• Perilaku seks bebas yang dilakukan remaja modern baik dengan pasangannya (pacar) maupun dengan kekasih gelapnya *nyontek dari Peter Pan Ungu*, telah menambah kasus remaja hamil di luar nikah. Solusi persoalan di atas antara lain : menggugurkan kandungan, membesarkan kandungannya lalu membuang bayi setelah melahirkan dan lebih parah adalah menikahkan anak itu sebelum kandungannya membesar yang lebih dikenal MBA (married by accident). Na’udzubillah..

    Menikahkan anak karena “kecelakaan” sudah menjadi tren n budaya. Zina sudah dianggap “zamannya”. Akibat “pernikahan dini” tersebut akan lahir bayi2 luar biasa karena yang dikandung lebih pendek waktunya. Bayangkan! Baru nikah enam bulan sudah melahirkan. Itu bayi yang benar2 luar biasa! Seingat saya, dulu waktu pelajaran Biologi n Agama diberi tahu bahwa usia kandungan normalnya sembilan bulan sepuluh hari. Apa karena skrg zaman serba instant jadi usia kandungan pun ikut instant..
    Orang tua skrg menikahkan anaknya karena hamil untuk menutup aib. Pernikahan itu hanya kedok bukan berlandaskan kesadaran untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
    Pernikahan dini sendiri sebenarnya adalah penikahan yang dilaksanakan pada usia yang masih relatif muda. Misal, pasangan yang akan menikah masih kuliah *study blm selesai* tapi mereka menikah dengan landasan fisabilillah.
    Tren pernikahan dini *bukan MBA* masih pro dan kontra. Kadang, orang tua menginginkan anaknya lulus sekolah *sekolah setinggi2nya*, dewasa atau mapan dulu. Ada kekhawatiran terhadap gagalnya study, cepat bercerai *karena masih blm cukup umur* dan ekonomi sulit *blm kerja*. Namun anak berhak menyelamatkan dirinya dari perzinaan.
    Untuk menikah dini memang tidaklah mudah. Terlebih lagi ekonomi Indonesia yang tengah terpuruk, dianggap akan menyulitkan kehidupan rumah tangga. Namun tanpa disadari bahwa keterpurukan ini muncul sebagai akibat mentalitas rakyat Indonesia yang senang topang dagu, cenderung malas berpikir keras untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Nah loh kok jadi membahas ttg ekonomi?!
    Saya sendiri blm menikah *lah kok sok2an membahas pernikahan dini?* jadi belum pengalaman untuk membahas lebih lanjut bagaimana hasil pernikahan dini. Tapi setidaknya pernikahan dini banyak mendatangkan manfaat *dari pada nambah dosa dgn MBA*. Insya allah.
    Silahkan bagi Anda yang telah menikah *atau melakukan pernikahan dini* untuk berbagi pengalaman. Yang belum nikah juga boleh berbagi pengetahuan. Thx.
    Wallahu’alam.

  • Advertisements