JENI (1)

JENI – Java Education Network Indonesia merupakan sebuah program pendidikan yang di prakarsai oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan tujuan untuk menyediakan layanan integratif bagi mahasiswa di Indonesia untuk mempelajari, berbagi dan mengembangkan solusi berbasis JAVA.

Program JENI mengimplementasikan JEDI sebagai referensi pelaksanaan kurikulum dengan tambahan berbagai trend perkembangan teknologi JAVA.

Berdasarkan white paper resmi dari SUN, Java memiliki karakteristik berikut :

1. Sederhana (Simple)

Bahasa pemrograman Java menggunakan Sintaks mirip dengan C++ namun sintaks pada Java telah banyak diperbaiki terutama menghilangkan penggunaan pointer yang rumit dan multiple inheritance. Java juga menggunakan automatic memory allocation dan memory garbage collection.

2. Berorientasi objek (Object Oriented)

Java mengunakan pemrograman berorientasi objek yang membuat program dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali. Pemrograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan melakukan interaksi antar objek-objek tersebut.

3. Terdistribusi (Distributed)

Java dibuat untuk membuat aplikasi terdistribusi secara mudah dengan adanya libraries networking yang terintegrasi pada Java.

4. Interpreted

Program Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.

5. Robust

Java mempuyai reliabilitas yang tinggi. Compiler pada Java mempunyai kemampuan mendeteksi error secara lebih teliti dibandingkan bahasa pemrograman lain. Java mempunyai runtime-Exception handling untuk membantu mengatasi error pada pemrograman.

6. Secure

Sebagai bahasa pemrograman untuk aplikasi internet dan terdistribusi, Java memiliki beberapa mekanisme keamanan untuk menjaga aplikasi tidak digunakan untuk merusak sistem komputer yang menjalankan aplikasi tersebut.

7. Architecture Neutral

Program Java merupakan platform independent. Program cukup mempunyai satu buah versi yang dapat dijalankan pada platform berbeda dengan Java Virtual Machine.

8. Portable

Source code maupun program Java dapat dengan mudah dibawa ke platform yang berbeda-beda tanpa harus dikompilasi ulang.

9. Performance

Performance pada Java sering dikatakan kurang tinggi. Namun performance Java dapat ditingkatkan menggunakan kompilasi Java lain seperti buatan Inprise, Microsoft ataupun Symantec yang menggunakan Just In Time Compilers (JIT).

10. Multithreaded

Java mempunyai kemampuan untuk membuat suatu program yang dapat melakukan beberapa pekerjaan secara sekaligus dan simultan.

11. Dynamic

Java didesain untuk dapat dijalankan pada lingkungan yang dinamis. Perubahan pada suatu class dengan menambahkan properties ataupun method dapat dilakukan tanpa menggangu program yang menggunakan class tersebut.

Tulisan di atas saya kutip dari modul JENI. Sebenarnya saya sendiri tidak pandai (baca : awam) menggunakan Bahasa Java, baik itu bahasa Java yang di dalam JENI ataupun bahasa Java yang “siji loro”.Hehehe..

Awalnya saya kira Java hanya untuk aplikasi game atau hape atau web ternyata penggunaan Java sangatlah luas dan multi platform.

Mendengar cerita teman yang sudah familiar menggunakan JENI, perlahan-lahan saya mulai mempelajari bahasa pemrograman ini. Sepertinya seru juga kalau kita bisa buat aplikasi yang tidak pengaruh dengan OS. Walau saya rada lemot dalam mempelajari JENI *maklum sejak lulus kuliah tidak pernah coding* tapi ilmu yang saya dapatkan akan saya dokumentasikan di sini.

Sekian dulu kata pengantar tentang JENI, kalau saya sudah bisa belajar lagi nanti akan muncul JENI (2) dst. Insya Allah..

Advertisements

9 thoughts on “JENI (1)

  1. waw, cool…mantapz benar orang satu ni! abis VB tar diganti Java tu, hehehe.. bagi2 ilmu dons mbak, praktek bareng? hehehe..

    huehuehue..biase2 jak fi. justru karena saya gak begitu bisa VB n telah melupakannya jadi pengen ganti yang baru.
    Apa yg bisa saya bagikan? Lah wonk tante fi lebih pinter dari saya. waktu kul pernah bljr Java kan? 😀 justru saya mau berguru ke tante 😛 saya masih nol, lebih tepatnya kembali ke nol utk bljr pemrog, itu pun kalo mood bljr ini terus membara, kekeke…

  2. Boso JOVO karo boso Jowo séjé yo?? Yo wis lah, nanti aku bikin bahasa komputer VAVUA moso adanya bahasa Java terus seh… huehehehe…. :mrgreen:

    MODE serius ON

    Btw, kalau Java 2 Micro Edition (J2ME) yang buat bikin midlet di henpon2 gitu, sama bahasa JAVA induknya beda banget ya??

    karena bapak pake italic jadi saya kasi tanggapan pake bold 😀
    wiuh..boleh pak, buat bhs VAVUA. ntar ajarin ita ya? :mrgreen:
    Maaf pak, utk J2ME saya gak tau seperti apa, skrg baru belajar *kata pengantar* J2SE

  3. mending kuasai dulu bahasa JAVA2G (baca:java-loro-siji) dulu biar enak komunikasinya 😀

    wakakak…ide bagus tuch, kali aja komunikasi dgn bhs JAVA2G lama2 makin mantap 😛

  4. cuman yang paling saye benci dari java satu ibu yaitu case sensintive na. mana biasa coding asal nulis. ada beberapa buku kalo ndak salah tuk java basic di rumah. dulu tertarik java juga sih, begitu ada kelemahan dalam sorting case nya larilah ke php pun juga tuk dapat duit enak pakai php ya udah pakai php aja. hihihihi met belajar lah ibu yah kalo dah pandai kontak me yah sapa tau bisa “kolaborasi” kita awas ada maksut lain dibaliknya :-d

    Hu’uh minta ampun dah utk case sensitive Java..
    Boleh pinjam buku java basic-nya? dari pada cuma nganggur dirumah,hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s