Tradisi Pernikahan

Dua minggu ini ada acara pernikahan di tetangga kiri dan kanan rumah. Ada 2 bagian dari prosesi pernikahan yang begitu menarik perhatian.

Pertama, saat rombongan mempelai pria datang dan disambut oleh keluarga besar mempelai wanita. Sambut menyambut dengan pantun pun dilakukan. Sungguh indah rangkaian kata yang diucapkan perwakilan kedua mempelai. Subhanallah. Hmmm..apa tradisi seperti itu juga terjadi di kota lain? Pantun merupakan kebudayaan yang harus dilestarikan. Bukan begitu Pak Sawali?

Kedua, detik2 menegangkan saat ijab Kabul berlangsung. Setelah saksi mengatakan SAH, kebahagiaan terpancar dari wajah kedua mempelai beserta keluarga dan undangan yang hadir. Tetesan air mata mengalir tanpa mampu dibendung. Sungkeman & salaman dari kedua mempelai diiringi isak tangis, terharu namun bahagia.. Hmmm..apa sesi ”basah” (baca:menangis) juga merupakan tradisi *yang patut dilestarikan*? Hehehe.. yang jelas air mata itu keluar sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mempersatukan kedua mempelai.

Wallahu’alam

Eits…ada yang ketinggalan. Kyknya selain kedua hal di atas juga ada sesi yang sangat berkesan. Apa hayooo…?!? Saat tuan rumah mempersilahkan para tamu untuk makan2, huahahaha…

34 thoughts on “Tradisi Pernikahan

  1. klo sesi pertama & kedua itu udah biasa. nach yg ketiga ini baru luar biasa (luar biasa ditunggu-tunggu) hehehe. buat yg mau nikah selamat dech…

  2. hehehe, 2 kali nganterin abg ke rumah calon istrinya sambil bawa’ “Roti Buaya” lengkap ada Pak Aya’, ada Bu Aya’ dan anak2nya nangkring di Pundak Bu Aya’.

    Kalo inget kayak gini, jadi pengen juga, cman bukan yang nganterin tapi jadi yang dianterin hehehe

  3. hm…iya nih dah mulai posting sesi2 menegangkan….dah mulai countdown ke πŸ˜›

    #fi
    siap2 jadi pagar ayu fi… πŸ˜€

    #iko
    pengen dianterin ko?dah gede gt…masa nggak brani pergi sendiri sih….. πŸ˜›

  4. wahhhhhhh, kire tadi nak ngomongkan tetangganye antara tetangga kiri dan kanannnnnnnnnnnn. Jadi, kapan nih tetangganya antara tetangga kiri dan tetangga kanan??????

  5. # adhit
    yang ketiga itu paling penting, dhit.
    btw, sape yang mau nikah? πŸ˜€

    # ridu
    doain aja…

    # motosuki
    no komen πŸ˜›

    # pipiew
    pas lagi click nak cerite2 itu jak

    # rizko
    jadi bile abg dianterin? *siap2 nak makan gratis* πŸ˜›

    # rovich
    ape die yang countdown? *kabuuuuur*

    # bpk
    iiiih…bpk nih, kan tiap hari makan jadi gede lah :p
    kok mikirin yang bungsu? yang sulung gmn?

    # Yari NK
    huehehehe..ide bagus pak

    # nh18
    tradisi makan2 lah, pak

    # angga
    blm lah, santai jak lok. mba angga dulu jak, kan dah ta’aruf πŸ˜›

    # mriza
    bahagia banget kalo perut kenyang,kekekeke..

    # natazya
    nikah lah, mba. siapkan syarat2nye πŸ˜€

  6. # Adhit
    baik lah…mohon doanya *ceileeeee*

    # nung
    oh iya ya, mlm pertama penting utk masa depan *halah sok tau*

    # GR
    ouw, masih jomblo nih πŸ˜›

    # indra1082
    iyah, makan2 mrpk acara inti πŸ˜€

    # freddy
    weks..jadi freddy byk kasi pelangkahan donk

    # putradi
    wakaaakakakak…

    # ario saja
    huehehhe…

  7. Yang nikah itu tetangga kiri vs tetangga kanan ya. Atau tetangga kiri dan tetangga kanan sama-sama lagi punya hajatan nikahan. Yang di tengah kebanjiran makanan dong.

  8. Sesi berbalas pantun kayaknya memang khas Melayu, termasuk yang di Sumatera. Eh, yang tadi Melayu Kalimantan kan? Yang mengesalka hadirin jika pelaku pantun di kedua belah pihak saling memasang ego tinggi, sehingga tidak ada yang mau mengalah. Akibatnya, acara jadi molor dan acara makan2 pun terlambat. Penonton kecewa…

  9. Tradisi pengantin, apalagi yang menggunakan pantun, semacam itu jelas perlu diletarikan dan dikembangkan agar tak lapuk oleh zaman, bu ita, hehehehe πŸ˜† *jadi sok tahu* dengan berbalas pantun, komunikasi menjadi lebih akrab, bahkan juga bisa melatih kecerdasan, hiks.

  10. # heryazwan
    iya, Melayu Kalimantan *Barat*
    kalo persoalan molor itu juga tradisi *tp gak patut dilestarikan* πŸ˜›

    # realylife
    hmm..blm pernah liat gmn tradisi orang Medan hehehehe..
    ntar nikah pake tradisi…. *tgu jwbnnya stlh pesan berikut ini* kekekeke… πŸ˜›

    # sawali
    huehehehe, gak sok tau kok pak πŸ˜› memang dengan pantun kita memeerlukan kecerdasan dalam merangkai kata *sok tau jg* :mrgreen:

    # edi psw
    iya, pak πŸ˜€

  11. # gempur
    weleh…weleh, hmmm kyknya ntar tgn ita gak gemetaran kyk bapak πŸ˜› *mgk calon suami it ayg gemetaran* huahaha…

    # oliveoil
    wew..olive urang sambas keh? aok lah, nyaman lalu mun makan “bseprah”

    # Pujangga
    huehehehe..ya gpp lah itung2 utk bekal nanti πŸ˜›

  12. nikah nikah nikah, asik ada makan siang gratis. atau ada tidakj yah acara nikahan di adakan tengah malam atau lewat conference yahoo jak. makananya send file gi,mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s