HIV AIDS

Sejak kasus HIV-AIDs ditemukan pertama kali di Indonesia yaitu pada seorang turis asal Belanda di tahun 1983, jumlah penderita HIV-AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun-nya. Hal ini dapat disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai bahaya dan cara penularan penyakit HIV-AIDS, semakin meningkatnya pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, dan semakin seringnya orang berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan tanpa alat pengaman/alat kontrasepsi.

Cara penularan penyakit HIV-AIDS:


1. Berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman / alat kontrasepsi,
2. Menggunakan jarum suntik yang telah terinfeksi HIV-AIDs secara bergantian,
3. Tertusuk jarum yang mengandung virus HIV,
4. Transfusi darah yang telah mengandung HIV,
5. Terpapar luka yang mengandung HIV,
6. Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV-AIDS menularkan penyakit tersebut ke anak yang dikandungnya, dan juga pada saat persalinan,
7. Ibu menyusui yang terinfeksi virus HIV-AIDS secara tidak sengaja telah menularkan penyakit tersebut ke anak yang sedang disusuinya.
8. Dan lainnya.

Kenaikan penderita HIV-AIDS ini dapat disebabkan oleh:
1. Meningkatnya angka kemiskinan setiap tahunnya,
2. Kurangnya informasi mengenai HIV-AIDS secara menyeluruh dan tidak merata ke seluruh Indonesia,
3. Kurangnya penyuluhan-penyuluhan kesehatan mengenai HIV-AIDS,
4. Menurunnya angka pendidikan di Indonesia.

Cara pencegahan yang terbaik dalam mencegah tertularnya penyakit yang disebabkan oleh virus HIV-AIDS adalah meningkatkan Iman dan Takwa kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai HIV-AIDS dan mencegah diri kita dari hal-hal yang dapat menularkan penyakit HIV-AIDS tersebut.

nyontek dari : milis FIF

Advertisements