Cerita menarik berikut ini merupakan oleh2 dari ortu yang pulang dari ibadah haji.
Sebelum ortu berangkat haji, saya memberikan buku kesayangan kepada mama untuk bekal beribadah di tanah suci. Buku kesayangan itu berjudul “Terjemahan Majmu’ Syarif (Jalan Menuju Bahagia Dunia dan Akhirat)”. Kenapa saya bilang itu buku kesayangan karena buku tersebut hadiah dari ibu angkat saya ketika saya baru berjilbab di awal tahun 2006. Buku tersebut selalu saya letakkan di kamar, siap dibaca kapanpun saya mau. Buku kesayangan sebagai buku pedoman berdo’a, isinya meliputi do’a2 tuntunan beribadat bagi setiap muslim selama dua puluh empat jam tiap hari, dan dilengkapi pula do’a2 yang sangat perlu untuk menghadapi peristiswa2 penting. Dan pastinya di cover depan buku ada paraf eNPe dan di halaman terakhir ada tetede eNPe.
Beberapa hari sebelum ortu berangkat, ada teman papa yang memberikan buku yang sama kepada papa agar dibawa ke tanah suci untuk bekal beribadah disana.
Sepulang dari ibadah haji, hanya buku milik papa yang ikut kembali ke Pontianak. Nah lho?! Kemana buku eNPe??? Dengan tenang, mama menceritakan bahwa buku kesayangan saya *yang covernya sudah lecek* itu diminta oleh wanita Pakistan. Masya Allah..jauh banget bisa sampe kesana…
Menurut cerita mama, ada wanita Pakistan beserta dua orang putrinya yang selalu mengikuti mama waktu di Mekah. Selama tiga hari berturut2 ketiga orang itu berada disamping mama ketika shalat di Masjidil Haram. **Berhubung penginapan rombongan haji Pontianak yang jauh dari Masjidil Haram ( 4 kilo) maka mama memutuskan mulai shalat zuhur sampe shalat isya berada di lingkungan mesjid, tidak pulang ke penginapan karena memakan waktu untuk pulang pergi.**
Ketiga orang tersebut hari2 sebelumnya mama tidak pernah melihat mereka. Wanita itu tidak bisa bahasa Inggris jadi menyulitkan mama untuk berkomunikasi dengannya. Alhasil bahasa isyarat *seperti orang bisu* digunakan. Dihari ketiga ternyata wanita tersebut menadahkan tangan sambil menunjuk2 untuk meminta buku *kesayangan saya* yang dipegang mama. Dengan senang hati, mama pun memberikan buku tersebut. Toh, buku yang sama juga dimiliki papa dan bisa dibeli lagi setiba di Pontianak. Spontan wanita Pakistan tadi memeluk mama dan mencium tangan mama sebagai rasa terima kasih.
Setelah mendapatkan buku tersebut, mama tidak pernah lagi melihat wanita Pakistan beserta kedua putrinya. *misteri Illahi mode on*
Apa yang istimewa dari buku *lecek* itu sampe2 wanita Pakistan itu rela membuntuti mama selama tiga hari?! Semoga wanita Pakistan beserta keluarganya memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Amin..
Buku eNPe telah sampai ke Pakistan, semoga Allah SWT memberikan rezeki kepada eNPe sampe juga ke Pakistan. Amin…

Advertisements