Dua minggu ini ada acara pernikahan di tetangga kiri dan kanan rumah. Ada 2 bagian dari prosesi pernikahan yang begitu menarik perhatian.

Pertama, saat rombongan mempelai pria datang dan disambut oleh keluarga besar mempelai wanita. Sambut menyambut dengan pantun pun dilakukan. Sungguh indah rangkaian kata yang diucapkan perwakilan kedua mempelai. Subhanallah. Hmmm..apa tradisi seperti itu juga terjadi di kota lain? Pantun merupakan kebudayaan yang harus dilestarikan. Bukan begitu Pak Sawali?

Kedua, detik2 menegangkan saat ijab Kabul berlangsung. Setelah saksi mengatakan SAH, kebahagiaan terpancar dari wajah kedua mempelai beserta keluarga dan undangan yang hadir. Tetesan air mata mengalir tanpa mampu dibendung. Sungkeman & salaman dari kedua mempelai diiringi isak tangis, terharu namun bahagia.. Hmmm..apa sesi ”basah” (baca:menangis) juga merupakan tradisi *yang patut dilestarikan*? Hehehe.. yang jelas air mata itu keluar sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mempersatukan kedua mempelai.

Wallahu’alam

Eits…ada yang ketinggalan. Kyknya selain kedua hal di atas juga ada sesi yang sangat berkesan. Apa hayooo…?!? Saat tuan rumah mempersilahkan para tamu untuk makan2, huahahaha…

Advertisements