Sejak tadi malam kota Pontianak di selimuti kabut. Yup! Pontianak berkabut. Walo kabut yang menyelimuti belum tebal, tapi warga sudah mulai memakai masker/slayer dan pengendara kendaraan bermotor ada yg menyalakan lampu di siang hari.
Melihat kabut tadi malam, sejenak otak saya membuka memori lama.

Di akhir tahun 1999 ketika baru sampe di kota Pontianak, kami sekeluarga sangat terkejut dengan kondisi kota Pontianak yg agak gelap, tidak nampak matahari dan hanya kepulan asap ato kabut saja. Bahkan kabut sangat tebal dan mengganggu jarak pandang.Teman2 pd mengolok saya “kedatangan eNPe disambut dengan kabut” 🙂
Kebijaksanaan Pemerintah saat itu adalah diberlakukannya jam malam bagi warga, membagikan masker secara gratis dan wajib menyalakan lampu kendaraannya. Sekolah pun sempat beberapa hari diliburkan karena kabut sangat dapat membahayakan kesehatan.
Btw, Pihak berwajib mengaku sudah menangkap dan mengurangi kegiatan IL. Semoga aja tidak ada lagi oknum2 yg membakar (sisa) hutan di Kalimantan, mereka hanya mengambil keuntungan di atas penderitaan orang banyak! Na’uzubillah…
Bagaimana dgn kondisi kota Pontianak tahun 2007? Apakah kabut hanya numpang lewat sebentar ato leih parah dari tahun 1999 dan diiringi kemarau panjang?? Kita lihat saja nanti.. 😀

Advertisements