Hamil vs matematika

Putri hanya tinggal berdua dgn ibunya di sebuah desa. Sang ibu sangat bangga kepada Putri karena kecerdasannya n prestasinya di sekolah.
Skrg Putri telah menyelesaikan pendidikan SMP dengan predikat lulusan terbaik. Untuk itu, Putri mendapat beasiswa melanjutkan SMA di kota.
Dengan berat hati, sang ibu melepaskan Putri merantau ke kota demi masa depannya.
Waktu terus berlalu..Setiap liburan tiba Putri selalu pulang kampung untuk menemui ibunya dan teman2nya di desa. Dia pun bercerita bagaimana kehidupannya di kota.
Setiap semester, nilainya selalu bagus. Hal itu membuat ibunya begitu disegani oleh penduduk desa.
Tibalah waktunya Putri untuk menempuh ujian akhir SMA. Dia minta kepada seluruh penduduk di desa untuk mendoakannya lulus ujian dengan nilai terbaik agar dapat mengharumkan nama desa mereka.
1 minggu setelah pengumuman nilai ujian, sang ibu masih blm menerima kabar dari Putri. 1 bulan berlalu..sang ibu masih menunggu..dan menunggu. Putri tetap tidak ada pulang ke desa. Bbrp hari kemudian, sang ibu mendapat sepucuk surat dari Putri.

Assalamu’laikum Wr.Wb.
Apa kabar, bu? Maaf Putri baru bisa kasi kabar sekarang. Karena Putri takut ibu marah. Ada hal yang ingin Putri ceritakan kepada ibu.
Sebenarnya Putri bukanlah sebaik yang ibu pikirkan selama ini. Skrg keadaan Putri sudah jauh berbeda dari dulu.
Ibu tau kan, kehidupan di kota begitu mewah, berbeda dgn di desa. Sedangkan uang yang ibu kirimkan sangat terbatas, malah boleh dikatakan kurang! Putri bosan n kesal di sekolah sering diolok2 tmn2, mereka bilang Putri “GAK GAUL”. Suatu hari Gadis (teman kost Putri) menitipkan uang bayar kost 1 tahun kepada Putri. Gadis lagi camping ke luar kota sehingga ia meminta Putri untuk memberikan uang tersebut kepada pemilik kost. Ibu tau, uang itu sampai skrg tidak pernah Putri berikan. Uangnya telah Putri gunakan untuk ke mall, belanja sepuasnya bersama teman2. Sejak itu Putri sudah tidak tinggal dit4 kost, karena takut ketahuan telah mengambil uang Gadis. Putri kabur. Putri menginap di rumah Putra. Putra adalah teman sekolah Putri. Dia anak orang kaya dan orang tuanya jarang dirumah karena sibuk kerja. Kami saling jatuh cinta..dan berpacaran. Kami juga telah melakukan hubungan intim! Putra berjanji akan menikahi Putri. Putri pun di perkenalkan kepada orang tua Putra, tetapi mereka tidak menyetujui hubungan kami dengan alasan Putri tidak selevel dengannya. Saat ini Putri telah mengandung 4bulan cucu ibu. Kami tetap mau menikah secara sah, karena kami saling menyayangi. Untuk itu, Putri telah mengambil keputusan bahwa kami akan pulang ke desa. Putri minta, ibu secepatnya mempersiapkan pesta penikahan kami dengan besar2an. Putri kan anak ibu satu2nya, jadi kita harus buat pesta yang berkesan bagi penduduk desa. Selain itu, ibu tolong carikan pekerjaan untuk Putra. Beli saja sawah milik Pak Sugih, biar nanti Putra yang mengelolanya. Minggu depan kami akan plg ke desa.
Sampai di sini dulu surat dari Putri.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Anakmu,

Putri

NB :
Ibu..cerita di atas sebenarnya tidak ada!
Putri bohong!
Teman kost Putri tidak ada yang namanya Gadis!
Putri tidak pernah mencuri uang orang lain, karena itu perbuatan tidak baik!
Juga tidak ada teman lelaki yang bernama Putra!
Putri belum pernah pacaran karena Putri ingin menyelesaikan SMA dulu!
Putri masih perawan, bu!Tidak pernah ada lelaki yang menyentuh Putri!
Putri tidak mengandung cucu ibu!
Putri tidak ingin menikah dengan pesta mewah di desa!
Ibu juga tidak perlu membeli sawah Pak Sugih untuk Putra!
Putri cuma takut pulang!Takut pulang!
Karena..Karena..
Putri TIDAK LULUS UJIAN MATEMATIKA!!!
Putri malu, bu! Malu!
Putri tidak bisa membanggakan ibu!
Putri tidak sanggup menemui teman2 di desa!
Putri telah mencoreng nama baik desa kita!
Maaf kan Putri,bu!Sekali lagi maaf!
Hiks..Hiks.. :((

Advertisements

One thought on “Hamil vs matematika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s