar dijadikan proyek bagi-bagi akan tetapi bangunlah pendidikan yang betul-betul membangun jiwa yang tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Kepada pengawas independen harus bertugas yang penuh tanggung jawab jangan hanya sekedar formalitas karena memenuhi proyek, tapi lakukanlah dan laksanakan catat semua kejadian dan sampaikan kepada panitia untuk perbaikan agar lulusan anak-anak kita benar-bnar murni dan jangan sampai ternoda oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi mempertahankan jabatannya, sehingga anak-anak kita mampu membenai kondisi negara hari ini. Kepada pengawas ruang laksanakan tugas yang penuh tanggung jawab jangan mengikuti keinginan penyelenggara ujian di sekolah, maka cek dulu lembar LJK terlebih dahulu adakah LJK yang sudah dikasih tanda, jika terjadi laporkan ke pengawas independen, jangan malah ikut mendukung. Kedepan Ujian Nasional jangan dijadikan ketentuan lulus, maksud ujian nasional tidak perlu dihapus tetapi sebagai NEM saja.

    • bercerita utk berbagi tidak ada salahnya. Insya allah bermanfaat utk perbaikan di tahun berikutnya. Hanya memerintah dan menyalahkan pun tidak ada gunanya😀 Semua saling mendukung utk perbaikan mutu pendidikan🙂

  7. Saya jadi ingat ketika SMP saya berkoalisi menjawab dengan teman sebangku dan kawan di bangku depan kami yang lebih pintar. Namun mungkin karena saya memiliki penguasaan ketenangan diri lebih tinggi, jadilah saya paling aman dari hukuman guru pengawas hehehheh

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s