sekolah elite vs sekolah bengkel

2 tahun terakhir saya mengajar Komp di sekolah “elite” (kota) dan sudah 2 bulan ini saya juga mengajar di sekolah “bengkel” (kabupaten).
saya cerita dikit ttg pengalaman dikedua sekolah tersebut.
yuuukk… 🙂

selama mengajar di sklh elite saya harus terus meng-update diri bahkan tidak jarang memberikan materi diluar pemikiran usia anak sklh tersebut. maklum saja karena mereka (siswa/i di sklh elite) adalah anak2 pilihan dan terbaik yang telah disaring pada saat masuk. rasa ingin tahu mereka yg gede dan cepat dalam memahami pelajaran sehingga membuat mereka sering mendapatkan materi pengayaan.disamping itu, mereka juga memiliki fasilitas yg sangat memadai dalam proses pembelajaran.tingkat kenakalan anak2 di sklh tersebut tidak terlalu membuat saya sampe mengernyitkan jidat.standarlah, tidak se nakal saya dulu hehe.tapi saya juga prihatin melihat mereka membawa tas guede sampe bongkok ke sklh. begitu byk peralatan n perlengkapan sklh yg mereka bawa.dari pagi sampe siang mereka belajar di sklh, istirahat 1-2 jam mereka (kembali) belajar di luar jam pelajaran sklh. hingga sore bahkan ada yg sampe malam mereka baru pulang ke rmh.upss k rmh ato ke hotel ya?habis cuma numpang tidur doank.. 🙂 kapan waktu mereka untuk bermain?menikmati masa kanak2 ato remajanya?memang jaman telah berubah, beda jauh pd waktu saya sklh dulu.sebenarnya apa yg mereka (ato ortu mereka) cari dengan belajar sepanjang hari gitu? benar2 untuk ilmu ato sekedar usaha mendapat nilai bagus??

cukup cerita ttg sklh elite!

bulan maret lalu saya ditugaskan untuk mengajar komp di sklh bengkel di pinggiran kabupaten. kenapa disebut sklh bengkel?karena gedung sklhnya mirip bengkel(berantakan) yg gak pantes untuk jadi gedung sklh, selain itu siswa2 nya juga harus diperbaiki seperti kendaraan bermotor yang masuk bengkel. ada yang rusak sehingga harus diservis.sebelum terjun ke sklh tersebut, saya telah mendapat berbagai masukan dari tmn2 bahwa mereka yg mengajar disana harus punya mental yg kuat n persiapan”perang”nya harus lengkap. satu kelas dipadati oleh 45-50 orang siswa (sesak oi). tapi jumlah tersebut dalam 1mgu cuma bbrp hari saja terpenuhi. mksdnya byk yg bolos n gak sklh.hehe..perbandingan siswa n komp yg tersedia : satu per sepuluh. sungguh keadaan yg memprihatinkan, tapi mnrt mereka itu sudah sklh bagus daripada tidak ada komp.betul juga ya..saya salut dengan semangat dan antusias mereka untuk mengejar ilmu.memang tidak semua siswa bnr2 niat untuk sklh. sebagian dari mereka juga terpaksa masuk sklh bengkel karena nilai mereka yg pas2an, sehingga mereka terkadang ogah2an masuk sklh, kalau pun masuk tidak serius mengikuti proses pembelajaran. sebagian lagi, ada yg bnr2 ingin belajar, mencari ilmu tetapi karena tidak ada biaya ato alasan lainnya yg menyebabkan mereka masuk ke sklh bengkel. bahkan perjuangan mereka jauh lebih dahsyat dari jaman saya sklh dulu. mereka ada yg jam empat subuh sudah turun dari rumah, menyebrang pake spit ato sampan, berjalan hampir satu jam baru sampe ke sklh.Subhanallah!!!di sklh ini, saya lebih byk bermain mental n mendalami psikologi remaja. tentang materi pembelajaran tidak lah terlalu ribet bahkan tidak semua materi bisa saya sampaikan karena berbagai hambatan.

sekian cerita ttg sklh bengkel!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s