Rabu, Dua April Dua Ribu Delapan, jam Sembilan pagi PLN mulai beraksi *kembali* memberikan jatah listrik padam. Yeah! Rencana hari ini tertunda karena kerjaan byk menggunakan aliran listrik. Setelah beres2 Perintis, saya nge-date dengan Mas Noboo utk liat kondisi rumah eNPe tapi itu tidak lama karena nyawa Mas Noboo sisa sedikit, hehe..
Bosan dengan kondisi tanpa listrik, saya pun segera keluar rumah cari warnet terdekat. Sekitar lima belas menit keliling akhirnya ketemu juga warnet yang buka n tidak kena jatah mati lampu. Puas dua jam jalan2 di dunia maya, saya pulang dan ternyata listrik blm nyala *jam lima sore baru nyala*.
Setiba di kamar, di meja kerja ada paket dalam bungkusan sampul coklat. Apa isinya? BUKU. Ya, buku kiriman dari Abah Ersis. Kebosanan karena mati lampu pun terobati setelah melihat paket itu. Yiihaaaaaaa, seneng banget dapat buku dari motivator penulisan yang khas dengan “Sampeyan-nya”. Secepatnya saya buka plastik di setiap buku n memberikan tanda eNPe *narsis mode on*
Terima kasih buanyaaaaaak, Abah.
Ada empat buku yang Abah kirimkan, yaitu Taman Banjarbaru, Nyaman Memahami ESQ, Menulis Mari Menulis dan Menulis Sangat Mudah. Buku pertama yang saya baca adalah Menulis Sangat Mudah, buku2 yang lain baru lihat sekilas saja. Semoga 1 bulan ini bisa selesai baca semua buku tersebut. Saya ceritakan secara garis besar isi buku2 tersebut.
- Taman Banjarbaru
Buku ini berisi antologi puisi yang merupakan hasil karya seniman Banjarbaru. Ada tiga puluh tiga orang yang menampilkan puisi2nya. Para penyair tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari PNS di kantor pemerintahan di Banjarbaru, pimpinan sanggar lukis, ada guru SMP-SMA juga lho. Usia mereka juga bervariasi, ada yang seumuran ortu saya, sebaya dengan saya *lahir tahun 80-an* sampe anak kelas 1 SMA.
- Nyaman Memahami ESQ
Buku ini merupakan kumpulan kesan2 setelah mengikuti ESQ Executive Training Angkatan XXIII di Jakarta Convention Center. Tulisan dalam buku ini adalah tulisan beliau yang dimuat di Radar Banjarmasin dan Bandjarbaroe Post. Buku ini terdiri dari empat bagian yaitu Jalan “menemukan” Allah; “menemukan Allah dalam diri”; Pelatihan ESQ, menggugah diri; dan kendali qalbu, hati nurani.
- Menulis Mari Menulis
Buku ini beliau susun mulai 8 Januari 2007 dan selesai 14 Januari 2007. Mantab euy! Ternyata menulis itu benar2 sangat mudah. Pesan yang disampaikan Abah dalam buku ini : “Kita jangan lagi banyak bicara, lebih afdhol menulis. Menulis mari menulis”. Buku yang terdiri dari enam BAB ditulis dalam 170 halaman. Adapun bagian per bab nya adalah : meraih hidayah buah hikmah; memahami diri menulis jiwa; melawan diri menuai karya; mengunyah sejarah menangguk; bias canda abad XXII; dan menembak jiwa hemat kata (kumpulan puisi).
- Menulis Sangat Mudah
Buku berjudul “menulis sangat mudah” adalah buku imut, ber-cover pink yang menarik perhatian saya saat membuka paket dari Abah. Di buku tersebut, berisi tips menulis mudah. Ini saya kutipkan ke-20 tips tersebut.
-
- menulis sebagai tanggung jawab kemanusiaan.
- jadikan menulis bagian hidup anda.
- yakinkan diri anda : menulis itu mudah.
- suka merenung dan berfantasi.
- berani memulai dan mencoba.
- tulis apa yang ingin anda tulis.
- menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan.
- mengasah kecerdasan pikir, rasa, dan jiwa.
- tulis pengalaman-pengalaman yang mengesankan.
- banyaklah membaca buku dan kehidupan.
- jangan lewatkan peristiwa-peristiwa langka.
- bukalah pintu dan jendela hati anda.
- gali tema topik yang menjadi perhatian orang banyak.
- manfaatkan pengalaman baru.
- menulis untuk media massa.
- manfaatkan kritik dari mana pun datangnya.
- jangan takut salah.
- risiko menulis.
- jangan mundur menghadapi tantangan.
- manfaat menulis akan datang belakangan.
Itulah sekilas tentang buku2 yang saya terima dari Abah Ersis.
Terima kasih banyak, abah. Ulun kada kawa’ bepandir apa2 lagi. Dahulu ulun bepadah kehilangan buku dan skrg Allah telah memberikan rezeki buku lain gasan ulun. Semoga kebaikan Abah dibalas Allah sebagaimana mestinya. Tulisan2 Abah sangat bermanfaat. Urang Banua hebat2. Kada’ bepandir ja pang tapi kawa’ menulis jua. Ya kolo’, bah??
Ulun rancak banar menyabut handak ke Banjar, kaingat lawan wadai n petis hehehe.. Semoga Allah kasi ulun kesempatan gasan ke Bjb, handak melihat tambak Sampeyan hahahaha…
Filed under: baca buku, belajar, blogger, cerita, eNPe, koncoitha, pengembangan diri, religius | Tagged: buku, eNPe, Ersis
































weee, trnyata tgl 03 april 2008 lampu mati lagi….
kasian dech…
Hiks..iyah, pas posting tulisan ini mbak lagi di warnet karena di rumah giliran mati lampu *lagiiiiii*
udah datang ya bukunya….pantas kemarin minta di cariin “cover”
hilang 1 ternyata langsung di ganti 4 ya….hehehehe
ikutan baca laahhh…….
*maaaffff………(lagi)
*
mau baca yang mana, bang? buku menulis mari menulis udah dipinjam
wah, selamat membaca buku2 pak ersis, bu ita, semoga makin bertambah mantap wawasannya. btw, paragraf terakhir itu pakek bahasa banjar, ya, bu? ndak ngeh juga saya, hehehehe
Amin. thx, pak. iya, paragraf terakhir pake Bahasa Banjar
Duh enaknya dikirimi buku, selamar deh….
selamar = selamat
Duh enaknya dikirimi buku, selamat deh….
Huehuehue…iya, enak banget pak
Buku adalah teman yang setia dan lemarinya ilmu yang menjadi jalan penunjuk kehidupan
Yup, tambahan pak. buku merupakan guru yang tidak pernah marah
wahh.. enak lah nih dapat buku kiriman
ueeeenak banget, gratis gitu loh
bagi-bagi donk bukunya…
huehuehue…
Wah… bukunya yang Nyaman Memahami ESQ dan yang Taman Banjarbaru kayaknya sama deh dapetnya. Saya juga dapet dua yang itu. Tapi kedua lainnya saya mendapatkan Kaduluran dan Antologi Puisi Kolaborasi Nusantara dari Banjarbaru dari pak Ersis. Huehehehe…
Iya, kita dapat 2 buku yang sama. Tukar baca 2 buku yang lain yuk, pak?
enak dunk bisa baca 24 jam? hehe…
tapi jangan lupa makan dan tidur gara2 keasyikan baca
kalo sampe 24 jam membaca gak kuat atuh..
Siiip … makasih ya ditulis … lebih penting dibaca, ambil yang bermanfaat, buang yang tidak perlu. Selamat menulis, menulis, dan terus menulis
Nggih, bah ai
cesss…jadi ngiler nih, saya siap menampung buku bekasnya mbak
weleh..gak ada istilah buku bekas mas. walo buku lama udah lecek tetap buku namanya
kunjungan aja, saya jg penikmat buku2 Pak Ersis, saya nge-blog di http://www.taufik79.wordpress.com