Cihuuuuuuuy, dapat kiriman buku lagi dari abah.

Sebelumnya, abah pernah mengirim buku ini.

Terima kasih banyak abah…

Selain saya, pak sawali juga mendapatkan kiriman buku yang sama. Beliau telah posting duluan di sini.

Dalam buku menulis dengan gembira, abah kembali memberikan kata-kata motivasi untuk terus menulis..menulis..dan menulis. Menulis itu mudah! Hal pertama dalam menulis adalah tulis saja apa yang ada dipikiran, tanpa perlu mikir bagus atau tidak. Keluarkan semua dalam bentuk tulisan. Intinya adalah membangun self-image.

Kalau membangun gambaran diri sebagai orang bego, dilengkapi embel-embel status sosial serba minus, wajar saja self-image yang terbangun tidak positif. Tidak heran, kalau keluar kesimpulan, menulis itu sulit, sangat sulit. Konsep yang dipatenkan di pikiran menulis itu sulit, ya sulitlah jadinya.(halaman 20)

Jika kita mikir negatif; menulis itu sulit maka pasti akan sulit. Saya pernah membahas tentang apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Baik itu negatif atau positf. Jadi tidak ada istilah menulis menunggu mood, mantapkan self-image dan menulislah; begitu kata abah.

Berikut ini saya kutipkan lagi kalimat yang sangat penting dalam hal tulis menulis :

Karena itu, menulis ya menulis saja. Kalau ditanggap, syukur. Kalau dicaci, ya apa boleh buat, dan Alhamdulillah. Kita dapat belajar, menjadikan cacian sebagai pemotivasi. Yang jelas, menulis bukan karena hendak dipuji atau diperhatikan. Menulis karena memang inign menulis, dari dalam diri. (halaman 71)

Untuk menulis, kita perlu banyak membaca sebagai input lalu diproses oleh pikiran dan siap kan output tulisan. Segala hal bisa kita tulis. Semua kejadian bisa menjadi bahan tulisan. Mari menulis..menulis….dan menulis dengan gembira tentunya.

Setelah membaca buku abah ini, saya menjadi lebih plong untuk menuangkan apa saja yang ada di pikiran, di hati agar tersimpan dalam bentuk tulisan. Kenangan kejadian yang saya lewati akan dinikmati kemudian hari dalam tulisan-tulisan yang sederhana n sesuai gaya eNPe, hehehehe…

Pesan khusus untuk abah, kalau lain waktu mengirimkan buku lagi, kalau bisa tolong sertakan tanda tangan abah, kekekeke..

Terus menulis..menulis…dan menulis!

Advertisements