Perhatikan tabel di bawah ini :

Keterangan

SIM Lama

SIM Baru

Tempat & Tgl Lahir

Pontianak, 15 Pebruari 1981

Pontianak, 15 Pebruari 1984

Tinggi

160 cm

165 cm

Pekerjaan

Pelajar / Mhs

Karyawati

Berlaku s/d

15 Pebruari 2008

15 Pebruari 2013

Udah diperhatikan??? Kalo belum, liat ke atas dulu deh. Perhatikan text yang bercetak miring.

Saya hanya membahas baris “Tempat & Tgl Lahir” *jangan ketawa, senyum2 ato sejenisnya ya*. Anda pasti sudah “menemukan” keganjilan dari baris tersebut. Baiklah, baiklah saya akui waktu pertama kali buat SIM C dengan cara yang tidak benar *pengakuan dosa mode on*. Dengan modal tinggi badan, saya bisa “menuakan” diri agar bisa mendapat SIM C lebih cepat *murid2 jangan meniru ya*. Tapi perpanjangan SIM C saya lakukan dengan prosedur yang benar. *pembelaan diri mode on*

Saya menjalani proses dari satu loket ke loket lainnya. Sengaja datang pagi2 agar tidak antri terlalu lama. Jam 07.45 WIB saya sudah di TKP dan dengan sabar menanti loket satu (pendaftaran/formulir) dibuka jam 08.00 WIB. Di lembaran formulir saya menuliskan tahun lahir 1984 karena sesuai dengan KTP, meskipun berbeda dengan SIM C lama, hehehe…

Sesi pemotretan pun tiba. Di dalam ruangan foto ada petugas yang mengecek kembali bioadata yang telah diisi sebelumnya. Om Pol yang berada di depan komputer hanya nyengir lalu berkata “adik lahir dua kali ya?”. Saya senyum saja tanpa memberikan jawaban apapun, kekekeke…

Setelah jepret2, saya melanjutkan ke loket berikutnya yaitu tempat identifikasi. Disini ada kejadian yang merugikan Om Pol. Kenapa merugikan? Karena saya dengan gratis n cepat bisa melewati loket ini tanpa harus antri. Kok bisa? Bisa, dengan bekal foto copy kartu identifikasi. Jadi sebenarnya di ruangan identifikasi itu, kita diminta untuk melakukan cap sepuluh jari tangan lalu Om Pol akan membuat rumus dari sidik jari tangan kita. Tentunya proses tersebut harus antri n bayar *kerugian Om Pol dari saya*. Tapi rumus sidik jari itu tidak dibuat kartu, hanya diberikan secarik kertas yang harus kita sampaikan kepada loket yang lain. Keuntungan yang saya dapat dengan memiliki kartu identifikasi adalah saya tidak perlu antri n bayar lagi. Bagi mereka yang tidak memiliki kartu identifikasi, setiap mau membuat ato perpanjang SIM C harus “melewati” Om Pol dulu tapi saya tidak, karena kartu identifikasi berlaku seumur hidup. Wakakakak.. Saya sarankan segeralah buat kartu identifikasi di Poltabes tempat Anda tinggal.

Di loket terakhir, sambil memberikan SIM C yang telah jadi, petugasnya menjelaskan bahwa nomor SIM saya tidak bisa di ganti karena saya perpanjang bukan buat baru. Ternyata dari deretan angka di nomor SIM ada angka yang menunjukkan tahun lahir kita. Jadi walaupun saya telah ganti tahun lahir, angka 81 tetap tertera di nomor SIM.

Ya, gpp lah. Saya terima dengan senang hati.

Horee…!!! sudah perpanjang SIM C.

Advertisements