2 bulan terakhir, setiap minggu saya ada undangan resepsi pernikahan teman. Dari sekian undangan tersebut, saya tidak pernah mengambil makanan berupa nasi lengkap. Biasanya bakso atau sop kikil atau sate *kalo ada* kenapa tidak ngambil nasi? Karena takut make up rusak *halaah padahal undangan gak pake dandan* ribet aja kalo makan nasi, belum lagi kalo antrian panjang, hehehe…

Satu hal menarik yang saya amati yaitu sisa makanan yang ada di bawah kursi. Begitu mudahnya orang meninggalkan sisa nasi. Mubazir. Seandainya ada 500 undangan, katakanlah 200 diantaranya makan nasi dan tidak habis. Kita hitung saja ada 20 butir nasi yang tersisa di masing2 piring. Berarti ada 4000 butir nasi yang terbuang sia2. Bayangkan ini baru satu undangan, bgmn dengan sisa nasi yang tiap hari dibuang di rumah makan atau restoran?!?

Sekilas hal itu terlihat sepele dan mungkin sering bahkan biasa kita jumpai. Ironis sekali karena disatu sisi, ada orang yang dengan mudahnya membiarkan nasi begitu saja tpai di sisi lain masih banyak saudara2 kita yang kelaparan bahkan menderita gizi buruk. Hiks.. Belum lagi betapa tingginya perjuangan para petani untuk menghasilkan padi yang bermutu baik dan harus bersaing dengan produk luar negeri.

Tulisan singkat ini semoga bisa jadi renungan n perbaikan diri bagi kita semua agar lebih mensyukuri rezeki yang diberikan Allah SWT.

Wallahu’alam…

Advertisements