Polisi Tidur?!?

Sebelumnya saya pernah tampilkan percakapan ancor lebor seorang bapak n anaknya. Kalau belum baca silahkan klik ini.

Kali ini percakapan sederhana ibunda dengan ananda pada saat ibunda menjemput ananda pulang sekolah…

Dengan kecepatan 40km/jam ibunda mengendarai sepeda motor dan membonceng ananda tercinta. Mereka sambil ngobrol diperjalanan. Ketika ada polisi tidur *semen ato aspal yang dibuat agak tinggi*, ibunda mengurangi kecepatan.

Ananda : Bu, kok barusan jalannya pelan?

Ibunda : Iya, tadi kan kita lewati polisi tidur jadi ibu kurangi kecepatan.

Ananda : Dari tadi saya tidak melihat polisi *binun mode on*

Ibunda : Pas kita jalan agak pelan tadi, kan ada tanjakan kecil. Nah itu namanya polisi tidur

Ananda : Polisi tidur?? Setiap hari dilewati kendaraan polisinya tetap tidur, kok nggak bangun2? Berarti bukan polisi tidur donk tapi polisi mati. Coba bunda tanya sama pak polisi…

Ibunda : Ok lah, ntar bunda tanya sama pak polisi dulu…

Terkadang kepolosan anak kecil bisa membingungkan orang dewasa. Pernyataan n pertanyaan yang dilontarkan anak2 bisa membuat orang dewasa kewalahan bahkan tidak menyangka anak sekecil itu bisa ngomong gitu.

Sebagai orang dewasa kita harus terus belajar..belajar..dan belajar! Untuk menjalani hidup, selalu ada ilmunya. Tidak jarang orang tua merasa telah lama mengarungi kehidupan banyak makan asam garam jadi lupa untuk belajar. Satu hal yang penting adalah bahwa belajar tidak hanya di bangku sekolah, dari anak kecil atau lingkungan sekitar pun kita tetap bisa belajar.

Never Old To Learn!

Btw, sapa yang bisa bantu ibunda untuk kasi penjelasan ke ananda ttg polisi tidur n polisi mati??? :mrgreen:

16 thoughts on “Polisi Tidur?!?

  1. Bukan Polisi Mati, tapi… *ngga jadi ah takut kena somasi*

    Setuju!
    Orang sukses belajar dari kesalahannya.
    Presiden belajar dari rakyatnya.
    Orang tua belajar dari anaknya.
    Guru belajar dari muridnya.

    Makanya,
    Gurunya orang sukses: kesalahannya
    Gurunya presiden: rakyatnya
    Gurunya orang tua: anaknya.
    Gurunya guru: muridnya.

    *hehehe…8x ngomong apaan sih daku*

    =========
    setuju mang, terapi kesalahan baik utk pembelajaran πŸ˜€
    jadi kalo mau jadi presiden kudu belajar merakyat dulu ya πŸ˜‰

  2. dari awal sudah terjadi salah kaprah…
    banyak orang bilang polisi tidur… nah saat ada kepolosan “menggugatnya” ternyata kita gagap dalam menjawab.

    kadang kita mengajarkan sesuatu yang belum tentu benar buat orang lain tetapi kita merasa hal itu benar (untuk diri kita)…

    *nyambung ga yah komentarnya* hehehehe

    ========
    begitulah yang terjadi, kita sering “latah” pada saat menjelaskan pada anak2.
    komentarnya nyambung kok πŸ˜›

  3. anak2 memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bu ita. saya sendiri sering nggak mampu menjawab pertanyaan anak ke-3 saya yang sekarang duduk di kelas I SD. sulit mencari jawaban yang tepat yang bisa diterima oleh logika anak2. baru belajar nih, bu, hehehehe πŸ˜†

    =======
    huehehhee, ntar kalo ita dah punya anak bisa belajar dari bapak donk πŸ˜€

  4. Habisan kasih namanya “polisi tidur” jadinya si anak bertanya terus. Coba dikasih nama “kuburan ular” pasti si anak akan puas dengan jawaban tersebut! Huehehe…. :mrgreen:

    ========
    wakakakakak…ide bagus pak, ntar kalo ada tanya lagi, ita blg itu “kuburan ular” πŸ˜›

  5. harus nya ganti jadi speed reducer block…. di indonesia kan jadi blok pengurang kecepatan, dan disingkat jadi BloPeK :p

    ==========
    thx atas masukannya πŸ˜›

  6. Hahaha…
    Jadi ingat kuis “Masa kalah sama anak-anak”.

    ==========
    hahahaha..kuis itu penting loh bagi orang tua jadi bisa belajar dari anak2 πŸ˜€

  7. He..he..he.Namanya juga anak kecil ya Jeng. Anak saya aja pasti nanya gitu deh. Padahal dijelasin juga gak paham sama sekali…

    =========
    iya, bu. begitu lah anak2. ntar anak saya gmn ya??? *nah loh kok jadi ke situ* :mrgreen:

  8. Itu tanda anak yang cerdas…
    Kesempatan ortu untuk memberikan jawaban yang pas…
    Misalnya….
    “Ini cuman namanya aja yang sama dengan pak polisi Nak, tapi ini bukan polisi beneran..”
    Heheh… serius amat ya…

    ========
    memang anak skrg byk yg cerdas n berpikir kritis. jadi orang tua harus pandai2 dalam memberikan jawaban. hmmm…jawaban Anda boleh juga *serius mode on* πŸ˜€

  9. hehehehe pemikiran anak mbak sama dengan pemikiran saya pas kecil mbak πŸ˜€

    ========
    weks…itu bukan pemikiran anak saya*belum nikah euy*..itu cm cerita ringan biasa aja πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s