Sudah jadi rahasia umum guru adalah orang yang digugu dan ditiru oleh para siswanya. Guru merupakan teladan dan orang tua bagi siswa di sekolah.
Di sekolah siswa harus mentaati seluruh aturan dan dilarang melanggar aturan tersebut. Jika melanggar akan menerima sangsi sesuai perbuatannya.
Namun bagaimana jadinya jika ada tata tertib yang dikeluarkan sekolah dimana siswa dilarang melakukan hal yang tidak terpuji tetapi oknum *guru* malah memberikan contoh perbuatan tersebut??? Nah Loh!?
Kasus sederhana seperti ini..
Ada tata tertib yang menyebutkan bahwa siswa dilarang merokok atau membawa rokok dilingkungan sekolah. Guru melakukan razia, memeriksa tas seluruh siswa, menggeledah isi kantong siswa sampai membongkar meja siswa bahkan mengintip di tong sampah apakah ada bungkus rokok yang disembunyikan.
Siswa yang kedapatan membawa atau merokok dilingkungan sekolah langsung diproses melalui wali kelas, guru BK, waka kesiswaan dan orang tua siswa pun dipanggil. Teguran dan peringatan diterima agar siswa tidak mengulangi perbuatannya.
Selesai perihal siswa merokok.
Sekarang bagaimana dengan oknum *guru* yang merokok di sekolah, baik itu di ruang guru, lebih parahnya pada saat mengajar yang jelas2 secara nyata memberikan contoh kepada siswa??? Sang ahli hisab itu tanpa beban terus mengepulkan asap rokok dilingkungan sekolah. Tidak peduli korban perokok pasif yang ada disekitarnya…
Apa oknum itu perlu nonton Laskar Pelangi kali ya!? Biar tau gimana menjadi teladan untuk para siswanya.
Wallahu’alam
Filed under: belajar, cerita, guru, kesehatan | Tagged: guru, rokok, sekolah, siswa
































“bener juga mbak ya, lagian skarang makin banyak aturan nggak jelas yang muncul di sekolahan, misalnya hape..
dulu hp disita kalo ketauan make pas jam pelajaran, ato ngeganggu pelajaran, nah sekarang, ada skul yang bawa hape aja kaga boleh, dirazia di tas, walaupun nggak dipake, padahal kan biasanya hape juga perlu, buat nelpon minta jemput ortu, atau ada urgensi, ya nggak!?”
Ya ya ya … ironi. Dunia adalah dunia ironi (terkadang)
duh, jadi ikut kena semproy bu ita, nih, kekeke …. saya masih suka ngrokok juga sih soalnya, tapi saat ndak ngajar, bu, jadi malu kena semprot bu ita, hiks.
Yah… namanya guru juga manusia mbak. Sama kayak ustadz atau da’i. Yang penting adalah… andaikan si Guru merokok di kelas, misalkan, tambahkan juga ‘ceramah’ sedikit bahwasannya ‘merokok itu berbahaya dan tidak baik’, sama seperti peringatan yang berada di setiap bungkus rokok. Memang sih sebaiknya guru tidak merokok sama sekali apalagi di ruang kelas, tetapi kalau si guru tidak sanggup, ya paling, begitu deh jalan tengahnya…..
guru sekarang jadi WAgu tur KUru
jadi buka diGUGU lan ditiRU
guru yang meroko itu sebenarnya secara halus berhata, “jangan menjadi seperti saya, kalian harus menjadi lebih baik. saya akan membantu dari belakang”
Peribahasa: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”
Kalau guru merokok:
Guru merokok kretek, murid merokok cerutu !
mungkin maksud dari digugu lan ditiru maksudnya jadilah guru dulu baru boleh merokok di sekolah
……
jadi klo ada peribahasa guru kencing berdiri, murid tetep jongkok kencingnya, klo mw berdiri jadilah guru dulu……
(gaya samin)
hoii angket sangat membantu kemajuan guru
semuanya itu bagus