Bertemu guru sekaligus blogger Jakarta

Seminar Aplikasi Pembelajaran Kreatif Berbasis ICT menjadi sangat penting bagi saya karena pembicaranya adalah guru saya di dunia maya. Seorang guru kreatif, yang telah saya kenal sejak selesai kuliah akta 4.

Suasana sepi, bosan, tidak bersemangat berubah menjadi ramai, seru dan peserta aktif mengikuti seminar. Begitu reaksi yang terjadi setelah seminar sesi kedua dibuka oleh Pak Agus Sampurno. Memang pantas beliau sebagai guru kreatif.

Pak Agus menggunakan yel2 “yes-hai” dan games ibu jari-jari kelingking untuk mencairkan suasana. Sesi pemotretan pun tak lepas dari kamera yang beliau bawa.

Saya ceritakan secara singkat materi yang disampaikan Pak Agus Sampurno :

Semua profesi sekarang sudah bergaul dengan teknologi. Tidak heran lagi jika ada tukang bakso yang berjualan sambil menggunakan handphone. Atau tukang ojek yang menggunakan situs internet untuk mempromosikan jasa ojeknya.

Penggunaan internet hanya tiga puluh persen sisi negatifnya. Oleh karena itu mari kita semakin mengakrabkan kepada teknologi. Hal tersebut untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman yang tanpa batas di dunia maya.

Beliau menjabarkan sifat2 guru kreatif yaitu : reflektif, terbuka, ingin tahu, intropektif, mau mencoba, mandiri, percaya diri, tanggap, senang bermain, punya hati, bersimpati, menghargai keberagaman, ekspresif, fleksibel, spontan.

Hal sederhana yang sering terjadi di sekitar kita adalah yang belajar di sekolah adalah siswa. Sebenarnya tidak hanya siswa tetapi kepala sekolah, guru, orang tua, masyarakat harus juga terus belajar.

Sertifikasi guru sudah dilakukan pemerintah untuk menjadi guru lebih profesional. Tetapi ada dua tipe guru yang terjadi saat ini, yaitu guru pegawai dan guru profesional. Guru pegawai akan melakukan apa yang disuruh atasan dalam ruang lingkup pekerjaan, sedangkan guru professional akan melakukan sesuatu karena kompetensi-keyakinan dan kesadaran masa depan.

Teknologi itu gerbang untuk belajar bidang/hal yang lain. Lakukan dan lakukan terus, jangan takut untuk mencoba dan belajar. Namun efek samping teknologi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Maksudnya dengan teknologi, orang menjadi kurang sosialisasi terhadap lingkungan nyata di sekitarnya. Tetapi menjadi sangat akrab dengan orang yang letaknya berjauhan dari tempat tinggalnya.

Saat ini siswa-siswi kita menyukai melakukan pekerjaan dengan multitaskking (secara bersamaan) misalnya dengan mendengarkan musik atau menonton tv; menyukai gambar dibandingkan teks; lebih suka games dibandingkan hal yang seruis. Tidak ada istilah siswa yang bodoh karena setiap siswa memiliki karakteristik masing2 (visual, auditori,kinestetik) dan mempunyai kecerdasan yang berbeda (kecerdasan majemuk).

Catatan penting bagi para guru, mendidik bukanlah mencari kesalahan tetapi mendidik adalah membangun kesadaran. Wibawa guru tidak akan hilang hanya karena bertanya pada siswanya. Belajar teknologi dengan siswa kita, hidup dengan teknologi. Menggunakan teknologi di kelas adalah masalah pola pikir.

Never old to learn

Semoga bermanfaat.

14 thoughts on “Bertemu guru sekaligus blogger Jakarta

  1. Sudah saya duga pasti Ita menulis laporan yang komprekensif dari seminar yang kemarin.
    Terima kasih banyak Ita atas laporannya.
    Senang bisa mengenal dan bertemu langsung dengan guru muda penuh semangat dan inovasi seperti Ita.

  2. Pingback: Bertemu rekan guru dan sesama blogger di Pontianak « Guru Kreatif. Creative Teacher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s