Krg lebih 2 minggu ini, dengungan razia spion dua bagi kendaraan bermotor terdengar. peraturan ttg keharusan pemakaian spion dua telah keluar.seperti halnya pada peraturan pemakaian helm standar dulu, byk pedagang dadakan yg memanfaatkan situasi tersebut.
bermunculan berbagai macam bentuk spion (bukan standar). ntah apakah bisa dimanfaatkan fungsinya sbg kaca spion ato sekedar aksesoris?!?

memang mereka telah menggunakan spion dua tapi apakah hanya sekedar memenuhi aturan karena takut dirazia atau benar2 sadar akan pentingnya spion dua?!?
pihak berwenang akan meminta denda kepada pengendara bermotor sebesar
dua puluh lima ribu rupiah jika ia hanya memakai spion satu.
lima puluh ribu rupiah jika ia tidak memakai spion.
timbul pertanyaan “jika kita memakai empat spion, apakah pihak berwenang akan membayar kita lima puluh ribu rupiah? kan lebih dua spion??” hahaha…

Advertisements