Perfeksionis

Anda pernah ketemu orang perfeksionis? Atau jangan2 Anda termasuk golongan orang perfeksionis? Hehehe…

Orang perfeksionis memandang segala sesuatu harus full jadi gak bisa ada sedikit kekurangan, kejelekan atau kesalahan. Repotnya kadang orang perfeksionis melihat orang lain dari sisi negative *karena gak sesuai dengan keinginannya*. Padahal gak semua yang ada dipikiran orang perfeksionis juga terpikirkan oleh orang lain. Tidak jarang orang perfeksionis menuntut orang lain jadi lebih baik tanpa sadar dirinya juga harus memperbaiki diri.

Orang perfeksionis cenderung egois, semua hal harus sesuai keinginan atau imajinasinya tanpa mau ngerti kondisi orang lain. Serta sering menuntut orang lain untuk mengikuti apa yang diinginkan. Terlalu detail bahkan hal2 kecil pun bisa jadi hal besar bagi orang perfeksionis sehingga sulit toleransi ke orang lain. Kesan yang paling menonjol dari orang perfeksionis adalah “semau gue”.

Tapi sisi positif dari orang perfeksionis adalah lebih teliti dalam melakukan sesuatu, malah sangat berhati2 bekerja *sampe kadang2 gak ada yang dilakukan karena terlalu banyak hal yang dipertimbangkan*. Orang perfeksionis takut akan kegagalan, sehingga total dalam bekerja *blm tentu utk hal lainnya* selain itu orang perfeksionis kreatif dan berpikir taktis.

Sebenarnya orang perfeksionis itu sadar gak sih bahwa di dunia ini gak ada yang sempurna?!? Walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, bisa saja hasil yang terjadi gak sepenuhnya sesuai target. Belajarlah untuk bersyukur.

Bagaimana menurut Anda cara menghadapi orang prefeksionis???

About these ads

About nurita putranti

Nama yang diberikan ayah bunda tercinta kepada anaknya yg lahir 15 Pebruari 1984, adalah:Nurita Putranti. saya suka pake eNPe yg berasal dari inisial nama saya tuch :) tapi byk juga yang panggil saya de'ita.

Posted on April 21, 2008, in belajar, eXPi, pengembangan diri and tagged , . Bookmark the permalink. 33 Comments.

  1. Pertamax…!! (kayaknya)

    Wah, susah tuh kalo jadi orang yang segalanya mau perfect, tapi biasanya itu terjadi di kalangan orang-orang atas (soalnya kalo disini yang segalanya harus sempurna tuh.. orang-orang atas, kayak bos-bos atau petinggi-petinggi)

    Misal kalo masuk kantor jam 8 saya datang jam 10.. pasti dah dia ngomel tuh.. soalnya gak perfect katanya..

    Trus kalo misalnya disuruh ngerjakan kerjaan sebanyak 10 lembar, saya datang bawa 3 lembar.. pasti dah ei lempar ke tong sampah.. gak perfect katanya..

    Cape deh..

  2. perfeksionis , tidak harus sempurna khan bu ?
    sebab kesempurnaan itu hanya milik Allah semata

  3. waduh, kalau bisa sih manusia itu perfect, bu, semuanya sempurna, hehehehe :lol: tapi kayaknya seperti yang bu ita bilang, kita ndak mungkin bisa jadi manusia yang sempurna. perfeksionis, waduh, seringkali malah bikin orang lain susah, karena mesti mengikuti apa kemauan dia, bu, hehehehe :smile:

  4. kunjungan balik,tks ya…

  5. sebetulnya bukan maunya orang itu juga sih untuk jadi perfeksionis. saya termasuk orang perfeksionis pada taraf planning. Waktu dijalani pasti ada faktor-faktor yang tidak bisa dihindari, makanya perlu lagi plan B…. Untungnya saya punya prinsip nikmati apa yang bisa dinikmati sekarang, karena mungkin tidak ada lagi yang lebih dari itu. Jadi dari luar, tidak kelihatan perfeksionisnya.
    Nah, suami saya perfeksionis banget. Jadi dia merasa kesal terus bawaannya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti rencana. Dan ini banyak sekali terdapat di masyarakat Jepang. Kasian aja sih kalau bawaannya depresi terus kan, nah disitu kita yang musti ingatkan bahwa semuanya tidak bisa sempurna 100%.

    Tapi ada satu kebiasaan di Jepang yang amat sangat bagus menurut saya, dan perlu dicontoh orang Indonesia. Yaitu mengadakan Hanseikai (Evaluasi) atas apa yang telah dilakukan. Jadi bisa sebagai bahan untuk berikutnya. Apa yang perlu dihapus, apa yang perlu ditambah. Kalau di Indonesia, evaluasinya kalaupun ada isinya pujian saja. tidak ada kritik atau menerima kenyataan bahwa gagal.

  6. perfeksionis itu sama dengan idealis? Saya tidak suka orang perfeksionis. Tak ada yang sempurna. Tak ada gading yang tak retak.

  7. Kalau saya orangnya ‘agak2′ perfeksionis. Kenapa ‘agak2′?? Karena dalam beberapa hal saja saya bersifat perfeksionis. Seperti dalam hal ketelitian bekerja saya adalah orang yang perfeksionis. Kalau dalam hal2 lainnya nggak begitu perfeksionis lah yaw! :mrgreen:

    Tetapi walaupun saya tidak suka melihat orang kerja sembarangan, namun saya adalah orang yang cenderung untuk menyempurnakan pekerjaan orang lain tersebut meskipun nggak semua saya mau mengerjakan hal tersebut (keenakan dong nanti orangnya! Hehehe…)

    Jadi menurut saya, sifat perfeksioinis itu sangat baik. Asal, memang itu membawa perbaikan yang signifikan. Namun kalau sifat perfeksionis itu hanya untuk sesuatu yang nggak perlu, wah rasanya cuma buang2 energi aja deh…. :mrgreen:

  8. biasanya.. banyak yang kehilangan idealisme atau perfeksionisme itu ketika sudah di dunia kerja.. apalagi kalau dia menjadi bawahan, pasti dia akan dihadapkan dalam keadaan, antara tetap mempertahankan idealisme dia atau pekerjaan dia..

  9. # mriza
    bukan kyknya tapi emang pertama :P
    huahahha…kalo orang kyk gitu gak perfeksionis bgt :lol:

    # realylife
    yup, kesempurnaan hanya milik Allah

    # sawali
    hu’uh no body perfect

    # nur hidayat
    terima kasih juga :)

    # Ikkyu_san
    suami bu imelda perfeksionis banget? wah..sepertinya ita bisa belajar byk dari ibu,hehehe..
    kebiasaan di Jepang emang perlu diterapkan di Indonesia. smg rakyat Indonesia jadi lebih baik

    # muhammad faiq
    perfeksionis itu mirip dgn idealis dimn orang2 tersebut tidak bs menerima kenyataan yg ada. gak realistis :D

    # Yari NK
    iya…tergantung hal apa orang tersebut memperlakukan ke-perfeksionis-nya. kalo semua hal n gak liat2 kondisi bisa kacau, pak :P

    # ridu
    di dunia kerja emang kit adihapkan pada pilihan yang sulit. tapi kita bisa menyikapi setiap hal dgn solusi yang terbaik, gak harus sll perfeksionis ato idelis kan? :)

  10. nggak semua orang perfeksionis itu seperti yang dibayangkan. coba deh baca buku eneagram-nya renee baron & elizabeth wagele, biar pengetahuan kalian tentang orang perfeksionis bertambah.

    boleh aja kalian nggak suka sama orang perfeksionis, tapi kaliah harus paham dulu yang bener2 tentang orang perfeksionis. nggak hanya menyingkapi dari sifat suka perfectnya aja.

    aku mewakili orang perfeksionis berharap kalian bener2 baca buku itu (ada 3 seri bk eneagram)…

  11. Menurut saya perfectionist itu tidak jelek selama tidak meninggalkan “konteks”…selama seseorang masih memandang “konteks” dalam mencapai sesuatu seoptimal mungkin (bukan maksimal) saya kira sikap perfectionist yang semacam itu cukup positif.

    =======
    ya..ya…terima kasih atas sarannya :)

  12. Saya termasuk orang yang perfeksionalis, karena saya agak ragu untuk menyerahkan pekerjaan ke orang lain. Saya hanya akan menyerahkannya ke orang-orang yang telah saya percaya dapat melakukannya dengan sebaik-baiknya. Ini terjadi karena dulu saya pernah mempercayakan suatu proker kepada seseorang yang disarankan teman saya, katanya sih untuk menambah pengalaman junior. Ternyata proker saya hancur berantakan, padahal acaranya sudah diumumkan tetapi akhirnya batal dilaksanakan. Ini merupakan pil pahit bagi saya.

  13. :-) menjadi perfeksionis sebetulnya ada pada tiap-tiap orang. Hanya saja kadang kita tidak menyadarinya.
    Perfeksionis artinya kita berusaha untuk “sempurna”.
    Dan tanpa kita sadari. Kita adalah seorang perfeksionis dalam dunia kita masing-masing.
    Marilah kita menghargai “perfeksionis” karena sebenarnya itu hanya menunjukkan seberapa jauh sebenarnya kita bisa berusaha dan mampu.
    Perfeksionis adalah dorongan positif dihidup. Artinya kita Pantang untuk berkata Menyerah dan Sudahlah!
    Karena kita bisa….! :-) Salam

  14. Numpang kasih comment, ya..
    Saya seseorang yang sedang melakukan terapi untuk menghilangkan sisi negatif dari sifat perfeksionis dalam diri saya. karena sakit banget kalo kecewa.. saya nggak mau terus2an kayak gini. ada yang punya saran apa yang harus saya lakukan?

  15. aku orang yang perfeksionis.. tapi aku gak pernah ngebebanin orang lain.. yang ada aku ngebebanin diri sendiri.. soalnya kalo aku mau suatu pekerjaan itu perfect, aku gak akan kasih kerjaan itu ke orang lain walaupun banyak.. memang siy, jadi cape sendiri.. tapi kepuasannya itu tiada tara kalo hasilnya perfect.. tapi kalo aku kasiin kerjaan itu ke orang lain dan hasilnya “gak” banget, aku jarang marahin orang itu, tapi di ati aku dongkol banget dan kecewa berat.. jadi, ga semua orang perfeksionis itu ngerepotin orang lain.. malah kadang orang lain yang ngerepotin orang yang perfeksionis.. khususnya orang2 yang males dan suka ngandalin orang lain..
    tapi aku ga nyangkal kalo perfeksionis itu ngerugiin.. soalnya aku pernah berpengalaman ngabisin banyak duwit cuma buat kerjaan yang sepele.. so, memang ada min plusnya..

  16. Kalau saya mau komen,saya ada teman yg perfeksionis.
    catatannya rajin sekali,bahkan waktu istirahat di sekolah,dianya malah belajar.
    saya kasihan dengan dia..kenapa?karena saya yg belajarnya nyantai,nilai saya lebih baik daripada dia.saya pun juga jujur dalam ulangan…
    maaf kalo menyinggung,jd perfeksionis itu ribet,ngabisin tenaga utk hal yg sepele..

    orang perfeksonis itu inginnya sempurna 100%,padahal di dunia ini ga ada yg sempurna…
    justru kadang saya memandang,kekurangan sedikit saja bisa menjadi kelebihan.

    karena udah ngoyo2,tapi hasilnya masih kalah dengan orang yg bekerja sama,dan tentunya lebih kreatif mnurut saya.

  17. sebenarnya aku termasuk kategori perfeksionis
    gimana dong?

  18. Aku juga punya tmen, anaknya perfeksionis bgt. Kalo dianalisa, Aku jg termasuk orang yang perfeksionis. Aku pengen semua pekerjaanku memberikan hasil sebaik mungkin. Celakanya, temanku itu lebih perfeksionis dariku. Sampe Aku dibuat kualahan karenanya. Kebetulan kita lagi ada proyek bareng. Anaknya perfeksionis sampai hal-hal kecil yang sbnrnya tidak terlalu penting dia ributin. Kalo aku simpulin, perfeksionis sbnrnya perlu dimiliki oleh semua orang untuk memotivasi diri mereka agar hasil setiap usahanya memberikan hasil yang terbaik, namun perfeksionis yang terlalu berlebihan juga gak baik, kita harus bisa membedakan mana hal yang perlu diusahakan terbaik mana yang bisa kita terima apa adanya, soalnya jika kita terus menuntut kesempurnaan pada segala sesuatu bisa-bisa hanya akan menguras energi sedangkan hasilnya akan sama saja alias boros alias mubadzir. Dan yang harus kita ingat bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya milikNya.

  19. org memiliki sifat perfeksionis itu sm saja dengan manusia yg mencoba menyamai tuhannya,dan mencoba melawan sunatullah yaitu dimana hanya Allah lah pemilik kesempurnaan dan hakikat hidup ini yg tdk akan sempurna atau pst ada kekurangannya,kl hidup semuanya sempurna sesuai keinginan kt,maka nilai ibadahnya drmn?kt mau tau ikhlas,sabar serta bersyukurnya darimana?bahkan para nabi saja dlm menjalani hidupnya tidaklah sempurna,pst ada kekurangannya/tidak sesuai dgn keinginannya apalagi kita manusia biasa.

    Allah berfirman: “Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke kurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS 2: 155)

    dari ayat diatas saa sudah jelas,bahwa sudah mutlak kehidupan kita didunia itu tdk akn bs sempurna,pst akn ada kekurangannya.

    Kadang manusia itu lupa apa makna dr kata “sempurna” itu,kt selalu beranggapan bhw sempurna itu tidak ada kesalahan/kekurangan,pdhl sebetulnya sempurna itu bkn seperti itu.Kita semua pst tahu Allah memberikan gelar kpd kt manusia sbg makhluk yg plg sempurna,apa berarti kt tdk mempunyai kekurangan atau melakukan kesalahan?tidak,tetapi sempurna itu maksudnya manusia bisa melakukan kebaikan dan keburukan,kedua hal yg tdk bisa dilakukan oleh malaikat dan iblis.Itulah makna sempurna sebenarnya,perpaduan antara kebenaran dgn kesalahan,kebaikan dgn keburukan,kekurangan dgn kelebihan.
    wallahu alam.

  20. wah wah jangan terburu menfonis perfeksionator sebagai seorang pendosa gitu dong.
    saya pun seorang perfeksionis murni….saya selalu mencoba berusaha untuk menghilangkannya tapi tetap saja ndak bisa, dan baru saya sadari bahwa bakat perfeksionis ini adalah pemberian luar biasa dari Allah SWT (ingat kan kalau semuanya ini yang menciptakan adalah Allah)

    terus terang sampai saat ini saya tidak bisa menemukan sebuah “TIM” atau bahkan arti “SAHABAT” karena perfeksionis ini.

    akhirnya saya harus menjalani semuanya sendiri…

    ternyata ini adalah berkah yang sangat luar biasa, karena saya menjalaninya sendiri, mendalami sendiri, akhirnya saya menjadi ahli di bidang tersebut…

    kini bukan saya yang mencari tim atau sahabat, tapi MEREKA yang mencari saya, karena saya dapat memberikan hal yang postitif bagi mereka.

    semua yang ada di dunia itu selalu bermata dua, kecuali AGAMA (saya ISLAM), karena penciptanya adalah yang Maha Sempurna sendiri.

  21. makasih banyak mbk artikelnya,

  22. Ahhhh… Sifat yang menyebalkan itu sekarang sedang melanda saya mbak… Ya Allah ga enak banget… Bahkan saya selalu mempermasalahkan 1 piksel dari 640 x 480 piksel karya grafis saya… Bfff…
    Semoga ga ada yang kena penyakit overdosis dari perfeksionis… Jangan sampe… 2x
    Alhamdulillahnya saya ga permasalahkan orang dan menuntutnya… Saya hanya permasalahkan diri saya sendiri… -_-
    Good article btw.

  23. selain perfeksionis, sifat apa lagi yg dimiliki manusia,,???

  24. waduh sifat saya lebih cenderung ke perfeksionis yang negatif,saya cowok umur 17 dan ingin sembuh dari depresi yang terlalu panjang. gimana si cara mengatasi ini, saya sendiri pun pusing dengan adat saya yang seperti ini. sudah dari kecil, saya selalu sering berpikiran negatif dgn hal” yg kecil sekali pun, dan hasilnya sekarang saya jadi stress dan depresi serta tidak mempunyai hubungan sosialisasi yang baik dengan teman, saya ingin sekali berubah sebelum hidup saya malah tambah kacau dan suram. gimana ya cara menyelesaikan masalah saya ini??

  25. alhamdulillh..mbak..ternyata saya gk sendiri yang mngalaminya..mohon doa dari semuanya aar saya bisa melawatinya dengan lancar…dan kembali pada pandangan,pemikiran serta pemahaman yang benar..amiinn..

  26. sebagai suami, saya kadang lelah menghadapi isteri yang perfeksionis, apapun yang kita sampaikan, kalau menurut dia merupakan suatu kebenaran, akan susah mengubah pola pikirnya…. kepribadian seperti itu sangat susah untuk diubah. yang bisa kita lakukan hanyalah mencoba memahami dan tetap bersabar, karena disisi lain masih ada sisi lain dari sifat perfeksionis … yang paling berat memikul dampak dari perlakuan perfeksionis adalah anak… bagaimana harus menyikapinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 136 other followers

%d bloggers like this: